Rusia dan AS Bakal Garap Proyek Bareng Usai Perang Ukraina

Rusia dan Amerika Serikat (AS) bakal mengerjakan sejumlah proyek yang saling menguntungkan, setelah perang di Ukraina berakhir.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Rusia dan Amerika Serikat (AS) bakal mengerjakan sejumlah proyek yang saling menguntungkan, setelah perang di Ukraina berakhir.

“Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan itu (perang di Ukraina) bukan perangnya, melainkan perang Joe Biden.”

“Dia berusaha mengakhirinya secepat mungkin.”

“Itu fakta yang sudah diketahui umum.”

“Tetapi perang ini telah menjadi salah satu masalah global utama.”

“Oleh karena itu, pertama-tama hal itu perlu disingkirkan, dan kemudian kita dapat mengerjakan proyek-proyek yang saling menguntungkan,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada Al Arabiya, Kamis (19/2/2026).

Rusia, lanjut Lavrov, tidak menginginkan perang.

Ia berharap, kekuatan-kekuatan yang peduli terhadap warga negara, penduduk, dan kesejahteraan mereka, akan menang di Eropa.

Pragmatis

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, hubungan antara Rusia dan AS bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.

“Hubungan keduanya pragmatis.”

“Kami memang berkomunikasi.”

“Kami memahami harus menggunakan akal sehat.”

“Kami mengakui kepentingan nasional AS.”

“Tepat setahun yang lalu, ketika saya bertemu (Menteri Luar Negeri AS) Marco Rubio di Riyadh, mereka mengatakan kepada kami, AS mengikuti kepentingan nasionalnya.”

BACA JUGA: Ukraina Siap Serahkan Sebagian Wilayah kepada Rusia

“Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia.”

“Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek.”

“Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas.”

“Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu,” beber Lavrov.

Dalam melaksanakan kelompok kerja dengan AS, Rusia mencoba memahami bagaimana keinginan Washington untuk bekerja sama, berkorelasi dengan upaya menyingkirkan Rusia dari pasar energi.

“Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global,” sindir Lavrov.

Dia menambahkan, Rusia sepakat dengan AS untuk membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral.

“Kami akan membahas semua masalah ini dalam kelompok kerja ini,” imbuhnya.

Berharap Perwkilan Eropa Hadir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berharap putaran pembicaraan baru dengan Rusia akan berlangsung sebelum akhir Februari.

Dalam pernyataan video di Telegram, Rabu, Zelenskyy menggambarkan hasil negosiasi trilateral di Jenewa mengenai jalur militer sebagai substansial, namun menekankan masalah politik belum dibahas secara memadai.

“Kami mengharapkan pertemuan berikutnya, dan akan tepat untuk mengadakan pertemuan tersebut pada Februari.”

“Penting agar negara-negara Eropa hadir seperti Prancis, Inggris Raya, Jerman, Italia, dan juga Swiss sebagai negara tuan rumah,” harapnya.

Sebelumnya pada hari itu, ia mengatakan telah mengadakan pertemuan dengan tim Ukraina melalui tautan video, sebelum dimulainya pembicaraan di Jenewa.

Menurut Zelenskyy, negosiasi berlangsung antara perwakilan Ukraina, Amerika, dan Rusia dalam dua bidang—masalah militer dan militer-politik.

BACA JUGA: Rusia Minta Ukraina Jadi Negara Netral dan Bersahabat

Ia juga menjelaskan, delegasi Ukraina, bersama dengan tim Amerika, bertemu dengan perwakilan Eropa dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Swiss.

“Kami menganggap partisipasi Eropa dalam proses ini sangat penting untuk keberhasilan implementasi lebih lanjut dari kesepakatan yang sepenuhnya mungkin.”

“Ukraina tidak ragu para mitra dapat memastikan sifat konstruktif dari proses negosiasi dan, akibatnya, hasil yang layak,” tuturnya.

Zelenskyy menambahkan, isu kemanusiaan akan dibahas hari ini, termasuk langkah-langkah untuk pertukaran tawanan perang dan pembebasan warga sipil.

Sementara, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, anggota delegasi Rusia akan melaporkan hasil perundingan mengenai Ukraina kepada Presiden Vladimir Putin, pada kesempatan pertama, sebelum mempublikasikannya.

“Mereka akan segera melapor kepada presiden pada kesempatan pertama.”

“Tunggu, delegasi kami belum tiba. Setelah mereka tiba, mereka akan melapor kepada presiden, tentu saja,” cetus Peskov.

Ketika ditanya apakah lokasi untuk putaran negosiasi selanjutnya telah ditentukan, ia menjawab, “Belum ada yang bisa disampaikan.”

Peskov menambahkan, durasi pembicaraan di Jenewa pada Rabu yang lebih singkat dibandingkan hari pertama, tidak menunjukkan kurangnya kemajuan.

Ia juga mencatat masih terlalu dini untuk menilai peran AS dalam proses tersebut. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like