NarayaPost – Pesan Prabowo Disampaikan Dasco ke Megawati‑Puan menjadi momen penting dalam upaya merajut komunikasi politik antar elite lintas partai. Pertemuan ini melibatkan Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR sekaligus Ketum PDIP Puan Maharani, dan Prananda Prabowo.
Dasco menyampaikan bahwa pesan pertama dari Prabowo adalah ucapan selamat atas terselenggaranya Kongres PDIP. Menurut dia, PDIP memang tidak mengundang partai lain, termasuk Gerindra. Karena itu, ucapan selamat tersebut menjadi simbol penghargaan atas proses internal yang dijalankan PDIP.
Menurut pernyataannya di Kompleks Parlemen (4 Agustus 2025), Dasco mengungkapkan bahwa selain ucapan selamat, Prabowo menitipkan pandangan atau masukan terkait RUU atau undang‑undang pemilu ke PDIP lewat Dasco. Pesan ini mencerminkan pentingnya dialog lintas partai terhadap isu pemilu.
Mensesneg Prasetyo Hadi hadir pada kesempatan itu sebagai utusan sebagai Presiden atas nama Gerindra. Dia menyampaikan hal mengenai museum Bung Karno, yang juga merupakan pesan penting dari Prabowo kepada Megawati. Dalam pertemuan itu dikatakan bahwa ada sejumlah hal terkait museum yang perlu diperhatikan Megawati sebagai Presiden ke‑5 RI.
Pada sisi sebaliknya, Megawati menitipkan pesan balasan untuk Prabowo yang sifatnya tidak publik: “jaga Pak Prabowo, jaga pemerintahan ini supaya berjalan dengan baik, saling mendukung satu sama lain”. Pesan ini disampaikan oleh Prasetyo dan dianggap sebagai bentuk diplomasi estafet dari Megawati ke pemerintahan Prabowo.
Dasco juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat banyak wejangan dan arahan penting dari Megawati selama pertemuan tersebut. Di antaranya mengenai nilai-nilai Pancasila dan semangat kemerdekaan sebagai landasan persatuan bangsa—juga pesan Megawati agar selalu menjaga kekompakan dan keterbukaan politik demi kepentingan negara luas. Ketua MPR dan politisi Golkar juga percaya bahwa komunikasi tersebut penting untuk stabilitas politik nasional.
Rencana pertemuan Prabowo–Megawati sebenarnya sudah lama dibicarakan, termasuk di lingkaran PDIP dan Gerindra. Dasco dan Puan Maharani sudah membahas potensi pertemuan pasca Lebaran 2025, yang akhirnya terlaksana pada awal April di kediaman Megawati. Pertemuan tersebut dianggap sebagai momentum penting untuk meredam polarisasi politik dan membangun komunikasi lintas partai.
BACA JUGA : PDIP Lantik Struktur Baru, Tak Ada Nama Sekjen Hasto dalam Daftar
Dalam intens pertemuan antar elite partai tersebut, muncul dua pesan utama: dari Prabowo via Dasco dan Prasetyo ke Megawati mengenai ucapan selamat kongres, UU Pemilu, dan museum Bung Karno; serta dari Megawati ke Prabowo agar memimpin dengan dukungan lintas pihak. Ini merupakan bentuk diplomasi politik internal yang menekankan kerjasama, kekompakan, dan nilai nasional.