Serangan Iran Dikutuk Arab Saudi, Ingin Dunia Ambil Langkah Tegas

Ilustrasi Kapal Perang AS (Amerika Serikat).
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Arab Saudi kembali mengecam keras serangan yang dilakukan Iran pada Sabtu (28/2) dan menyebutnya sebagai agresi terang-terangan yang melanggar kedaulatan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui platform X, pemerintah di Riyadh menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan norma hubungan antarnegara.

Dalam keterangan tersebut, Kerajaan Arab Saudi secara tegas mengutuk apa yang disebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan beberapa negara Teluk dan sekitarnya, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, serta Yordania. Saudi menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keamanan nasional negara-negara yang terdampak, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Riyadh Tegaskan Solidaritas Penuh-Dukungan Tanpa Syarat

Riyadh menegaskan solidaritas penuh dan dukungan tanpa syarat kepada negara-negara yang disebutkan dalam pernyataan tersebut. Pemerintah Saudi menyatakan berdiri bersama para sekutunya dalam menghadapi apa yang disebut sebagai ancaman terhadap integritas wilayah dan keamanan nasional mereka. Sikap ini menunjukkan konsistensi kebijakan luar negeri Saudi dalam menjaga stabilitas regional dan memperkuat aliansi strategis di kawasan Teluk.

BACA JUGA: Indikator Pertumbuhan Ekonomi RI Sedang Disusun!

Lebih lanjut, Arab Saudi menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya guna mendukung langkah apa pun yang akan diambil oleh negara-negara sahabatnya dalam merespons situasi tersebut. Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Saudi siap memberikan dukungan politik, diplomatik, bahkan pertahanan jika diperlukan, demi menjaga keseimbangan keamanan di kawasan.

Kerajaan juga memperingatkan adanya konsekuensi serius akibat pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan negara dan prinsip-prinsip hukum internasional. Saudi menilai bahwa tindakan semacam itu, apabila dibiarkan tanpa respons tegas, dapat menciptakan preseden berbahaya dan mendorong eskalasi konflik yang lebih luas. Oleh karena itu, Riyadh menekankan pentingnya akuntabilitas serta langkah nyata untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Saudi Memandang Serangan Iran Sebagai Situasi Ancaman Stabilitas

Dalam konteks yang lebih luas, Saudi memandang situasi ini sebagai ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah yang selama ini rentan terhadap konflik geopolitik. Ketegangan yang meningkat berisiko memicu instabilitas ekonomi, gangguan keamanan energi, serta dampak kemanusiaan yang tidak diinginkan. Kawasan Teluk, sebagai salah satu pusat distribusi energi global, memiliki posisi strategis yang sangat vital bagi perekonomian dunia.

BACA JUGA: Presiden Akan Kunjungi Teheran untuk Mediasi Konflik

Arab Saudi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk secara terbuka mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah tegas yang diperlukan. Riyadh menilai bahwa respons kolektif dari masyarakat internasional sangat penting untuk menjaga tatanan berbasis aturan (rules-based order) dan memastikan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. Dalam pandangan Saudi, prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap integritas wilayah merupakan fondasi utama stabilitas global yang tidak boleh diabaikan.

Seruan itu tidak hanya ditujukan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga kepada kekuatan-kekuatan besar dunia serta lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Riyadh berharap forum-forum internasional dapat memainkan peran aktif dalam meredakan ketegangan, baik melalui jalur diplomasi, resolusi bersama, maupun langkah-langkah preventif guna mencegah eskalasi militer yang lebih luas. Menurut Saudi, pembiaran terhadap pelanggaran kedaulatan berpotensi menciptakan preseden yang merusak sistem internasional.

Seruan tersebut sekaligus mencerminkan harapan Saudi agar isu ini tidak hanya dipandang sebagai konflik bilateral antara dua negara, melainkan sebagai persoalan yang berdampak langsung pada keamanan regional dan global. Kawasan Teluk memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan energi dunia. Setiap instabilitas di wilayah ini berpotensi mengganggu rantai pasok global, memicu lonjakan harga energi, serta menimbulkan ketidakpastian ekonomi internasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like