Prabowo Tinjau Hunian Danantara di Aceh Tamiang Saat Awal Tahun

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan tinjau secara langsung lokasi pembangunan hunian sementara yang dibangun bagi warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Agenda kerja ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Rombongan Presiden tiba di Aceh Tamiang pada Kamis pagi setelah melakukan perjalanan melalui beberapa titik terdampak bencana di Sumatera. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf (yang dikenal dengan sapaan Mualem), CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

BACA JUGA : Presiden Rayakan Tahun Baru di Wilayah Bencana

Perjalanan kunjungan dimulai dari helipad setempat, kemudian Presiden Prabowo bersama rombongan menuju langsung ke lokasi pembangunan rumah hunian sementara atau huntara. Pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari program besar yang diinisiasi pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan target pembangunan puluhan ribu unit hunian di sejumlah provinsi yang terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Prabowo menyapa langsung warga yang sudah berkumpul di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat saat Presiden dan Gubernur Mualem melambaikan tangan kepada masyarakat dari atas kendaraan dinas. Kehadiran keduanya tak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga memberikan semangat baru bagi warga yang masih dalam proses pemulihan setelah dihantam bencana.

Di titik peninjauan, Presiden Prabowo terlihat memperhatikan secara detail progres pembangunan hunian. Ia berdialog dengan pengembang dan pejabat daerah, serta meninjau fasilitas yang disiapkan di dalam rumah hunian Danantara. Fasilitas tersebut dirancang agar layak huni, aman, serta memiliki kebutuhan dasar yang memadai bagi para penghuni yang akan menempatinya.

Program hunian terasa penting karena merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan kehidupan normal masyarakat setelah mengalami kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor. Banyak warga yang menjadi pengungsi dan membutuhkan tempat tinggal sementara yang kokoh serta nyaman sambil menunggu pemulihan total infrastruktur dan layanan masyarakat di wilayah mereka.

Selain meninjau hunian, Presiden Prabowo juga memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat. Rapat ini membahas percepatan pembangunan hunian, distribusi bantuan kepada warga terdampak, serta langkah strategis untuk memastikan fasilitas umum yang terdampak bisa kembali beroperasi. Diskusi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menanggapi situasi pascabencana secara holistik.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Mereka memetakan langkah-langkah kolaboratif yang akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan untuk memastikan program pembangunan hunian berjalan sesuai rencana. Selain itu, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dampak bencana yang relatif besar di kawasan tersebut.

Masyarakat Aceh Tamiang menyambut baik kunjungan Presiden Prabowo. Kehadiran kepala negara memberi rasa aman dan optimisme bahwa proses pemulihan akan berjalan cepat. Sejumlah warga berharap bahwa hunian yang dibangun akan segera selesai dan dapat dihuni dalam waktu dekat, sehingga mereka bisa kembali menata kehidupan bersama keluarga setelah kehilangan tempat tinggal.

BACA JUGA : Kemlu RI Tegaskan Pantau Ketegangan di Yaman, Dorong Penyelesaian Damai

Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025. Dalam waktu kurang dari dua minggu telah menunjukkan percepatan.

Sebanyak 198 unit telah selesai dibangun pada 1 Januari 2026, disusul total 600 unit yang akan siap huni pada 8 Januari 2026. Pembangunan akan terus dirampungkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like