NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak takut kepada Joko Widodo (Jokowi), apalagi dikendalikan oleh Presiden ke-7 RI tersebut.
Saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chamical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025), Prabowo membantah anggapan dirinya dikendalikan oleh Jokowi.
“Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi.”
“Prabowo masih dikendalikan oleh Pak Jokowi, enggak ada itu,” tegasnya.
Prabowo mengatakan, munculnya narasi dirinya masih berada di bawah bayang-bayang Jokowi adalah hal yang tidak berdasar.
Prabowo mengungkapkan alasannya mengundang Jokowi pada acara tersebut, karena menilai mulai tumbuh budaya politik yang tidak sehat, yakni ketika seorang pemimpin dipuji saat masih berkuasa, tetapi kemudian direndahkan setelah lengser.
“Saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik, pemimpin diapa ya, dikuyo-kuyo, dicari-cari.”
“Pada saat berkuasa disanjung-sanjung, ini budaya apa?”
“Ini harus kita ubah,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, selama ini Jokowi tidak pernah menitipkan atau meminta sesuatu kepadanya.
“Pak Jokowi itu enggak pernah nitip apa-apa sama saya.”
“Ya saya harus katakan yang sebenarnya, kan begitu.”
BACA JUGA: Negosiasi Proyek Pesawat Tempur KF-21 Masih Berlanjut, Faktor Uang Jadi Penentu
“Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi, enggak ada itu.”
“Untuk apa saya takut sama beliau?”
“Aku hopeng (sahabat baik) sama beliau, kok takut?” Selorohnya.
Prabowo juga mengapresiasi capaian pemerintahan Jokowi selama dua periode, termasuk stabilitas ekonomi dan capaian pertumbuhan.
“Beliau memimpin 10 tahun, diakui dunia, bagaimanapun inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus, iya kan?”
“Come on, harus kita yang benarlah, yang jujurlah,” katanya.
Prestasi Jokowi
Prabowo menyebut Jokowi yang paling berjasa memulai proyek pabrik new ethylene project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten.
Prabowo mengaku mengundang Jokowi untuk turut hadir dalam acara peresmian pabrik tersebut.
“Saya kemarin juga mengundang atau saya minta diundang Presiden Joko Widodo, Presiden Ke-7.”
“Karena bagaimanapun ini salah satu prestasi beliau, ini dimulai di zaman beliau juga.”
“Hasil kesepakatan, hasil lobi beliau dengan pimpinan Korea, jadi sepantasnya beliau ke sini,” bebernya.
Menurut Prabowo, kehadiran Jokowi di lokasi peresmian adalah hal penting, karena kehadiran pabrik LCI dimulai pada era pemerintahan sebelumnya.
Prabowo mengaku telah mengundang Jokowi secara langsung melalui sambutan telepon.
Namun, Prabowo memaklumi keputusan Jokowi tidak hadir di agenda tersebut.
“Hanya beliau minta maaf, beliau telepon saya, beliau belum bisa hadir dan saya juga sampaikan kita maklumi,” ungkapnya.
Prabowo juga mengingatkan generasi saat ini, tentang perlunya mengingat jasa para tokoh dan pemimpin terhadap perjalanan bangsa.
“Tapi, bagaimanapun saya ingatkan generasi penerus, saya ingatkan masyarakat Indonesia, marilah kita pandai-pandai menghormati jasa-jasa semua tokoh, jasa-jasa semua pemimpin,” ajaknya.
Kagumi Bangsa Korea
Presiden Prabowo Subianto kagum terhadap ketangguhan dan etos kerja bangsa Korea.
“Saya termasuk yang kagum sama bangsa Korea.”
“Saya kagum dengan budaya mereka, saya kagum dengan kerja keras mereka.”
“Mereka bangsa yang pekerja keras,” puji Prabowo saat meresmikan operasional PT Lotte Chemical Indonesia sebagai pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara di Cilegon, Banten, Kamis.
Prabowo mengatakan, Korea merupakan bangsa yang mampu bangkit menjadi negara modern dari kondisi sulit pasca-perang.
Prabowo menilai bangsa tersebut memiliki kedisiplinan tinggi, daya juang kuat, serta pemimpin dan sumber daya manusia yang tangguh, meski tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Prabowo lalu mengenang pengalamannya saat masih bertugas di militer, ketika dirinya bekerja sama dengan pelatih judo dari Korea.
Pelatih tersebut menunjukkan dedikasi tinggi dan semangat kerja keras yang luar biasa.
Salah satu momen berkesan ketika pelatih Korea tersebut menyuruh tim judo Kopassus tetap berlatih meski bertepatan dengan hari besar keagamaan, baik Natal maupun Idul Fitri.
Bagi pelatih tersebut, latihan tetap menjadi prioritas utama sebagai kunci untuk meraih kemenangan.
“Dia tanya ‘Jenderal, Jenderal mau tim Jenderal juara atau tidak?’ ‘Mau’.”
“Kalau mau juara, tidak ada jalan lain harus latihan, hanya ada satu rumus untuk menang’.”
BACA JUGA: Kereta Khusus Petani dan Pedagang Meluncur Bulan Ini, 60 Persen Tarif Disubsidi Pemerintah
“Saya tanya ‘apa rumusnya?’ ‘Rumusnya tiga, nomor satu latihan training, nomor dua latihan training, nomor tiga latihan training‘.”
“Nah, ini pengalaman saya dengan orang-orang Korea,” ungkap Prabowo.
Prabowo menggambarkan karakter bangsa Korea sebagai bangsa yang disiplin dan pantang menyerah.
Menurutnya, semangat seperti itu layak menjadi teladan dalam membangun bangsa yang tangguh.
“Jadi, orang Korea ini bangsa yang tangguh.”
“Jadi, kalau negosiasi sama orang Korea tidak gampang.”
“Ya, jadi, boleh juga kalau orang Korea, kita kirim juga orang Papua. Jadi, mereka bangsa yang tangguh,” tutur Prabowo. (*)