Penumpang KRL Padat, Prabowo Imbau Gerbong Ditambah

Presiden Prabowo Subianto menaiki KRL. Foto: BPMI Setpres/Cahyo.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menyoroti langsung padatnya penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek yang kerap membludak saat jam berangkat dan pulang kerja. Melihat kondisi itu, ia meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menambah jumlah rangkaian gerbong guna mengurai kepadatan penumpang yang setiap hari menumpuk di sejumlah stasiun.

KAI sebelumnya telah mengajukan tambahan anggaran pengadaan KRL sebesar Rp 4,8 triliun dengan asumsi satu gerbong senilai USD 9 juta. Namun, Prabowo menyatakan kesiapan pemerintah untuk memberikan dana hingga Rp 5 triliun. Ia menegaskan bahwa penambahan gerbong ini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera terealisasi.

“Kalau kau bisa 6 bulan, oke. Tapi 1 tahun harus. Ini rakyat yang saksi ya? Jadi nanti ada tambahan 30 rangkaian baru,” ucap Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa (4/11/2025).

BACA JUGA: Usai Bansos, Gus Ipul Mulai Program Pemberdayaan Masyarakat

Prabowo Apresiasi Langkah KAI

Selain menyoroti soal kepadatan penumpang, Prabowo juga mengapresiasi langkah KAI dalam menciptakan fasilitas publik yang lebih nyaman, baik dari sisi bangunan stasiun maupun interior gerbong KRL yang kini semakin modern. Menurutnya, kualitas pelayanan transportasi publik yang baik akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan.

Tanah Abang menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, terutama pada jam-jam padat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa satu gerbong KRL mampu mengangkut sekitar 300 penumpang, jumlah yang setara dengan satu pesawat Boeing. “Artinya, sekali berangkat satu rangkaian itu seperti penumpang 20 pesawat Boeing,” tutur Dudy di lokasi peresmian.

Penumpang KRL Capai 380 Ribu

Peningkatan kapasitas di Stasiun Tanah Abang pun menjadi langkah strategis. Kini, stasiun yang telah bertransformasi menjadi Stasiun Tanah Abang Baru mampu menampung hingga 380 ribu penumpang per hari, meningkat dari kapasitas sebelumnya yang hanya 141 ribu orang. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total penumpang yang dilayani mencapai 63 juta orang, atau sekitar 22 persen dari seluruh pengguna KRL Jabodetabek. Dengan angka itu, Tanah Abang menjadi stasiun tersibuk kedua setelah Stasiun Bogor.

Stasiun Tanah Abang Baru dilengkapi empat peron dan enam jalur, serta telah beroperasi secara bertahap sejak Juni lalu dengan lima rute utama. Selama periode Januari hingga Oktober 2025, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 63 juta orang, sementara secara akumulatif, hingga Oktober 2025, total penumpang KRL Jabodetabek mencapai 280 juta orang.

Pembangunan Stasiun Baru Telan Biaya Rp 380 Miliar

Pembangunan stasiun baru ini menelan biaya sekitar Rp 380 miliar dan berdiri di atas lahan seluas 31 ribu meter persegi, dengan luas bangunan 19 ribu meter persegi. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bappenas, Pemprov DKI Jakarta, Sekretariat Kabinet, hingga Sekretariat Negara.

BACA JUGA: Soal Gencatan Senjata, PM Qatar-Yordania Lakukan Pertemuan

Dudy menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga tarif transportasi publik agar tetap terjangkau oleh masyarakat. “Harga tiket ini pemerintah subsidi 60 persen dari harga tiket KRL Jabodetabek. Anggaran Rp 1,7 triliun per tahun,” ujarnya. Subsidi tersebut, lanjut Dudy, menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan transportasi massal yang efisien, terjangkau, dan nyaman bagi warga perkotaan.

Upaya Konkret Tingkatkan Konektivitas Transportasi Publik

Langkah pemerintah dalam memperluas kapasitas layanan KRL dan membangun Stasiun Tanah Abang Baru menunjukkan upaya konkret meningkatkan konektivitas transportasi publik di kawasan perkotaan. Dengan tambahan rangkaian baru dan subsidi tarif yang terus dijaga, diharapkan kepadatan penumpang saat jam sibuk dapat terurai secara bertahap.

Kolaborasi lintas kementerian dalam proyek senilai Rp 380 miliar ini menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menghadirkan sistem transportasi yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendukung mobilitas harian jutaan pengguna KRL di Jabodetabek.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like