Pramono Ingin Ada Nyanyian Natal di Jalan Agar Jakarta Tenteram

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung lebih semarak dan meriah. Foto: beritajakarta.id
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta panitia Natal menggelar pertunjukan Christmas Carol alias nyanyian Natal di jalan-jalan utama Ibu Kota.

Pramono ingin perayaan hari besar semua agama di Jakarta, diperlakukan sama baiknya.

“Kalau bisa dilakukan, maka saya yakin pertama suasana hatinya tenteram.”

“Kedua, apa pun itu, baik itu Natal, nanti Idulfitri, dan semua agama kita perlakukan yang sama secara baik.”

“Saya yakin momentum ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Pramono di Sari Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

Pramono juga ingin menggelar lomba digitalisasi dan diskon di pusat perbelanjaan (mal) dan hotel-hotel, untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BACA JUGA: Kepadatan Penduduk Jakarta Peringkat 30 Besar, Bukan Terpadat

Inisiatif penyelenggaraan perlombaan ini untuk mendorong digitalisasi, mengendalikan laju inflasi melalui persaingan diskon, dan menyemarakkan suasana perayaan Nataru di Ibu Kota.

“Bagaimana kalau kita lombakan Natal dan Tahun Baru di mal-mal yang ada?”

“Yang pertama digitalisasi, yang kedua adalah lomba diskon, dan suasana Natal dan Tahun Baru,” ucap Pramono.

Pramono meyakini, lomba diskon di berbagai pusat perbelanjaan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat di akhir tahun ini, sehingga suasana Nataru menjadi lebih meriah.

Lebih Semarak dan Meriah

Pramono meminta perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung lebih semarak dan meriah.

Pramono ingin menjadikan event di Jakarta lebih menarik bagi masyarakat.

“Saya sudah minta kepada Panitia Natal untuk mengadakan kegiatan jangan hanya acara yang satu besar, kemudian selesai.”

“Saya lebih menginginkan Jakarta dibuat lebih semarak,” cetus Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Untuk mendukung perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pusat-pusat keramaian dan pertokoan memperbanyak dekorasi.

Bahkan, Gubernur juga mengizinkan adanya kegiatan hiburan di berbagai titik strategis di jalanan.

“Nanti saya juga mengizinkan untuk mereka bernyanyi di Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto dan sebagainya.”

“Itu yang hal yang memang saya inginkan untuk Jakarta menjadi lebih semarak, lebih menarik,” ungkapnya.

Terkait perayaan Tahun Baru, Pramono memastikan perayaan pergantian tahun akan kembali dipusatkan di beberapa titik strategis, mengikuti tradisi tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk Tahun Baru rencananya memang masih seperti yang dulu-dulu, dipusatkan di 2-3 tempat, tapi yang jelas yang utama adalah di Bundaran HI, kemudian di Monas, dan memang ada usulan juga apakah di Ancol ataukah di Lapangan Banteng,” beber Pramono.

Pramono juga menyampaikan pesan persatuan dan kebersamaan masyarakat Jakarta.

Sebab menurutnya, pembangunan di Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri dan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Maka dengan demikian untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, Pak Sekda, tolong saya pengin Jakarta aman, nyaman, tenteram, meriah, dan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk bisa menikmati itu,” tegas Pramono.

Momentum Tingkatkan Pendapatan Daerah

Pramono juga menyoroti peningkatan signifikan mobilitas masyarakat yang akan masuk ke Jakarta, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Peningkatan mobilitas masyarakat tersebut terkait banyaknya kegiatan untuk memeriahkan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pramono mengungkapkan, Jakarta sedang mengalami lonjakan berbagai kegiatan seperti event kesenian, olahraga, dan budaya, hingga akhir tahun nanti.

“Karena apa pun, melihat perkembangan ekonomi, perkembangan apa, Jakarta sekarang ini banyak sekali event yang akan berlangsung sampai dengan akhir tahun.”

“Apakah itu event kesenian, olahraga, budaya, dan sebagainya,” papar Pramono.

Menjelang akhir tahun, Pramono juga mewanti-wanti potensi kenaikan lalu lintas karena adanya libur panjang dan pergerakan masyarakat, baik ke luar daerah ataupun ke Jakarta.

BACA JUGA: Jakarta Larang Jual Beli dan Konsumsi Hewan Penular Rabies

Perayaan Nataru ini dinilainya menjadi momentum bagi masyarakat untuk berlibur dan berbelanja ke Jakarta.

Kenaikan mobilitas juga akan berdampak pada penggunaan transportasi publik.

Pramono mencontohkan rute Transjabodetabek Blok M-PIK 2 yang awalnya ditargetkan hanya 2.000 penumpang, kini diproyeksikan mencapai lebih dari 6.000-7.000 penumpang per hari.

“Karena memang terpakai sekali.”

“Bahkan keluhannya Pak Dirut Transjakarta sekarang orang ngeluh armada kita kurang.”

“Nah, inilah yang kita akan pikirkan kembali untuk itu,” tutur Pramono.

Pramono juga menyebut okupansi perhotelan mengalami kenaikan signifikan.

Karena itu, ia mendorong jajarannya memanfaatkan momentum ini dengan baik untuk meningkatkan pendapatan daerah, menjaga inflasi, dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman dan nyaman. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like