Prospek Ekonomi RI Tahun 2026 Masih Banyak Dinamika

Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2026 yang dinilai masih akan diwarnai oleh berbagai dinamika, baik dari sisi global maupun domestik. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menilai bahwa kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah perekonomian nasional ke depan.

“OJK memandang bahwa prospek ekonomi 2026 masih akan diwarnai dengan berbagai dinamika, termasuk yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik serta pasar keuangan global secara keseluruhan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu (24/1).

Menurutnya, eskalasi konflik geopolitik di sejumlah kawasan, ketegangan hubungan antarnegara, serta kebijakan moneter ketat di negara maju berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap stabilitas ekonomi global.

BACA JUGA: Amerika Tinggalkan WHO, Tunggakan Belum Dibayar

Kinerja Ekonomi Indonesia Masih Relatif Baik

Meski demikian, Dian menegaskan bahwa kinerja perekonomian domestik Indonesia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini dinilai cukup solid di tengah perlambatan ekonomi global dan mencerminkan daya tahan permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Memasuki kuartal IV 2025, sektor manufaktur juga terpantau masih berada dalam fase ekspansif. Aktivitas industri pengolahan tetap tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan mulai pulihnya permintaan eksternal. Selain itu, kinerja sektor eksternal Indonesia dinilai masih terjaga dengan baik, tercermin dari neraca perdagangan yang tetap mencatatkan surplus. Surplus perdagangan tersebut memberikan bantalan bagi stabilitas nilai tukar serta menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

Di sisi lain, lembaga-lembaga multilateral memproyeksikan bahwa tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih akan berlanjut pada 2026. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan berada di bawah rata-rata sebelum pandemi COVID-19, seiring meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama, tingginya beban utang global, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga. Kondisi ini berpotensi menekan arus perdagangan dan investasi global, termasuk ke negara berkembang seperti Indonesia.

Pemerintah Pasang Prospek Ekonomi Optimis

Meski menghadapi tantangan global tersebut, pemerintah Indonesia tetap memasang target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimistis pada tahun 2026, yakni sebesar 5,4 persen. Target ini mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap kemampuan ekonomi domestik dalam menjaga momentum pertumbuhan, terutama melalui penguatan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan digitalisasi.

BACA JUGA: Ini Insentif dan Fasilitas untuk Dokter Spesialis di Daerah Terpencil

Dian menilai, optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut berpotensi menjadi daya tarik bagi investor, baik domestik maupun asing. Arus investasi yang masuk diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur perekonomian nasional. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan kredit di sektor perbankan, baik untuk pembiayaan konsumsi maupun investasi.

Dalam konteks tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap resilien di tengah dinamika global. Penguatan pengawasan perbankan, manajemen risiko, serta pendalaman pasar keuangan menjadi langkah penting guna memastikan sektor keuangan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dengan sinergi kebijakan antara pemerintah, otoritas moneter, dan otoritas keuangan, prospek ekonomi Indonesia pada 2026 diharapkan tetap berada pada jalur yang positif meski menghadapi tantangan global yang tidak ringan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like