Pembelian Emas di Thailand Dibatasi, Harga Terus Naik!

Lantakan Emas.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Pemerintah Thailand resmi menerapkan aturan baru yang lebih ketat terhadap pembelian emas ritel secara online mulai 1 Maret 2026. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah untuk menekan aktivitas spekulatif yang dinilai berkontribusi pada penguatan nilai tukar baht secara berlebihan dan berpotensi melemahkan daya saing ekonomi negara tersebut.

Dilansir Bloomberg, Minggu (1/3), transaksi emas online dalam mata uang baht kini dibatasi maksimal 50 juta baht atau sekitar Rp 27,1 miliar (kurs Rp 542 per baht) per orang per hari dan per platform. Pembatasan ini secara khusus menyasar transaksi berbasis baht di kanal digital. Meski demikian, otoritas masih memperbolehkan perdagangan emas menggunakan mata uang dolar AS, transaksi di toko emas fisik, serta aktivitas di pasar berjangka.

Pembelian Emas Online Wajib Pembayaran Penuh

Selain pembatasan nilai transaksi, Bank of Thailand juga mewajibkan pembelian emas secara online dilakukan dengan pembayaran penuh di muka. Ketentuan ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat standar pasar, sehingga praktik pembelian dengan skema yang berpotensi spekulatif dapat diminimalkan. Otoritas berharap langkah ini mampu meredam volatilitas yang bersumber dari lonjakan transaksi jangka pendek.

BACA JUGA: Arab Saudi Pertimbangkan Balas Serangan Iran

Perdagangan emas dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi sorotan karena dinilai berkontribusi pada penguatan baht yang signifikan. Dalam setahun terakhir, mata uang tersebut tercatat menguat sekitar 9 persen dan menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia. Di satu sisi, penguatan ini mencerminkan kepercayaan pasar. Namun di sisi lain, kurs yang terlalu kuat dapat menjadi beban bagi sektor ekspor dan pariwisata, dua pilar utama ekonomi Thailand.

Baht yang menguat membuat harga barang dan jasa Thailand menjadi relatif lebih mahal di pasar internasional. Bagi eksportir, kondisi ini memperketat margin keuntungan, terutama bagi pelaku usaha yang bersaing pada harga dan memiliki ruang laba yang tipis. Industri pariwisata juga menghadapi tantangan serupa karena biaya perjalanan dan belanja bagi wisatawan asing menjadi lebih tinggi.

Volume Perdagangan Emas Online Mulai Berkurang

Teerarat Jutavarakul, direktur pelaksana di InterGold Gold Trade Co. Ltd., mengatakan volume pembelian emas online memang mulai sedikit berkurang sejak wacana pengaturan mengemuka pada awal tahun ini. Meski demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah kebijakan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pergerakan nilai tukar baht. Pasar, menurutnya, masih dalam tahap penyesuaian terhadap regulasi baru.

BACA JUGA: Profil Ali Khamenei Yang Tewas dalam Serangan Israel-AS ke Iran

Pemerintah Thailand berpendapat bahwa penguatan baht saat ini telah melampaui batas fundamental ekonomi. Otoritas menilai arus transaksi emas bernilai besar, khususnya yang bersifat spekulatif, menjadi salah satu faktor pendorong apresiasi mata uang yang terlalu cepat. Aktivitas tersebut meningkatkan permintaan baht dalam jumlah signifikan, sehingga memberi tekanan ke arah penguatan.

Komite Kebijakan Moneter Thailand juga menegaskan bahwa apresiasi baht telah memperketat kondisi keuangan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Dalam situasi persaingan global yang ketat, pergerakan nilai tukar menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing harga. Karena itu, stabilitas kurs dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, otoritas menyatakan akan terus mencermati pergerakan mata uang serta transaksi yang berpotensi memberi tekanan pada baht, termasuk dinamika di pasar emas. Regulasi baru ini menjadi sinyal bahwa pemerintah siap mengambil langkah lanjutan apabila volatilitas dinilai mengganggu stabilitas makroekonomi dan kepentingan sektor riil.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like