Persoalan Sampah Diminta Tangani dengan Cepat, Ajak Pihak Kampus!

Tumpukan Sampah yang Menggunung. Dok: Lestari Kompas.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penerapan teknologi untuk persoalan sampah berbasis kampus. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/2). Pemerintah menilai pengelolaan sampah membutuhkan terobosan konkret, terutama dengan memanfaatkan inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Brian, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti potensi teknologi pengolahan sampah skala mikro yang selama ini telah diriset dan diuji di sejumlah kampus. Teknologi tersebut dinilai sudah cukup matang untuk segera diterapkan secara lebih luas di masyarakat. Oleh karena itu, Presiden meminta agar implementasinya tidak lagi berjalan lambat, melainkan dipercepat dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Persoalan Sampah Sudah Banyak Dikembangkan di Kampus

“Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian kepada wartawan. Ia menambahkan, arahan tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pemanfaatan riset dan inovasi anak bangsa agar memberikan dampak nyata bagi persoalan publik.

BACA JUGA: Apa yang Dilakukan Pandji hingga Terkena Sanksi Adat?

Brian menjelaskan, saat ini sudah ada sejumlah teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan oleh perguruan tinggi, mulai dari teknologi pemilahan sampah otomatis, pengolahan sampah organik menjadi kompos atau energi, hingga teknologi pengurangan volume sampah rumah tangga. Teknologi-teknologi tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi telah melalui tahapan uji coba di lingkungan kampus maupun komunitas terbatas.

Ke depan, pemerintah akan segera menyeleksi teknologi mana saja yang paling siap untuk diterapkan secara lebih luas. Uji coba lanjutan direncanakan dilakukan di tingkat kelurahan sebagai unit paling dekat dengan sumber sampah rumah tangga. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak dari hulu, sehingga beban tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Ada Beberapa Teknologi yang Akan Dipilih

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih, ada juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha dan komunitas lokal, menjadi kunci agar teknologi kampus tidak berhenti sebagai proyek riset semata.

BACA JUGA: Pandji Disanksi Adat, Hakim Adat Toraja Jelaskan Sakralnya Perihal Kematian

Pendekatan pengolahan sampah di tingkat kelurahan dinilai lebih berkelanjutan karena melibatkan partisipasi langsung masyarakat. Warga tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pengelolaan sampah sehari-hari. Selain itu, penerapan teknologi skala mikro diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah.

Meski demikian, Brian menegaskan bahwa percepatan implementasi teknologi pengolahan sampah tetap harus memperhatikan aspek lingkungan. Pemerintah tidak ingin solusi yang ditawarkan justru menimbulkan persoalan baru, seperti pencemaran udara, air, atau tanah. Oleh karena itu, koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup akan menjadi bagian penting dalam setiap tahapan penerapan teknologi.

“Tentu nanti kita juga akan bersama-sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi yang ada itu juga bersih dan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan,” tandas Brian. Ia berharap, sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat dapat menjadi model baru dalam pengelolaan sampah nasional yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like