Shell Super di Jabodetabek Langka, SPBU Depok Sampai Kosong

750 x 100 AD PLACEMENT

Narayapost.com – Shell Super di Jabodetabek Langka. Warga Jabodetabek kini menghadapi kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell Super yang makin parah. Dari sederet SPBU Shell, stok bensin RON 92 jenis Super sudah sangat terbatas. Ada wilayah seperti Depok yang bahkan sama sekali kosong stok Shell Super. Pemakaian masyarakat terus memicu antre panjang dan kebingungan mencari SPBU yang masih menjual jenis BBM tersebut.

BACA JUGA : Trump Ingin Kembalikan Pangkalan Udara Bagram Demi Hadapi China

Bagaimana Kondisi Saat Ini

Per situasi terkini, hanya 23 SPBU Shell di kawasan Jabodetabek yang masih memiliki stok Shell Super. Angka ini jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya, di mana puluhan SPBU masih rutin melayani bensin jenis tersebut. Di Jakarta sendiri ada 12 titik SPBU Shell yang masih menyediakannya. Sementara itu, di Bekasi hanya 1 SPBU yang tersisa dengan stok Shell Super. Depok menjadi daerah paling parah karena semua SPBU Shell di situ sudah tidak memiliki persediaan Shell Super untuk sementara waktu.

Selain Shell Super di Jabodetabek Langka, jenis-jenis lainnya seperti Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro+ juga dilaporkan kosong di banyak SPBU. Banyak pengguna BBM Shell harus pindah ke SPBU lain atau bahkan beralih ke merek lain karena jenis yang diinginkan tidak tersedia.

Penyebab dan Penjelasan dari Shell Indonesia

Operator Shell Indonesia mengakui adanya masalah ketersediaan produk bensin. Pihak mereka menyebut bahwa beberapa jaringan SPBU Shell tidak memiliki produk BBM jenis bensin secara lengkap untuk sementara. Dengan demikian, SPBU yang stoknya kosong tetap buka tetapi dengan layanan terbatas. Bukan hanya pengisian bahan bakar, tetapi SPBU tetap melayani produk-produk non-BBM seperti pelumas, bengkel, toko swalayan seperti Shell Select, serta pengisian ulang untuk layanan listrik (Shell Recharge).

Shell juga telah melakukan penyesuaian operasional di beberapa SPBU, termasuk pengurangan jam operasional dan tim petugas. Hal ini perlu dilakukan agar operasional tetap bisa berjalan secara efisien selama stok bahan bakar tertentu belum bisa dipenuhi.

Dampak bagi Konsumen

Kelangkaan ini bukan sekadar soal persediaan di SPBU, tetapi memunculkan konsekuensi nyata bagi pengemudi, pemilik kendaraan, dan masyarakat umum. Beberapa dampaknya:

  • Antrean panjang: Di SPBU yang masih memiliki stok, kendaraan antre lebih lama. Waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan jadi bertambah karena harus mondar-mandir mencari SPBU yang masih buka dan masih punya Shell Super.
  • Perpindahan merek: Karena kebutuhan mendesak, sejumlah pengendara rela mengisi BBM dari merek lain meskipun harus menerima spesifikasi bensin yang berbeda.
  • Kecemasan stok: Masyarakat di daerah yang stoknya sudah kosong, seperti Depok, menjadi resah karena tidak tahu kapan stok akan kembali normal.
  • Biaya tambahan: Perpindahan ke SPBU jauh atau jenis BBM alternatif dapat menambah biaya operasional karena konsumsi bahan bakar bisa berbeda dan perjalanan tambahan.

Reaksi Pemerintah dan Kebijakan Terkait

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperhatikan kondisi ini. Salah satu solusi yang tengah dibahas adalah kolaborasi antara SPBU swasta dengan Pertamina. Dengan demikian diharapkan Pertamina bisa memasok BBM ke SPBU swasta yang mengalami kekosongan stok.

Menteri terkait juga menegaskan bahwa kuota impor untuk SPBU swasta sudah ditingkatkan sebesar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, meskipun kuota diperbesar, belum semua SPBU dapat memanfaatkan sepenuhnya karena hambatan distribusi, spesifikasi aditif, dan logistik.

