Pertamina Akan Ganti Rugi Imbas Motor Brebet di Jatim

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Sidak BBM di Malang. Dok. Kementerian ESDM.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – PT Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai dugaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang tercampur air dan menyebabkan kendaraan ‘brebet’ hingga mogok di sejumlah wilayah Jawa Timur. Perusahaan memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan memberikan solusi kepada masyarakat yang terdampak.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menegaskan bahwa pihaknya siap mengganti kerugian konsumen sepanjang laporan disertai bukti pembelian resmi dari SPBU Pertamina.

“Yang penting ada struknya pembelian di SPBU gitu. Itu kasih saja,” ujar Ega kepada wartawan di Surabaya, dikutip Minggu (2/11/2025). Ia menjelaskan, bukti tersebut diperlukan karena masih banyak masyarakat membeli Pertalite dari penjual eceran dalam botol, sedangkan Pertamina hanya bisa menindaklanjuti laporan pembelian resmi di SPBU.

BACA JUGA: Pentagon Kasih Lampu Hijau Donald Trump Kirim Rudal Tomahawk untuk Ukraina

Pertamina Membuka Posko Pengaduan Motor Brebet

Ega menambahkan, konsumen yang ingin mengajukan pengaduan dapat menyerahkan bukti pembelian BBM ke posko aduan yang telah disediakan. Mekanisme pelaporan bisa dilakukan melalui berbagai kanal, baik daring seperti media sosial, call center, dan email, maupun langsung di posko fisik.

“BBM ini di pasaran banyak, yang mohon maaf ada yang botolan, jangan sampai beli di botolan terus nanti klaimnya ke Pertamina. Jadi, kita meminta di posko-posko itu nanti ada formulir diisi dan diberikan ke Pertamina,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ega menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen penuh mengusut dugaan pencampuran air dalam BBM Pertalite. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan telah membuka 15 posko pengaduan fisik yang tersebar di beberapa daerah, di samping layanan digital yang tetap aktif.

“Bentuk daripada atensi dan program loyalty kami, kami juga ingin mencarikan solusi kepada masyarakat, karena ada posko saat ini kami membuka aduan itu di semua kanal baik medsos, contact center, maupun offline,” ujarnya.

Ada 290 Laporan Masuk Menurut Catatan Pertamina

Hingga saat ini, menurut Ega, sudah ada 290 laporan masyarakat terkait dugaan penurunan kualitas BBM, dan hampir seluruhnya berasal dari pengguna kendaraan roda dua. Dari jumlah itu, sekitar separuh kasus telah diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Dari total semua kanal itu yang masuk ada 290, boleh dibilang 99 persen roda dua. Nah, itu sudah tertangani kurang lebih hampir separuhnya, yang kita dapat verifikasinya,” ungkapnya.

Proses verifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan kebenaran setiap laporan. Pertamina, kata Ega, akan memastikan lokasi dan waktu pembelian BBM agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. “Kita harus pastikan bahwa mereka memang melakukan pembelian, kapan, di mana, dan kami masih terus buka pos ini dalam bentuk untuk menangani solusi masyarakat ini,” tegasnya.

Kerjasama Pertamina dengan Lembaga Minyak & Gas Bumi

Dalam menindaklanjuti kasus tersebut, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta Kementerian ESDM. Tim gabungan itu telah menelusuri sekitar 300 SPBU di jalur Pantura Jawa Timur, mencakup wilayah Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Bojonegoro, hingga Malang, untuk memastikan penyebab dugaan pencampuran air dalam Pertalite.

Ega kembali menegaskan keseriusan perusahaan untuk menuntaskan isu kontaminasi air dalam BBM Pertalite yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia berharap proses investigasi ini dapat segera memberikan kepastian dan menghindari dampak ekonomi lebih luas.

“Terkait isu kontaminasi air di BBM Pertalite yang disalurkan di SPBU, kami dari Pertamina Patra Niaga tentunya all out dan memberikan atensi serius,” tegasnya.

Pertamina Berpedoman pada SOP yang Ketat

Lebih jauh, Ega menyebut Pertamina selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat untuk menjamin kualitas BBM yang disalurkan ke masyarakat.

“Oleh karena itu, kami dari PT Pertamina Patra Niaga akan bersikap tegas kepada siapa pun pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan ya, melakukan hal-hal yang dapat merugikan image perusahaan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, namun akan mengambil langkah tegas jika ada pihak yang dengan sengaja merusak mutu BBM untuk menjatuhkan reputasi Pertamina.

BACA JUGA: Merespons AS, Rusia Juga Bakal Uji Senjata Nuklir

“Kalau ada pihak-pihak yang dengan sengaja merusak mutu untuk membuat image Pertamina jelek, kami akan tindak dengan tegas. SPBU secara SOP telah disiapkan prosedur untuk memastikan BBM yang dijual tidak terkontaminasi air dan menjadi bagian daripada jaminan mutu,” tutur Ega.

Bentuk Tanggungjawab Pertamina kepada Konsumen

Upaya Pertamina Patra Niaga dalam menindaklanjuti laporan dugaan pencampuran air pada BBM Pertalite menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi konsumen. Melalui pembukaan posko pengaduan di berbagai kanal dan kerja sama dengan Lemigas serta Kementerian ESDM, investigasi terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti dan penanganan setiap aduan yang masuk.

Hingga proses verifikasi selesai, Pertamina menegaskan akan tetap membuka ruang pelaporan bagi masyarakat serta menjamin bahwa setiap pembelian resmi di SPBU mendapatkan perlindungan sesuai prosedur yang berlaku.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like