NarayaPost – Usai dilepas oleh Ulsan HD pada awal Oktober lalu, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kini masih berstatus tanpa klub. Di tengah spekulasi masa depannya, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki tempat khusus di hatinya, bahkan jika tawaran dari negara lain datang lebih dulu.
Sementara itu, kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong setelah PSSI dan Patrick Kluivert resmi mengakhiri kerja sama pada Kamis (16/10/2025), usai kegagalan skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026. Situasi ini membuat posisi pelatih utama menjadi incaran banyak nama besar. Beberapa sosok seperti Louis van Gaal dan Frank de Boer disebut-sebut masuk dalam radar, namun publik Tanah Air masih banyak berharap agar Shin Tae-yong kembali menakhodai tim Merah Putih.
Menanggapi hal tersebut, Shin Tae-yong tidak menutup kemungkinan untuk kembali. “Jujur saja, hati saya akan tetap condong ke Indonesia. Bahkan kalau ada tawaran dari negara lain tetapi Indonesia menawar dengan niat sungguh-sungguh, Indonesia akan selalu jadi pilihan pertama saya,” ungkapnya dikutip dari Goalpost.
BACA JUGA: Minum Kopi di Waktu Ini Ternyata Punya Efek yang Baik Lho
Meski begitu, ia menegaskan bahwa sejauh ini belum ada komunikasi resmi dari PSSI. “[Tawaran] dari Indonesia? Tidak sama sekali,” tegasnya. Pelatih berusia 55 tahun itu sebelumnya resmi berpisah dengan PSSI pada 6 Januari 2025 setelah lima tahun memimpin skuad Garuda sejak Desember 2019.
Saat ini, Shin Tae-yong belum terikat kontrak dengan klub mana pun setelah didepak Ulsan HD. Keputusan tersebut diambil setelah performa tim di bawah arahannya dinilai menurun, dengan catatan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan dari sepuluh pertandingan terakhir.
Dengan pos pelatih Timnas Indonesia yang masih kosong dan jadwal padat seperti FIFA Matchday, Piala AFF, serta Piala Asia 2027 yang kian mendekat, publik kini menanti apakah Shin Tae-yong akan benar-benar kembali mengibarkan semangat Garuda di pinggir lapangan.
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali angkat bicara soal kegagalan skuad Garuda di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menilai kekalahan tersebut bukan semata karena kualitas pemain, melainkan kurangnya persiapan detail dalam menghadapi lawan-lawan kuat seperti Irak dan Arab Saudi.
“Tentu saja gagal ke Piala Dunia, secara permainan seharusnya mereka lebih detail mempersiapkannya. Misalnya bagaimana menghadapi Irak, mereka kuat di bagian apa, seharusnya itu lebih disiapkan. Sebenarnya lini pertahanan Indonesia itu tidak buruk sama sekali, mungkin yang kurang itu di lini depan,” ujar Shin seperti dikutip dari Goal Post Asia.
Menurutnya, Timnas Indonesia membutuhkan pemain yang lebih kuat secara fisik dan berani dalam duel di area serangan. “Perlu pemain-pemain yang lebih punya power, dan jika saja mereka lebih berani bertarung di lini depan, hasilnya pasti berbeda. Karena, sebenarnya kesempatan lolos itu ada, tapi kita gagal memanfaatkannya,” lanjut Shin.
BACA JUGA: Tarif Tiket Pesawat pada Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Turun Hingga 14 Persen
Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengungkapkan penyesalannya atas peluang yang terlewatkan. “Itu yang paling saya sesali. Padahal, kesempatan tidak datang dua kali. Tapi, sekarang sepak bola Indonesia sedang dalam tren positif. Jadi, kalau dipersiapkan sedikit lebih baik, saya pribadi percaya Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030,” tambahnya.
Timnas Indonesia sendiri harus tersingkir setelah menempati posisi juru kunci di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia dengan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak. Hasil tersebut membuat PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Patrick Kluivert.
Pernyataan Shin Tae-yong menegaskan bahwa dirinya masih memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai kegagalan di kualifikasi Piala Dunia bukan karena kualitas pemain, melainkan kurangnya persiapan detail dalam menghadapi lawan. Di sisi lain, dengan posisi pelatih Timnas Indonesia yang masih kosong, peluang kembalinya Shin ke skuad Garuda tetap terbuka menunggu keputusan resmi dari PSSI.