Prabowo: Anggaran Penanganan Bencana Hasil Saya Dimaki

Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat dan tokoh publik melakukan wisata bencana, di daerah terdampak bencana alam. Foto: YouTube@Sekretariat Presiden
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto memastikan kesiapan anggaran penanganan bencana, berkat kebijakannya melakukan efisiensi anggaran pada kementerian/lembaga.

“APBN sudah kita siapkan dan saya katakan anggaran ini, kita siapkan karena uangnya ada.”

“Karena di awal pemerintahan kita, kita menghemat ratusan triliun, yang saya diserang, dimaki-maki efisiensi ini salah,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Prabowo menegaskan, anggaran penanganan bencana telah disiapkan karena ketersediaan dana negara dalam kondisi aman.

Dengan kemampuan fiskal yang ada, pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan awal bagi daerah terdampak bencana.

Prabowo juga menginstruksikan penyaluran dana operasional taktis sebesar Rp20 miliar kepada setiap gubernur di daerah terdampak, serta Rp4 miliar kepada masing-masing bupati dan wali kota di 52 kabupaten/kota.

Dana tersebut dikirim di luar anggaran pemulihan dan telah diterima dalam waktu singkat.

“Semua gubernur yang terdampak, langsung saya perintahkan mengirim dana operasional taktis Rp20 miliar.”

“Semua bupati, wali kota di 52 kabupaten/kota yang terdampak, langsung saya kirim Rp4 miliar dan ini sudah langsung, dan sudah diterima di luar anggaran pemulihan.”

“Tiga hari setelah instruksi saya, uang sudah sampai di semua kabupaten,” ungkapnya.

Hasil Kerja Kolektif

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, penanganan dampak bencana di Sumatera bukan hasil kerjanya semata, melainkan kolektif dari seluruh unsur pemerintah dan petugas di lapangan.

“Saya tidak mengerti, terlalu banyak yang mengucapkan terima kasih kepada saya.”

“Saya kira tolong disampaikan, itu sesungguhnya bukan hasil saya.”

“Itu adalah hasil kerja sama kita semua, terutama mereka-mereka yang di lapangan,” kata Prabowo.

Ia menilai apresiasi masyarakat yang sering diarahkan kepadanya merupakan hal yang wajar, seiring kehadiran pemerintah pusat di lokasi terdampak.

Namun, Prabowo memandang apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh tim, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga petugas yang bekerja langsung di lapangan.

BACA JUGA: Prabowo kepada Pengungsi Banjir: Kami Takkan Tinggalkan Kalian

Prabowo juga menyoroti peran petugas di lapangan yang bekerja keras selama berminggu-minggu, bahkan hingga ada yang kehilangan nyawa dalam upaya membantu masyarakat terdampak.

“Rakyat kita sederhana, ya kan.”

“Kalau pemerintah pusat sudah hadir atau elemen dari pemerintah pusat hadir, pasti mereka tahunya ini Bapak Prabowo, Bapak Presiden.”

“Saya kira ya itu wajar rakyat berpikir seperti itu.”

“Sebaliknya kalau enggak ada yang beres, ya Bapak Presiden juga yang tanggung jawab.”

“Jadi, ya itu risiko seorang pemimpin.”

“Jadi, saya bersyukur saya punya saudara-saudara yang telah bekerja keras, sehingga rakyat berterima kasih kepada saya.”

“Tapi saya anggap terima kasihnya ke saya itu adalah terima kasih kepada kita semua, tim kita, pemerintah pusat, pemerintah daerah, semua pemerintah,” tuturnya.

Meski begitu, Prabowo mengakui masih ada kepala daerah yang dinilai kurang menunjukkan keberpihakan kepada rakyat pada situasi kritis.

“Ada bupati-bupati mungkin ya, satu-satu orang ya, yang ya menurut saya kurang loyal kepada rakyatlah di saat kritis, ninggalin tempat dengan segala alasannya, ya.”

“Tapi yang lain saya lihat tegar, tabah.”

“Jadi, saya ingin ucapan terima kasih kepada semua petugas di lapangan, ya, semua lapisan,” imbuhnya.

Kunjungan Tiap Pekan

Presiden Prabowo Subianto berencana mengunjungi langsung daerah-daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, minimal seminggu sekali.

“Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu untuk memantau perkembangan.”

“Saya sudah ke sana beberapa kali, ke Aceh saya sudah tiga kali, ke Sumatera Utara dua kali, ke Sumatera Barat baru satu kali,” ungkap Presiden.

BACA JUGA: Prabowo Subianto: Kita Tidak Boleh Tebang Pohon Sembarangan

Prabowo menyatakan pemerintah terus bekerja keras untuk memulihkan keadaan di daerah-daerah terdampak bencana, dan berharap rehabilitasi segera dimulai.

“Keadaan bencana ini, saya kira merupakan suatu keadaan yang harus kita hadapi dengan penuh kewaspadaan.”

“Karena memang masalah perubahan cuaca, climate change, yang mempengaruhi lingkungan hidup kita menjadi masalah global, masalah planet, sehingga membuat kita harus semakin kuat, semakin tegar, semakin waspada,” bebernya.

Prabowo juga menjawab kritik sejumlah kelompok yang menyebut pemerintah tidak hadir.

“Kita sudah mengerahkan lebih dari 50.000 (prajurit) TNI dan Polri.”

“50.000 itu setingkat 50 batalyon sudah dikerahkan di daerah terdampak.”

“Kalau dibilang negara tidak hadir, ah ya, kita waspada saja ya,” cetusnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like