Presiden Prancis Bilang Cina dan Amerika Krisis Ganda Bagi Eropa

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Eropa bisa tersingkir dalam lima tahun ke depan, jika tidak segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingan strategisnya. Foto: knowledge.insead.edu
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Eropa bisa tersingkir dalam lima tahun ke depan, jika tidak segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingan strategisnya.

Strategi Uni Eropa yang memilih mengalah kepada Amerika Serikat (AS) saat menghadapi tindakan agresif, kata Macron, justru tidak memberikan hasil dan berisiko melemahkan posisi Eropa di panggung global.

Dalam wawancara dengan sejumlah media Eropa yang dipublikasikan pada Selasa (10/2/2026), Macron menegaskan dirinya tidak pernah merendahkan AS, namun menilai pendekatan kompromi berlebihan terhadap tekanan Washington bukanlah langkah efektif.

“Saya tidak pernah menghina AS, rakyatnya, atau kepemimpinannya, tidak pernah.”

“Saya juga tidak mengejeknya, karena saya percaya AS adalah demokrasi yang sangat besar.”

“Ini bukan strategi,” ujarnya.

BACA JUGA: Ogah Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Trump Ancam Prancis

Macron menyoroti kemunduran di sejumlah sektor penting seperti industri kimia, permesinan, dan otomotif.

Macron menggambarkan situasi saat ini sebagai krisis ganda, yakni tekanan perdagangan besar dari Cina, serta ketidakstabilan kebijakan dari pihak AS, yang menurutnya menempatkan Eropa dalam posisi sulit.

“Dalam kenyataannya, kita menghadapi krisis ganda: tsunami perdagangan dari Cina, dan ketidakstabilan seketika dari pihak Amerika.”

“Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah kita ingin menjadi penonton atau pelaku?” Tutur Macron.

Ia menekankan, Eropa harus memilih menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton dalam dinamika global.

Sikap pasif, kata dia, sama saja dengan menyerah secara sukarela terhadap tekanan kekuatan besar dunia.

BACA JUGA: Trump Bilang Denmark Jaga Greenland Pakai Kereta Luncur Anjing

Macron juga menyebut isu Greenland sebagai titik balik geopolitik, yang menyadarkan negara-negara Eropa akan adanya ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan dan kepentingan strategis mereka.

“Saya pikir kita sekarang berada pada titik yang saya sebut sebagai momen Greenland.”

“‘Itu tentu membuat jelas bagi orang Eropa, ancaman itu ada,” imbuhnya.

Terkait konflik Ukraina, Macron menegaskan  Eropa harus dilibatkan langsung dalam setiap perundingan penyelesaian, agar dapat menjaga kepentingannya sendiri.

Ia menambahkan, tanggung jawab tersebut tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak lain, termasuk AS.

Pada Januari lalu, media melaporkan Macron menolak bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

Trump kemudian mengancam mengenakan tarif tinggi terhadap produk anggur dan sampanye Prancis, ancaman yang oleh pihak Istana Elysee disebut tidak dapat diterima.

Klaim Trump Dibantah

Sebuah delegasi Kongres AS yang sedang berkunjung ke Greenland pada Senin (9/2/2026), membantah klaim Presiden AS Donald Trump, pulau tersebut dipenuhi kapal-kapal Rusia dan Cina.

Mereka menyebut pernyataan Trump tidak benar.

Dalam konferensi pers di Nuuk, ibu kota Greenland, Senator Independen Angus King dari Maine mengatakan, berdasarkan pengamatan langsung delegasi tersebut dan pengarahan dari Komando Arktik Gabungan Denmark, pernyataan Trump tentang kehadiran kapal-kapal Rusia dan Cina di sekitar Greenland tidak berdasar.

King juga membantah pernyataan Trump, yang menyebut pertahanan Greenland sangat bergantung pada anjing kereta salju, seraya menegaskan kapasitas keamanan dan pertahanan Greenland kuat dan semakin kokoh.

Delegasi yang tiba di Nuuk pada Sabtu (7/2/2026) itu bertujuan memperbaiki hubungan dan membangun kembali kepercayaan dengan Denmark dan Greenland.

Delegasi ini dipimpin oleh Senator Partai Republik Lisa Murkowski dari Alaska dan Senator Angus King, serta termasuk sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik maupun Demokrat.

Murkowski mengatakan, komentar Trump baru-baru ini soal mengambil alih Greenland dan sejumlah ancaman terkait, telah merugikan rakyat Greenland.

“Pernyataan itu menyakitkan hati saya.”

“Beberapa kata Trump telah mengikis dan merusak kepercayaan yang dibangun sejak Perang Dunia II,” ucapnya.

Tujuan kunjungan tersebut, kata Murkowski, adalah untuk bekerja sama dalam membangun kembali kepercayaan itu. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like