Rumah Putin Diserang, Ukraina Sebut Rusia Maling Teriak Maling

Ukraina membantah tudingan meluncurkan serangan 91 drone kamikaze terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (28/12/2025) malam. Foto: sky.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Ukraina membantah tudingan meluncurkan serangan 91 drone kamikaze terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (28/12/2025) malam.

Kyiv mengatakan klaim tersebut merupakan kebohongan lain dari Moskow. 

“Ini adalah kebohongan lain dari Rusia.”

“Mereka hanya menyiapkan lahan untuk melakukan serangan, mungkin di ibu kota dan mungkin di gedung-gedung pemerintah,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dikutip The Guardian, Selasa (30/12/2025).

Zelenskyy meminta semua warganya waspada.

“Serangan terhadap ibu kota mungkin akan dilakukan, terutama karena orang ini (Putin) mengatakan mereka akan memilih target yang sesuai,” imbuhnya.

BACA JUGA: Vladimir Putin: Rusia Tidak Berniat Serang Eropa

Lewat unggahan di X, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan Rusia telah membuat klaim palsu tentang serangan 91 drone tersebut.

“Manipulasi Rusia mengenai dugaan upaya menyerang kediaman Putin adalah rekayasa, hanya untuk satu alasan, untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu bagi serangan Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina.”

“Serta untuk melemahkan dan menghambat proses perdamaian.”

“Taktik Rusia yang biasa, menuduh pihak lain melakukan atau merencanakan apa yang Anda lakukan sendiri.”

“Pertama, Rusia telah menyerang gedung pemerintah Ukraina tahun ini.”

“Kedua, Ukraina hanya menyerang target militer yang sah di wilayah Rusia, sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina.”

“Ketiga, Rusia adalah agresor, dan Ukraina adalah negara yang telah diserang dan membela diri sesuai pasal 51 Piagam PBB.”

“Tidak boleh ada kesamaan yang keliru antara agresor dan negara yang membela diri,” tutur Sybiha.

Sybiha lantas mendesak dunia internasional mengutuk pernyataan provokatif Rusia yang bertujuan menggagalkan proses perdamaian yang konstruktif.

“Ukraina tetap berkomitmen pada upaya perdamaian yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dengan partisipasi mitra-mitra Eropa,” tegasnya.

Rusia sebelumnya menyatakan militer Ukraina meluncurkan serangan 91 drone kamikaze jarak jauh ke kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Wilayah Novgorod pada Minggu malam.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, rezim Kyiv telah sepenuhnya beralih ke kebijakan terorisme negara, dan Moskow akan meninjau posisi negosiasinya sesuai dengan itu.

BACA JUGA: Rusia Siap Ladeni Eropa Jika Kerahkan Pasukan ke Ukraina

“Semua kendaraan udara tak berawak dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia.”

“Serangan itu terjadi di tengah negosiasi intensif antara Rusia dan Amerika Serikat,” ucapnya.

Lavrov menegaskan, tindakan sembrono Kyiv tidak akan dibiarkan tanpa balasan. 

Menurutnya, Moskow telah menetapkan target dan waktu serangan balasan yang akan datang.

Lavrov mengatakan serangan ini pasti akan memengaruhi proses penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tanpa memberikan detail pasti tentang potensi perubahan posisi Rusia.

“Kami tidak bermaksud untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS.”

“Namun, mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan direvisi,” cetus Lavrov.

Tindakan Teroris

 Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa mengatakan, upaya Kiev menyerang kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin adalah tindakan teroris yang bertujuan mengganggu proses negosiasi.

“Ini adalah tindakan teroris yang bertujuan mengganggu proses negosiasi, yang ditujukan tidak hanya kepada Presiden Putin secara pribadi.”

“Tetapi di sini saya ingin mengingatkan pidato Natal (Volodymyr) Zelenskyy dan kata-kata yang dia sampaikan kepada Putin,” papar Peskov kepada wartawan.

Menurutnya, pernyataan yang menyangkal serangan Kiev terhadap kediaman Putin di Wilayah Novgorod adalah gila.

Ia menambahkan, serangan drone besar-besaran tersebut berhasil dinetralisasi berkat kerja sistem pertahanan udara.

“Tentu saja, kita melihat Zelenskyy sendiri mencoba menyangkal hal ini, dan banyak media Barat yang bersekutu dengan rezim Kiev, mulai menyebarkan gagasan ini tidak terjadi,” imbuh Peskov.

Peskov mengatakan, Kremlin tidak yakin seharusnya ada bukti setelah serangan itu, ketika ditanya apakah ada bukti fisik serangan tersebut dan apakah Rusia siap menunjukkannya

Kata Peskov, tindakan teroris Kiev yang berupaya menyerang kediaman Putin, juga ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump dan upayanya membantu menyelesaikan konflik.

Peskov menolak menjawab mengenai keberadaan Putin setelah serangan dan keadaannya saat ini, mengatakan topik tersebut bukan untuk konsumsi publik.

Tak Ada Bukti Kuat

Orang dekat Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) ke kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, yang diduga dilakukan oleh Ukraina.

Sumber di Istana Elysee itu menyebutkan, otoritas Rusia menyampaikan informasi yang saling bertentangan terkait insiden tersebut, termasuk jumlah drone yang digunakan dan wilayah yang menjadi sasaran.

“Selain itu, tidak ada bukti kuat yang dapat mendukung tuduhan serius yang dilontarkan otoritas Rusia, bahkan setelah dilakukan verifikasi informasi secara silang dengan para mitra kami,” katanya kepada BFMTV, Selasa (30/12/2025). (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like