Roblox Jadi Ekstrakurikuler Jenjang SMP di Solo

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Roblox mulai jadi bagian pendidikan. Ini tampak dari apa yang diterapkan sebuah SMP di Solo, yakni membuat gim itu jadi salah satu pilihan ekstrakurikuler (ekskul). Pemkot Solo memanfaatkan platform gim daring ini menjadi sarana edukasi untuk siswa, tapi jadi pelajaran pertama bagi siswa SMP via Roblox adalah etika.

Apa itu Gim Roblox?

Roblox adalah platform gim daring. Gim Roblox memungkinkan penggunanya tidak hanya bermain, tetapi menciptakan dunia atau gim mereka sendiri. Lalu, pengguna akan diajak untuk berinteraksi dengan pemain lain di dalamnya.

“Di awal kita ada etika Roblox terlebih dulu, jadi etika penggunaan gim Roblox itu kita berikan pada mereka, kita ajarkan mereka. Jadi mana yang baik dan mana yang buruk, itu mereka bisa memilih dulu kan. Jadi apa-apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, kita ajarkan terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka kita ajak untuk bermain hal-hal yang positif,” urai Pemimpin BLUD Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark, Yudit Cahyantoro, Sabtu, (13/9/2025).

BACA JUGA: Gaji Kecil Menkeu Purbaya Dibandingkan Saat Jadi Dewan Komisioner LPS

Menurutnya, ada 2 fasilitas ruangan di Solo Technopark, yang pakai hp sendiri atau memakai PC. “Kalau pakai PC lebih pada untuk building map-nya,” katanya. Wujud ekstrakurikuler itu tidak terbatas waktunya kendati Solo Technopark mempersiapkan pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Yudit Pastikan Layanan Roblox Gratis

Yudit mengaku mempersiapkan waktu 2 jam untuk materi terlebih dulu. Lalu, mereka akan diajak main bersama dengan didampingi oleh mentor. Adapun, jumlah mentor akan disiapkan tergantung siswa yang datang.

Yudit menambahkan, ada sekitar 7 orang dengan satu kelas terisi 30 siswa. Ia memastikan layanan ekskul Roblox ini gratis, lantaran merupakan layanan publik dari Solo Technopark. Kini, pendaftaran siswa telah ditutup lantaran kuotanya sudah mencapai 511 orang.

Roblox Bisa Picu Kreativitas Siswa

Yudit meyakini, gim tersebut bisa memacu kreativitas para siswa, terutama dengan konsep open sourcenya. “Gim memacu kreativitas pengguna. Tapi, dari kreativitas itu kan harus kami arahkan. Jangan sampai itu masuk ke hal-hal yang negatif,” tegas Yudit.

Ia menyebut, peserta ekskul Edublox bakal menjalani tiga sesi atau tiga pertemuan dengan masing-masing materi setiap sesinya berupa etika saat bermain gim. “Misalkan tidak menggunakan kata-kata yang negatif dan tidak mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan atau SARA,” katanya.

Walikota Solo Meyakini Gim Dapat Memberi Edukasi

Walikota Solo, Respati Ardi menyebut, meski ada pro kontra, ia tetap yakin gim itu bisa memberi edukasi. Menurutnya, Pemkot Solo tidak bisa melarang gim yang digemari anak-anak. Tapi, Pemkot tetap melakukan kontrol supaya anak-anak bisa mengambil sisi positifnya.

BACA JUGA: Jokowi Ngaku Tiga Kali Dorong RUU Perampasan Aset Dibahas

“Jadi Roblox tak hanya negatifnya saja, tetapi jika diajarkan dengan tepat bisa menjadi edukasi. Kami tidak bisa menghindari gim digital,” ucapnya.

Roblox, sebutnya, bisa mengembangkan imajinasi pelajar dan membuat mereka semakin kreatif. “Kalau harapan saya jangan di usia dini, ini memang harusnya di usia SMP yang menuju remaja. Saya menyarankan, jangan anak-anak, kami fokus untuk siswa SMP,” urainya.

Gim Roblox Sempat Dilarang

Gim Roblox sebelumnya menuai pro-kontra. Sebab, gim tersebut sempat membuat anak-anak candu hingga menghabiskan uang jutaan. Namun, saat ini, Pemkot Solo justru mendukung gim tersebut untuk dijadikan ekstrakurikuler dan mendukung pengembangan siswa dari sisi kreativitas.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like