PM Belgia: Donald Trump Makin Kurang Ajar Jika Kita Melunak

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menegaskan, Presiden AS Donald Trump tidak akan bisa mendapatkan Greenland dengan menekan Denmark dan negara-negara Eropa.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Perdana Menteri Belgia Bart De Wever meminta Eropa harus tegas mengatakan sudah cukup, kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Semakin lunak Anda terhadapnya, semakin kurang ajar dia jadinya,” kata De Wever di sela Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).

Memulihkan daya saing Eropa, kata De Wever,  harus menjadi prioritas utama.

Ia menekankan, retorika Trump tentang Greenland dan ancaman tarif, menimbulkan tantangan tambahan bagi Uni Eropa (UE).

De Wever diperkirakan akan bertemu Trump pada Rabu bersama Raja Philippe dari Belgia dan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte, meski dia meragukan apakah pertemuan itu akan berlangsung.

“Itu pun jika pertemuan itu terlaksana, Anda tidak pernah tahu dengan Trump,” ujarnya.

BACA JUGA: Ancaman Baru Trump Bagi yang Tak Dukung AS Rebut Greenland

Trump mengancam akan mengenakan tarif impor hingga 10 persen pada negara-negara Eropa yang telah mengirim pasukan ke Greenland, yang kemudian meningkat menjadi 25 persen pada Juni.

De Wever mengatakan Eropa harus merespons dengan memperkuat pasar tunggalnya, meningkatkan daya saing, dan menjalin aliansi baru.

“Kita harus mempersenjatai diri.”

“Dewan Eropa harus mendorong agenda dan mengatakan: lakukan ini, dan tidak ada yang lain,” tegasnya.

Letakkan Pisau di Atas Meja

Dalam wawancara terpisah dengan penyiar Belga VRT NWS, De Wever mengatakan Eropa harus memperjelas mereka tidak akan menoleransi ancaman aksi militer terhadap wilayah sekutu.

“Kita harus mengatakan kepada Trump, sebagai Eropa: ‘Ini batasnya dan tidak lebih jauh lagi.”

“Mundur, atau kita akan lakukan semua cara yang diperlukan,” ucapnya.

De Wever mengakui tekanan Trump di masa lalu terhadap sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan adalah rasional.

“Tetapi mengancam sekutu NATO dengan intervensi militer di wilayah NATO adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga Anda benar-benar mendekati titik kritis,” tambahnya.

Isu itu diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan informal Dewan Eropa pada Kamis.

De Wever mengatakan, sekarang sudah jelas bahwa Eropa harus bertindak tegas.

“Menurut saya, sudah jelas pisau harus diletakkan di atas meja sekarang,” tuturnya.

Tidak Bisa Memperdagangkan Manusia

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menegaskan, Presiden AS Donald Trump tidak akan bisa mendapatkan Greenland dengan menekan Denmark dan negara-negara Eropa.

Trump sebelumnya mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen dan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland oleh AS.

“Sangat penting bagi semua sekutu kami di NATO dan Uni Eropa, untuk menunjukkan kepada Presiden Amerika: Anda boleh punya keinginan, visi, dan permintaan, tetapi Anda tidak akan pernah bisa mencapainya dengan menekan kami,” ujar Rasmussen kepada media Inggris Sky News, Senin (19/1/2026).

Rasmussen meminta Trump memindahkan wacana Greenland dari media sosial ke meja perundingan, seraya menegaskan Denmark memiliki garis merah yang tidak boleh dilanggar.

“Kami bisa berdagang dengan orang lain, tetapi kami tidak bisa memperdagangkan manusia,” tegas Rasmussen mengenai pentingnya hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Greenland.

Misi Aliansi

 Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengusulkan pembentukan misi aliansi di kawasan Arktik dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte.

“Kami membahas hal ini dan juga mengusulkannya.”

“Saya berharap kami dapat mengembangkan kerangka kerja tentang bagaimana hal ini dapat dijalankan,” cetus Poulsen, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA: Warga Greenland Susah Tidur Gara-gara Donald Trump Agresif

Menanggapi misi pengintaian NATO yang saat ini berlangsung di Greenland, Poulsen mengatakan tidak menganggap misi tersebut sebagai sebuah kesalahan.

“Kami membahas betapa pentingnya kawasan Arktik, termasuk Greenland, bagi keamanan kolektif kami dan bagaimana kami meningkatkan investasi pada kemampuan-kemampuan kunci.”

“Kami akan terus bekerja sama sebagai sekutu dalam isu-isu penting ini,” ujar Rutte dalam unggahan di platform media sosial X.

Sejumlah negara Eropa anggota NATO telah mengerahkan pasukan ke Greenland untuk berpartisipasi dalam misi pengintaian tersebut.

Misi yang dipimpin Denmark itu merupakan bagian dari upaya NATO yang lebih luas untuk memperkuat kehadiran militer di kawasan tersebut. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like