Prabowo Bakal Bangun Sekolah Terintegrasi di Tiap Kecamatan

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya merancang konsep sekolah terintegrasi di tiap kecamatan.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya merancang konsep sekolah terintegrasi di tiap kecamatan.

Model ini diharapkan menjadi pusat pendidikan holistik yang memadukan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, dalam satu kawasan dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari laboratorium sains, bengkel vokasional, hingga sarana seni dan olahraga.

“Pak Presiden juga perintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi.”

“Kalau sekolah rakyat yang dikawal Menteri Sosial dan Menko Pemas untuk desil 1 dan 2, lalu ada Sekolah Unggul Garuda, maka sekolah terintegrasi ini diproyeksikan menampung anak-anak dari keluarga desil 3, 4, 5, dan 6,” jelas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Dalam konsep baru tersebut, Prabowo juga memperluas orientasi pendidikan agar tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tetapi juga mencakup seni dan olahraga.

“Sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ada SD, ada SMP, ada SMA, ada SMK, dengan fasilitas yang lengkap, fasilitas laboratorium, olahraga begitu, bengkel untuk vokasional, dan seterusnya.”

BACA JUGA: Jadwal Rencana Perjalanan Ibadah Haji 2026, Dimulai 21 April

“Jadi bukan hanya tentang sains, teknologi, engineering, tapi juga matematika, tetapi juga Pak Presiden menambahkan art and sport,” ungkap Pratikno.

Pratikno menambahkan, sebagian besar sekolah terintegrasi tidak akan dibangun dari nol, melainkan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada.

Pola ini mengikuti keberhasilan model Sekolah Unggul Garuda yang kini tengah dijalankan pemerintah.

“Nantinya ada dua, satu utamanya adalah mengonversi dari sekolah yang ada, seperti skema Sekolah Unggul Garuda.”

“Di Sekolah Unggul Garuda tidak semuanya baru, ada sebagian yang merupakan transformasi dari sekolah existing.”

“Demikian juga yang terintegrasi,” jelas Pratikno.

Prabowo menegaskan pentingnya sektor pendidikan sebagai kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Prabowo memberikan arahan agar strategi pengentasan kemiskinan difokuskan pada dua langkah besar, yakni penguatan pendidikan vokasional, dan pembangunan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan.

Pratikno menjelaskan, penguatan pendidikan vokasi menjadi prioritas utama pemerintah, untuk memastikan lulusan pendidikan nasional memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

“Pendidikan vokasional akan menjadi prioritas utama di sektor ini.”

“Jadi bagaimana kita me-matching-kan antara supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja, baik itu tenaga kerja di dalam negeri, maupun tenaga kerja di luar negeri,” papar Pratikno.

Prabowo meminta agar dunia pendidikan tidak hanya menyiapkan kemampuan teknis, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya.

Hal tersebut penting untuk mendukung daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Ini mempersiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, baik di level bawah maupun teknologi tinggi, serta juga untuk pekerja migran,” beber Pratikno.

Putus Mata Rantai Kemiskinan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengungkapkan, Prabowo memberikan arahan tegas agar strategi pemutusan mata rantai kemiskinan dijalankan secara konkret dan terukur, dengan melibatkan seluruh sektor pendidikan dan dunia kerja.

“Salah satu poin penting adalah mengatasi penanggulangan kemiskinan dengan cara memutus mata rantai kemiskinan melalui dua skema strategi.”

“Yang pertama, pendidikan.”

“Yang paling konkret, sekolah rakyat dengan berbagai perkembangan.”

“Yang berikutnya, bersama Pak Menko PMK, mengonsolidir pendidikan menjadi bagian integral mengatasi pengangguran dan tantangan dunia kerja di masa yang akan datang,” ulas Muhaimin.

Prabowo, lanjutnya, memerintahkan peningkatan kapasitas pendidikan vokasi secara menyeluruh, agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja.

BACA JUGA: Kereta Khusus Petani dan Pedagang Meluncur Bulan Ini, 60 Persen Tarif Disubsidi Pemerintah

Pemerintah akan memperbanyak program pelatihan vokasi yang melibatkan balai-balai pelatihan kerja milik pemerintah maupun swasta.

“Akan diperbanyak pelatihan-pelatihan vokasi untuk mendorong para alumni-alumni SMA dan SMK untuk bisa lebih cepat terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.”

“Kita akan melibatkan balai-balai pelatihan negeri maupun swasta agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya revitalisasi sekolah vokasi, agar kurikulum pendidikan dan sistem pengelolaannya berorientasi pada kesiapan tenaga kerja masa depan.

“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi, di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” terang Muhaimin.

Prabowo turut menegaskan pentingnya investasi negara dalam membangun kapasitas sumber daya manusia.

Pemerintah, kata Muhaimin, siap mengalokasikan anggaran untuk memperkuat keterampilan para pelajar dan lulusan pendidikan formal, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Muhaimin menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif dan berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan.

“Kita akan bekerja sungguh-sungguh pada dimensi pemberdayaan di dalam menanggulangi kemiskinan dalam berbagai program-program kita,” cetusnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like