NarayaPost – Dalam taklimat awal tahun pemerintah yang digelar di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto mengulang pesan kuat dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, ketika membahas visi kebijakan makan bergizi gratis (MBG). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu”, sebuah pernyataan yang merefleksikan urgensi pemenuhan kebutuhan pangan rakyat.
BACA JUGA : Diancam Trump, Presiden Venezuela Ajak Amerika Kolaborasi
“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.
“Walaupun begitu banyak pakar yang menyinyir bahwa MBG pasti gagal. Tapi kita bukti kan kepada meraka bahwa MBG berhasil, MBG dinantikan oleh rakyat. Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya kapan saya dapat MBG,” terangnya
Dalam retret Kabinet Merah Putih, Prabowo menyampaikan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab seharusnya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Ia menegaskan bahwa kutipan Bung Karno tersebut menjadi semangat baru dalam implementasi program MBG. Bagi Prabowo, pekerjaan besar pemerintah bukan sekadar memberi bantuan, tetapi memastikan setiap anak dan ibu hamil mendapatkan makanan yang bergizi setiap hari.
Dengan meminjam kata-kata dari Bung Karno, Prabowo berusaha mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia penuh dengan semangat solidaritas dan gotong royong. Menurutnya, kebijakan seperti MBG mencerminkan semangat itu suatu upaya kolektif untuk memastikan setiap warga negara hidup dalam keadaan layak dan bermartabat.
Prabowo juga mengajak semua pihak, baik di pemerintahan maupun di masyarakat luas, untuk terus mendukung program MBG. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari angka penerima manfaat, tetapi dari kualitas hidup yang semakin membaik, khususnya bagi generasi muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.