NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto merencanakan percepatan penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh di Indonesia, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan berat seperti truk dan traktor. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Dalam sebuah diskusi bersama jurnalis dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Prabowo menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan arah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bahwa seluruh kendaraan di masa depan diharapkan dapat beralih ke tenaga listrik sebagai sumber energi utama.
“Tapi the whole plan is, semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” ujar Prabowo.
BACA JUGA: Hindari Dehidrasi Akibat Cuaca Panas dengan Langkah Ini
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk modernisasi sektor transportasi, tetapi juga untuk menekan konsumsi BBM yang selama ini menjadi beban besar bagi anggaran negara. Dengan berkurangnya penggunaan BBM, pemerintah berharap dapat mengalokasikan anggaran secara lebih efisien dan mengurangi dampak fluktuasi harga energi global.
Prabowo bahkan menyampaikan bahwa penggunaan BBM di masa depan sebaiknya lebih dibebankan kepada kelompok masyarakat mampu. Ia menggambarkan bahwa kendaraan mewah tetap dapat menggunakan bahan bakar konvensional, namun dengan harga yang mengikuti pasar global.
“Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan pakai bensin, bayar saja harga dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menilai peralihan ke kendaraan listrik dapat menjadi “game changer” bagi perekonomian nasional. Berdasarkan simulasi yang dilakukan pemerintah, penggunaan kendaraan listrik, khususnya sepeda motor, dapat menekan biaya operasional secara signifikan.
“Kita sudah bikin simulasi, ternyata yang naik motor kalau pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20 persen, seperlima. Ini game changer,” katanya.
Selain fokus pada sektor transportasi, Prabowo juga menargetkan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya tenaga surya. Ia menyatakan telah mengambil keputusan politik untuk mendorong peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya secara besar-besaran.
Dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah menargetkan kapasitas tenaga surya dapat mencapai 100 gigawatt. Saat ini, kapasitas produksi energi surya dalam negeri masih berada di kisaran 11 gigawatt, sehingga diperlukan percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur energi.
Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pembangkit listrik tenaga diesel. Ia menyebut bahwa saat ini masih terdapat sekitar 13 gigawatt listrik yang dihasilkan dari diesel, yang dinilai tidak efisien dan berbiaya tinggi.
“Kita harus tutup pembangkit diesel, tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal,” tegasnya.
Langkah penghentian penggunaan diesel ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penghematan energi nasional. Prabowo optimistis bahwa dalam waktu dekat, kapasitas listrik dari diesel dapat digantikan oleh sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain tenaga surya, Prabowo juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam pengembangan energi berbasis kelapa sawit. Ia menyebut bahwa komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar, mulai dari solar hingga avtur.
BACA JUGA: FIFA ASEAN Cup Dijadwalkan Digelar pada September–Oktober 2026
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa situasi global yang tidak menentu menuntut kewaspadaan dalam pengelolaan energi. Ia menegaskan pentingnya pengurangan konsumsi BBM sebagai langkah antisipatif terhadap potensi krisis energi di masa depan.
Menurutnya, Indonesia sebenarnya berada dalam posisi yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain dalam hal sumber daya energi. Namun, langkah efisiensi tetap perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap transisi menuju energi bersih dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi ekonomi, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.