Ia menjelaskan, fenomena Supermoon terjadi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi atau disebut perigee, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya — sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding purnama biasa. Momen ini, lanjutnya, bukan hanya spektakuler secara visual, tetapi juga memiliki nilai ilmiah karena memperlihatkan dinamika orbit bulan terhadap bumi.
BACA JUGA : KPK Lakukan OTT Gubernur Riau, Akan Dibawa ke Jakarta Hari Ini
Acara yang akan dimulai pukul 17.00 WIB ini dirancang sebagai piknik edukatif. Pengunjung dapat membawa alas duduk, bekal ringan, dan menikmati suasana malam sambil mengikuti sesi observasi bersama teleskop besar milik Planetarium. Para pengunjung juga akan mendapatkan panduan dari astronom muda mengenai cara mengamati bulan dengan aman tanpa merusak mata. Selain itu, tim Planetarium akan menyiapkan teleskop mini tambahan bagi anak-anak yang ingin mencoba langsung melihat permukaan bulan dan kawah-kawahnya.
Atmosfer malam akan dibuat santai namun informatif. Di sela kegiatan pengamatan, pengunjung akan disuguhkan sesi bincang ringan bertema “Bulan dalam Sains dan Budaya”, yang menghadirkan peneliti astronomi dan seniman. Tema ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami sisi ilmiah Supermoon, tetapi juga maknanya dalam kebudayaan Nusantara, di mana bulan kerap menjadi simbol kesuburan, ketenangan, dan siklus kehidupan.
Fenomena Supermoon kali ini diperkirakan menjadi yang terakhir di tahun 2025 dan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia jika cuaca cerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa posisi bulan akan mencapai perigee sekitar pukul 19.25 WIB, sehingga pengamatan terbaik dapat dilakukan antara pukul 19.00 hingga 21.00 malam.
Selain mengamati bulan, pengunjung juga berkesempatan melihat gugusan bintang terang seperti Orion dan Taurus yang mulai muncul menjelang tengah malam. Planetarium akan menyiapkan layar digital untuk menunjukkan posisi rasi bintang tersebut, sekaligus menjelaskan bagaimana masyarakat zaman dahulu mengenal arah dan waktu berdasarkan konstelasi langit.
Setiap sesi maksimal kuota 30 peserta. Untuk mengikuti sesi ini, peserta wajib melakukan registrasi ulang 15 menit sebelum sesi berlangsung. Berikut jadwal setiap sesi:
Sesi 1: 17.00-17.30 WIB
Sesi 2: 17.30-18.00 WIB
Sesi 3: 19.00-19.30 WIB
Sesi 4: 19.30-20.00 WIB