Pihak pemerintah juga menyarankan agar masyarakat selalu memeriksa info ketersediaan BBM melalui kanal resmi Shell sebelum melakukan pengisian agar tidak kecewa di lokasi SPBU.

Lokasi SPBU yang Masih Menjual Shell Super

Berikut beberapa SPBU Shell di Jabodetabek yang masih menyediakan Shell Super, meskipun stoknya cepat berubah:

  • Jakarta Barat: Meruya Utara-1, Peta Selatan-1
  • Jakarta Utara: Kelapa Gading-1, PIK-1, Semper-1, Yos Sudarso-1
  • Jakarta Selatan: Ciputat Raya-1, Fatmawati-1, TB Simatupang-1, Tanjung Barat
  • Jakarta Timur: Bekasi Raya-1
  • Tangerang: Alam Sutera-1, Bintaro-1, Karang Tengah-1, Metland Puri, Pamulang-1, PIK-2, Soewarna Soetta-1, Suvarna Sutera-1
  • Bogor: Cibinong-1, Pasir Angin

Catatan: daftar ini bersifat sementara karena stok dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan distribusi dan permintaan.

Tantangan dalam Pemulihan Stok

Mengembalikan kelancaran distribusi Shell Super bukan persoalan sederhana. Beberapa faktor yang menjadi penghambat:

  1. Impor dan kuota impor
    Meski pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor untuk BBM swasta, proses impor dan pengaturannya mensyaratkan regulasi dan izin tertentu yang memerlukan waktu dan koordinasi antara pihak produsen, distributor, dan pemerintah.
  2. Spesifikasi aditif
    BBM bukan hanya soal oktan; ada kandungan aditif dan spesifikasi teknisnya yang harus sesuai standar. Perbedaan spesifikasi bisa menyebabkan SPBU swasta kesulitan mendapatkan produk yang memenuhi standar atau kesepakatan dengan penyedia.
  3. Distribusi dan logistik
    Jalur distribusi ke banyak SPBU, terutama yang berada di pinggiran kota atau daerah terpencil, menghadapi tantangan infrastruktur. Jalan, akses, dan armada truk pengangkut BBM harus memadai.
  4. Permintaan tinggi
    Karena stok terbatas, masyarakat cenderung menumpuk kebutuhan atau antre lebih awal. Permintaan tinggi ini mempercepat habisnya stok di SPBU-SPBU yang masih ada.

Proyeksi dan Harapan

Diperkirakan kelangkaan ini akan berlanjut hingga beberapa minggu ke depan, jika distribusi dan pasokan impor belum sepenuhnya pulih. Beberapa pihak berharap agar Shell Indonesia segera membuat jadwal pengiriman yang jelas dan komunikasi yang transparan kepada konsumen tentang kapan stok Shell Super akan kembali normal.

Seruan juga muncul agar pemerintah mempercepat regulasi dan memudahkan SPBU swasta mengakses pasokan BBM, baik melalui izin impor maupun melalui kerja sama dengan Pertamina. Dukungan masyarakat juga dibutuhkan agar informasi mengenai stok di SPBU disebarluaskan secara cepat agar pengendara bisa merencanakan pengisian BBM dengan lebih baik.

BACA JUGA : Qodari Tengah Kaji Skema Impor BBM ke Pertamina Imbas Kekosongan Pihak Swasta

Kesimpulan

Shell Super di Jabodetabek Langka mencapai titik kritis. Depok kini termasuk wilayah yang benar-benar ter-kosong-stok. Sekitar dua puluh tiga SPBU Shell masih menyimpan Shell Super, namun kecepatan stok habis membuat situasi menjadi tidak menentu. Bagi konsumen, penting untuk mengecek terlebih dahulu ketersediaan sebelum pergi ke SPBU. Sementara bagi Shell dan pemerintah, tantangan operasional dan kebijakan harus segera dituntaskan agar gangguan pasokan tidak lebih panjang dan berdampak negatif lebih luas.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like