NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan Pemerintah Venezuela di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai organisasi teroris asing.
Trump juga memerintahkan pemberlakuan blokade total terhadap seluruh kapal tanker minyak yang dikenai sanksi, serta bepergian ke dan dari Venezuela.
“Atas pencurian aset kita, dan banyak alasan lainnya termasuk terorisme, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia, rezim Venezuela telah ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing,” kata Trump di Truth Social, Selasa (16/12/2025).
BACA JUGA: Trump Klaim Akhiri Perang Pakai Kebijakan Dagang dan Tarif
Ia membuka pernyataannya dengan menegaskan Venezuela telah sepenuhnya dikepung oleh Armada terbesar yang dihimpun dalam Sejarah Amerika Selatan.
Kata Trump, jumlah armada akan semakin besar, dan kejutan tersebut akan menjadi yang tak pernah dilihat sebelumnya oleh Pemerintah Venezuela.
Hal tersebut, lanjut Trump, akan berlanjut hingga Pemerintah Venezuela mengembalikan semua aset minyak, tanah, dan aset lainnya yang dicuri kepada AS.
Bunuh 90 Orang
Pernyataan ini Trump muncul sepekan setelah pasukan AS menyita satu kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela, dan ketika Washington telah memerintahkan pengerahan besar-besaran pasukan militer AS di lepas pantai Venezuela dalam operasi yang dikatakan menargetkan penyelundupan narkoba.
Militer AS telah membunuh 90 orang sejak September, dalam serangan terhadap puluhan kapal di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia dekat Venezuela, yang oleh para ahli hukum internasional dikritik sebagai pembunuhan di luar hukum.
Washington mengeklaim kapal-kapal tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba, tetapi belum memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya.
Caracas telah lama mengatakan pengerahan pasukan AS ke wilayah tersebut bertujuan memungkinkan kekuatan eksternal merampas kekayaan minyak dan gas Venezuela yang tak terukur.
Meskipun memiliki cadangan minyak yang terbukti terbesar di dunia, Venezuela telah menghadapi pembatasan ketat pada ekspornya dalam beberapa tahun terakhir di bawah sanksi AS, yang pertama kali diberlakukan selama masa kepresidenan Trump pertama.
Intervensionis dan Kolonialistis
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengecam blokade minyak yang dilakukan AS terhadap negaranya.
Rodriguez mengatakan retorika intervensionis dan kolonial Trump membuktikan rencana Washington telah lama ada untuk merebut sumber daya alam Venezuela.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa malam, Rodriguez mengatakan pernyataan Trump mengungkapkan niat AS sebenarnya untuk mengambil alih minyak, tanah, dan mineral Venezuela.
”Pemerintah menolak klaim Trump yang menyebut Venezuela telah mencuri aset dari Washington, dan mengecam retorikanya sebagai intervensionis dan kolonialistis,” kata Rodriguez.
Pernyataan tersebut menuduh presiden AS melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi, dengan memerintahkan pasukan angkatan laut AS di Karibia untuk mencegah kapal tanker yang dikenai sanksi, memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.
“Melalui pernyataan media sosialnya, Presiden Amerika Serikat berasumsi minyak, tanah, dan kekayaan mineral Venezuela adalah miliknya.”
BACA JUGA: Donald Trump Tak Ingin AS Jadi Satu-satunya Negara yang Tidak Uji Senjata Nuklir
“Atas dasar itu, ia berupaya memberlakukan blokade militer angkatan laut dengan tujuan merampas kekayaan yang menjadi milik tanah air kita,” imbuh Rodriguez.
Rodriguez mengatakan, tindakan Washington adalah bagian dari kampanye kebohongan dan manipulasi besar-besaran, yang bertujuan membenarkan pengambilalihan sumber daya alam negara tersebut.
AS, lanjutnya, selalu berupaya mendominasi Venezuela secara ekonomi dan politik, terlepas dari perubahan pemerintahan.
Pemerintah mengatakan Venezuela akan menjalankan hak-haknya berdasarkan hukum internasional, konstitusinya, dan Piagam PBB.
Venezuela menegaskan kembali kedaulatannya atas sumber daya alamnya, dan haknya untuk navigasi dan perdagangan bebas di Karibia dan sekitarnya.
“Venezuela tidak akan pernah lagi menjadi koloni kekaisaran atau kekuatan asing mana pun,” tegas pernyataan itu.
Sejak September, militer AS menyerang kapal-kapal yang diduga milik kartel, yang menurut Trump digunakan oleh Pemerintah Venezuela untuk membanjiri AS dengan narkotika.
Venezuela membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba, dan mengatakan serangan itu adalah bagian dari rencana perubahan rezim untuk menjarah sumber daya alam negara tersebut. (*)