NarayaPost – PSSI dan Patrick Kluivert resmi berpisah, menandai berakhirnya masa kepemimpinan sang pelatih bersama Timnas Indonesia. Kini, publik menanti siapa sosok yang akan menjadi juru taktik baru Skuad Garuda.
Pemutusan kerja sama tersebut dilakukan pada Kamis (16/10) melalui mekanisme mutual termination, atau kesepakatan bersama antara kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Padahal, Kluivert dan timnya baru menandatangani kontrak berdurasi dua tahun sejak Januari 2025.
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, belum mau membocorkan siapa sosok pengganti Kluivert. “Saya tidak mau jawab, nanti itu. Ini Menpora. Untuk sepakbola kasih saya waktu dua hari, jangan di sini tempatnya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenpora, Kamis (16/10/2025).
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Cerita Kisah Anak-Anak di Sekolah Rakyat
Di media sosial, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai calon pelatih baru Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya adalah mantan pelatih Irak, Jesus Casas, serta eks pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze. Namun, PSSI masih enggan memberikan keterangan resmi. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa federasi kemungkinan besar masih mempertimbangkan pelatih dari Eropa, meskipun hal itu belum dikonfirmasi.
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani laga uji coba pada FIFA Matchday pertengahan November. Dua pertandingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peringkat Indonesia yang kini berada di posisi ke-119 dunia. Namun, lawan yang akan dihadapi Jay Idzes dan rekan-rekan belum diumumkan.
Ke depan, agenda penting lain menanti, mulai dari Piala AFF 2026 hingga Piala Asia 2027. Karena itu, penunjukan pelatih baru menjadi hal mendesak agar strategi dan gaya bermain dapat segera dimatangkan.
Erick Thohir juga menegaskan arah dan target besar bagi Timnas Indonesia pasca-Kluivert. “Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” tulisnya di media sosial pribadinya.
Kini, publik menunggu siapa sosok yang akan dipercaya memimpin Skuad Garuda, sekaligus membawa mimpi besar sepak bola Indonesia menuju panggung dunia.
Berakhirnya kerja sama antara PSSI dan Patrick Kluivert menjadi babak baru bagi perjalanan Timnas Indonesia. Keputusan tersebut tidak hanya menandai perubahan pada posisi pelatih, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi federasi dalam memperkuat arah pembinaan sepak bola nasional.
BACA JUGA: Respon Patrick Kluivert Usai Dicopot oleh PSSI
Meski belum ada kejelasan mengenai siapa pengganti Kluivert, publik berharap sosok yang terpilih nantinya mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun serta membawa Timnas menuju level yang lebih kompetitif. Dengan sejumlah agenda penting seperti FIFA Matchday, Piala AFF 2026, dan Piala Asia 2027, pelatih baru diharapkan segera ditunjuk agar persiapan tim bisa lebih matang.
Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk terus mengevaluasi dan menata ulang strategi besar sepak bola nasional. “Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” tulisnya.
Harapan besar kini tertuju pada langkah konkret federasi dalam mewujudkan target tersebut. Dengan kolaborasi antara pemain, pelatih, dan dukungan publik, Indonesia optimistis melangkah lebih jauh dan menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional.