Presiden Sebut Harus Berani Berantas Kemiskinan di RI

Presiden Prabowo Subianto.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang masih menjadi persoalan mendasar di Indonesia. Ia menegaskan, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan langkah biasa, melainkan membutuhkan keberanian, tekad yang kuat, serta kebersamaan lintas sektor. Seruan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih dihadapkan pada berbagai persoalan struktural, termasuk kemiskinan. Namun, ia menolak pesimisme dan menekankan bahwa bangsa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk keluar dari permasalahan tersebut jika seluruh komponen masyarakat mau bergerak bersama. Menurutnya, keberanian mengambil keputusan dan kesatuan langkah menjadi kunci utama untuk mencapai perubahan nyata.

Upaya Pengentasan Kemiskinan Jadi Agenda Bersama

Prabowo menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus menjadi agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ia mendorong keterlibatan semua pihak, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta, agar bergerak searah dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Dengan semangat persatuan, ia meyakini cita-cita tersebut bukan hal yang mustahil.

BACA JUGA: Perdagangan RI Surplus 2025, Negara Ini Penyumbang Besar

Presiden juga menyampaikan optimismenya bahwa kemiskinan dapat dihapuskan dari Indonesia jika bangsa ini tidak ragu melangkah dan tidak terjebak pada rasa takut. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak merasa kecil atau minder dalam menghadapi tantangan besar. Menurutnya, rasa percaya diri sebagai bangsa harus terus dipupuk agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.

Keyakinan tersebut, kata Prabowo, didasarkan pada potensi besar yang dimiliki Indonesia. Ia menyoroti kekayaan sumber daya alam yang melimpah sebagai modal utama pembangunan nasional. Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo mengaku mempelajari berbagai data dan fakta mengenai kondisi Indonesia, termasuk potensi ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dari hasil kajian tersebut, ia semakin yakin bahwa Indonesia sejatinya memiliki kekuatan besar untuk mensejahterakan rakyatnya.

Presiden Nilai Kekayaan Alam Indonesia Sebagai Anugerah Besar

Prabowo menyebut kekayaan alam Indonesia sebagai anugerah luar biasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dengan bijak dan bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok. Ia menegaskan bahwa kekayaan bangsa tidak boleh berhenti sebagai angka statistik, melainkan harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata di tingkat masyarakat bawah.

BACA JUGA: Bom Waktu Iran dan Amerika

Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan kekayaan nasional tidak akan optimal jika praktik korupsi masih merajalela. Ia menilai korupsi sebagai salah satu penghambat utama pembangunan dan penyebab ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi disebutnya sebagai prasyarat penting dalam agenda pengentasan kemiskinan.

Prabowo menekankan bahwa keberanian yang ia maksud tidak hanya dalam hal pembangunan ekonomi, tetapi juga keberanian menegakkan keadilan dan hukum. Ia menilai, tanpa tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, kekayaan alam yang melimpah justru berpotensi menjadi sumber masalah baru. Karena itu, ia mendorong agar seluruh aparatur negara dan pemangku kepentingan memiliki komitmen kuat dalam memerangi korupsi.

Melalui momentum pengukuhan pengurus MUI yang baru, Prabowo berharap peran tokoh agama dapat semakin kuat dalam menjaga persatuan dan membangun moral bangsa. Ia meyakini bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang berjalan beriringan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bebas dari kemiskinan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like