NarayaPost – Lembaga survei IndoStrategi menempatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai kementerian dengan kinerja terbaik selama setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di posisi selanjutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Agama (Kemenag) juga memperoleh penilaian positif dari publik. Kementerian yang dipimpin Abdul Mu’ti menempati peringkat pertama dengan skor 3,35, disusul Kemenlu dengan 3,32, dan Kemenag 3,26.
Survei ini dilaksanakan oleh IndoStrategi sejak awal September hingga 13 Oktober 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan melibatkan 424 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Para responden dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal S1 dan memiliki pekerjaan tetap.
BACA JUGA: Presiden Singgung Pihak yang Besarkan MBG-Minta Setop
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, di mana responden diminta memberi skor terhadap kinerja setiap kementerian. Skala penilaian dibagi menjadi tiga kategori: 0,00–2,00 (kinerja buruk), 2,01–4,00 (kinerja sedang), dan 4,01–5,00 (kinerja baik).
“Berdasarkan grafik di atas, semua kementerian mendapatkan skor kinerja sedang. Namun demikian, terdapat variasi skor. Yang tertinggi adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan skor 3,35,” ujar Direktur Riset Ali Noer Zaman.
Ia menambahkan, “Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan secara nasional, bisa disimpulkan bahwa rata-rata skor kinerja nasional berada pada kategori sedang dengan (3,07).”
Selain itu, survei juga menyoroti sejumlah program unggulan pemerintah. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis memperoleh skor tertinggi dengan 3,42, diikuti Sekolah Rakyat (3,13), Sekolah Unggul Garuda (3,00), Koperasi Merah Putih (2,77), dan Program Tiga Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (2,69). Adapun Program Makan Bergizi Gratis menempati posisi terbawah dengan skor 2,68.
“Program Makan Bergizi Gratis (2,68) sebenarnya mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sangat membantu terutama untuk mereka yang miskin dan kurang mampu,” jelas Ali. Tidak hanya itu, adapun program yang tidak asing dinilai bisa meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun, perlu digarisbawahi bahwa tata kelola harus tetap diperbaiki dan dievaluasi.
“Program yang tidak asing di negara maju tersebut memiliki gagasan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Yang perlu dilakukan adalah perbaikan tata kelola dengan melibatkan partisipasi aktif sekolah dalam penyediaan makanan dan kontribusi masyarakat untuk meringankan beban keuangan, sehingga tidak ditanggung sepenuhnya oleh APBN.”
Hasil survei IndoStrategi mencerminkan apresiasi publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran pada tahun pertamanya, khususnya dalam sektor pendidikan yang dinilai paling menonjol. Capaian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di posisi teratas menunjukkan bahwa program-program pendidikan masih menjadi prioritas penting dalam agenda nasional.
BACA JUGA: BLT Sementara Rp300.000 Akan Segera Cair Bulan Ini!
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama juga menunjukkan performa positif, menandakan konsistensi dalam diplomasi luar negeri dan pelayanan keagamaan di masyarakat.
Selain menilai kinerja kementerian, survei ini juga menyoroti sejumlah program unggulan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda mendapat respons positif karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup rakyat. Meski demikian, Program Makan Bergizi Gratis masih memerlukan perbaikan tata kelola agar manfaatnya lebih optimal dan beban pembiayaan tidak hanya bergantung pada APBN.
Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa publik menilai kinerja pemerintahan berada pada kategori “sedang” namun tetap menunjukkan tren positif. Capaian ini menjadi cermin awal perjalanan pemerintahan yang masih memiliki ruang besar untuk memperkuat efektivitas kebijakan dan memperluas dampak program di berbagai sektor.