NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat dan tokoh publik melakukan wisata bencana, di daerah terdampak bencana alam.
“Jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan untuk dianggap hadir.”
“Mohon sebaliknya, kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan.”
“Kalau datang, benar-benar harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah.”
“Saya kira kalau unsur pimpinan datang, yang punya tugas dan portofolio ke situ,” kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
Selama beberapa pekan terakhir, Prabowo melihat ramai-ramai mengunjungi wilayah terdampak bencana dan berfoto bersama warga penyintas bencana, semakin marak dilakukan.
BACA JUGA: Prabowo: Anggaran Penanganan Bencana Hasil Saya Dimaki
“Mohon ini, saya lihat ada kecenderungan wisata bencana, ini tidak bagus.”
“Ya, rakyat di situ jangan dijadikan objek.”
“Kita datang ke situ untuk benar-benar ingin mencari masalah, melihat kesulitan, dan bertindak.”
“Di sini kurang air bersih, apa tindakannya?”
“Di situ kurang BBM, masih terisolasi, bagaimana tindakannya?” Tuturnya.
Situasi Terkendali
Presiden Prabowo Subianto merespons desakan penetapan status bencana nasional terhadap bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Menurutnya, pemerintah hingga kini masih dapat menanganinya, dan semua dalam keadaan aman terkendali.
“Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional.”
“Kita sudah katakan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi, jadi situasi terkendali, saya monitor terus,” jelasnya.
Prabowop memastikan pemerintah mengirim kekuatan penuh untuk menangani bencana.
“Kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau satgas, rehabilitasi dan rekonstruksi.”
“Segera kita akan bangun hunian-hunian sementara dan hunian-hunian tetap,” ungkapnya.
Cari Kambing Hitam
Presiden Prabowo Subianto melihat ada kecenderungan elite-elite yang mencari-cari kambing hitam.
“Ada kecenderungan mau cari kambing hitam, mau cari kesalahan.”
“Ini bukan saat untuk kita cari kesalahan, ini untuk kita bekerja keras, bahu-membahu mengatasi masalah di lapangan,” cetusnya.
Prabowo mengaku terjun langsung ke lapangan, guna melihat langsung penanganan pasca-bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Ia menyaksikan semua stakeholder bekerja sebagai satu tim.
Namun, ia tetap mengingatkan agar jajarannya tetap waspada ke depan.
BACA JUGA: Prabowo kepada Pengungsi Banjir: Kami Takkan Tinggalkan Kalian
Kewaspadaan, katanya, perlu ditingkatkan terhadap mereka-mereka yang memiliki agenda politik.
“Terus terang, saya melihat ada pihak-pihak, kekuatan-kekuatan luar yang dari dulu selalu saya tidak mengerti.”
“Tidak suka sama Indonesia, tidak suka Indonesia kuat.”
“Mungkin ada pihak yang khawatir, karena rakyat baru sekarang melihat pemerintah Indonesia ini ternyata kuat,” tuturnya.
Penanganan bencana di Sumatera mengerahkan banyak kekuatan dari berbagai instansi, seperti TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Badan SAR Nasional.
“Kita kerahkan puluhan helikopter dalam waktu singkat, belasan pesawat terbang.”
“Ada tempat-tempat yang tiap hari BBM diantar dengan pesawat Hercules, ini hanya bisa dilakukan oleh negara yang kuat,” tegas Prabowo.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melapor kepada Prabowo, TNI mengerahkan 82 unit alutsista di lokasi bencana, untuk mengantar bantuan logistik, pergerakan pasukan, dan evakuasi.
“Alutsista (udara) yang digelar saat ini 82 unit, 26 unit pesawat, terdiri A400 yang baru dibeli satu unit.”
“Kemudian pesawat angkut Hercules enam unit, pesawat CN295 dua unit, dan pesawat Cassa 212 tujuh unit,” beber Agus.
Sebanyak 36 helikopter jugha dikerahkan untuk mengantar logistik ke wilayah bencana yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
Agus mengatakan, alutsista udara berasal dari tiga matra TNI, Kementerian Pertahanan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (*)