Arab Saudi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk secara terbuka mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah tegas yang diperlukan. Riyadh menilai bahwa respons kolektif dari masyarakat internasional sangat penting untuk menjaga tatanan berbasis aturan (rules-based order) dan memastikan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. Dalam pandangan Saudi, prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap integritas wilayah merupakan fondasi utama stabilitas global yang tidak boleh diabaikan.
Seruan itu tidak hanya ditujukan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga kepada kekuatan-kekuatan besar dunia serta lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Riyadh berharap forum-forum internasional dapat memainkan peran aktif dalam meredakan ketegangan, baik melalui jalur diplomasi, resolusi bersama, maupun langkah-langkah preventif guna mencegah eskalasi militer yang lebih luas. Menurut Saudi, pembiaran terhadap pelanggaran kedaulatan berpotensi menciptakan preseden yang merusak sistem internasional.
Seruan tersebut sekaligus mencerminkan harapan Saudi agar isu ini tidak hanya dipandang sebagai konflik bilateral antara dua negara, melainkan sebagai persoalan yang berdampak langsung pada keamanan regional dan global. Kawasan Teluk memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan energi dunia. Setiap instabilitas di wilayah ini berpotensi mengganggu rantai pasok global, memicu lonjakan harga energi, serta menimbulkan ketidakpastian ekonomi internasional.







