NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4). Peresmian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya Indonesia mempercepat transisi menuju penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Acara tersebut ditandai secara simbolis dengan penekanan sirine serta penandatanganan prasasti oleh Presiden, yang menandakan dimulainya operasional fasilitas perakitan kendaraan listrik tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PT VKTR yang dinilainya sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mendorong transformasi sektor energi dan industri nasional. Ia menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien secara ekonomi.
BACA JUGA: Sistem War Tiket Diwacanakan oleh Menhaj, Bukan Melalui Antrean
Menurutnya, langkah ini tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan industri berbasis teknologi di dalam negeri.
Prabowo juga menyoroti peran kelompok usaha nasional dalam mendukung agenda transformasi tersebut, termasuk kontribusi keluarga Bakrie yang disebutnya turut aktif dalam proses industrialisasi. Ia menilai keterlibatan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program strategis pemerintah, khususnya dalam pengembangan industri kendaraan listrik yang membutuhkan investasi besar serta inovasi berkelanjutan. Dalam konteks ini, kehadiran pabrik VKTR dipandang sebagai bukti konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pentingnya elektrifikasi sebagai langkah strategis untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak berbasis fosil. Ia menyatakan bahwa peralihan menuju energi listrik dalam sektor transportasi merupakan bagian dari upaya global dalam menekan dampak perubahan iklim.
Oleh karena itu, pembangunan fasilitas perakitan kendaraan listrik seperti yang dilakukan VKTR dinilai memiliki nilai historis dan strategis bagi Indonesia. Ia bahkan menyebut inisiatif tersebut sebagai sebuah tonggak yang membanggakan dalam perjalanan industrialisasi nasional.
“Elektrifikasi menjadi salah satu langkah penting, yaitu menggunakan listrik agar tidak lagi bergantung terlalu besar pada BBM berbasis fosil dan karbon,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong penggunaan energi bersih sebagai bagian dari kebijakan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, ia juga melihat bahwa pengembangan industri kendaraan listrik dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, terutama di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk-produk ramah lingkungan.
BACA JUGA: RI Buat Kejutan untuk Dunia Tahun Depan, Soal Apa?
Prosesi peresmian ditutup dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden, disertai pernyataan resmi yang menandai dimulainya operasional pabrik. Dalam momen tersebut, Prabowo mengucapkan kalimat peresmian dengan penuh keyakinan, menandakan optimisme terhadap masa depan industri kendaraan listrik di Indonesia. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh penting dalam acara ini turut memperkuat makna strategis dari peresmian tersebut.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Anindya Bakrie, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan industri kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda nasional.
Secara keseluruhan, peresmian pabrik ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga menandai komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem industri yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik di tingkat regional maupun global.