NarayaPost – Suasana Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/11), menjadi panggung bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk menyampaikan kabar baik terkait capaian ibu kota. Di tengah perayaan Hari Angklung Dunia ke-15, ia mengumumkan bahwa posisi Jakarta dalam Indeks Kota Global mengalami peningkatan signifikan dari peringkat 74 naik ke 71.
Dalam sambutannya, Rano menuturkan bahwa capaian tersebut tak lepas dari semarak aktivitas budaya dan komunitas yang terus tumbuh di Jakarta. “Alhamdulillah Jakarta indeks city globalnya meningkat dari 74 sekarang kita menaik menjadi 71 karena apa karena kegiatan-kegiatan seperti ini” ujar Rano Karno.
Ia kemudian menceritakan kembali bagaimana panitia Hari Angklung Dunia awalnya meminta izin untuk menampilkan pertunjukan angklung di area CFD.
BACA JUGA: Siswa di Tangerang Korban Bullying Meninggal Dunia
“Awalnya datang ke Pemprov DKI cuma pak kita minta izin mau main angklung alah bisa main enggak bisa bagus enggak bagus berapa orang 300 mau main di mana di tempat car free day 300 car free day enggak ada keliatan saya bilang bisa gak seribu dia bilang bisa pak soalnya di Jakarta sudah banyak orang lansia katanya” ucapnya.
Rano juga mengajak masyarakat agar terus berpartisipasi menjaga Jakarta melalui kegiatan positif, mulai dari aktivitas olahraga hingga ekspresi seni. “Baik artinya ibu-ibu sekalian mari kita bahagia hari ini kita menunjukkan kepada Jakarta bahwa kita menjaga Jakarta olahraga kesenian bagian dari kita menjaga ibu kota kita” tutupnya.
Peringatan Hari Angklung ke-15 Dunia di kawasan CFD Bundaran HI tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menandai salah satu momen ketika pemerintah daerah dan masyarakat saling menunjukkan peran dalam membangun citra Jakarta sebagai kota yang aktif dan dinamis.
Melalui pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, kegiatan tersebut dipandang turut memberi kontribusi terhadap peningkatan Indeks Kota Global Jakarta dari posisi 74 menjadi 71. Kenaikan ini menggambarkan adanya pengakuan terhadap aktivitas warga dan komunitas yang terus bergerak menampilkan keberagaman budaya di ruang publik.
BACA JUGA: Keamanan Indonesia Dinilai Tinggi, Peluang Investasi Kian Terbuka
Penjelasan Rano mengenai proses awal penyelenggaraan acara angklung memperlihatkan bagaimana inisiatif masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan besar yang menyedot perhatian pengunjung CFD. Dialog antara panitia dan pemerintah daerah yang awalnya hanya bermaksud menggelar pertunjukan dengan ratusan peserta berujung pada skala yang jauh lebih besar dan melibatkan lebih banyak warga, termasuk kelompok lansia yang disebut memiliki antusiasme tinggi untuk terlibat.
Ajakan Rano kepada warga untuk terus menjaga Jakarta melalui aktivitas positif juga menjadi penegasan mengenai pentingnya keberlanjutan kegiatan sosial dan budaya dalam kehidupan kota. Menurutnya, kegiatan olahraga, seni, serta keramaian yang muncul dari partisipasi warga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga wajah ibu kota. Pernyataan seperti “Baik artinya ibu-ibu sekalian mari kita bahagia” dan ajakan untuk menunjukkan kepedulian terhadap Jakarta melalui aktivitas sehari-hari menjadi penutup dari pesan yang ingin disampaikan pada kesempatan tersebut.
Perayaan Hari Angklung Dunia tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum yang menggambarkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghadirkan energi positif di ruang publik. Peningkatan posisi Jakarta dalam Indeks Kota Global menjadi salah satu indikator yang disebut berkaitan dengan dinamika tersebut, memperlihatkan bahwa aktivitas budaya tetap memiliki tempat penting dalam perkembangan sebuah kota besar. Acara ini sekaligus menegaskan bahwa Jakarta terus berupaya memperkuat identitasnya melalui keberagaman, kreativitas, dan partisipasi warganya.