Super Flu Menyerang, Ini Imbauan dari Kemenkes!

Ilustrasi Orang yang Terkena Virus Flu. Foto: Kompas.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh menyusul maraknya laporan mengenai penyebaran apa yang populer disebut sebagai “super flu”. Pemerintah menilai kesiapan fisik individu menjadi faktor paling krusial dalam menghadapi potensi penularan penyakit pernapasan tersebut, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Rokomyanmas, menegaskan bahwa imunitas tubuh merupakan benteng utama dalam menghadapi ancaman flu dengan tingkat penularan yang cepat. Menurutnya, pendekatan pencegahan berbasis gaya hidup sehat jauh lebih penting dibandingkan kepanikan berlebihan.

Perkuat Diri Hadapi Super Flu

“Jadi begini, menurut kami pertahanan terbaik adalah imunitas tubuh yang harus diperkuat. Jadi anak-anak, siapa pun itu—dewasa maupun lansia perkuatlah pertahanan tubuh dengan imunitas yang baik,” kata Aji saat ditemui di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1).

BACA JUGA: Barang Impor yang Mengendap Bisa Terkena Lelang

Ia menekankan bahwa langkah-langkah sederhana seperti menjaga pola makan seimbang, memastikan asupan gizi yang cukup, serta istirahat yang memadai memiliki peran besar dalam menjaga sistem imun tetap optimal. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai merasa tidak sehat.

“Makan bergizi, istirahat cukup. Kemudian vaksin itu boleh-boleh saja, tetapi sifatnya opsional,” lanjutnya.

Vaksin Flu Dianjurkan untuk Kelompok Tertentu

Aji menjelaskan bahwa vaksinasi influenza tidak bersifat wajib bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, vaksin flu tetap dianjurkan untuk kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi apabila terinfeksi, seperti lansia, anak-anak, serta tenaga kesehatan yang kerap terpapar lingkungan berisiko.

“Jadi tidak wajib. Vaksin boleh untuk kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan tenaga kesehatan,” tuturnya.

Selain pencegahan, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab sosial saat seseorang sedang mengalami gejala sakit. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk tetap beraktivitas di luar rumah apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan.

“Kalau memang sakit, sebaiknya tetap di rumah, pakai masker, terapkan etika batuk dan bersin. Kalau sudah berat, sakitnya lebih dari dua atau tiga hari, segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan,” jelas Aji.

Kemenkes Pastikan Lakukan Pengawalan Ketat

Dalam konteks pemantauan epidemiologi, Kemenkes memastikan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan virus influenza di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari ratusan sampel yang dikumpulkan, sejumlah varian influenza telah teridentifikasi melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS).

“Ditemukan dari hasil WGS (Whole Genome Sequencing) ada Influenza A PDM 09,” kata Aji.
“Kemudian ditemukan juga Influenza A H3N2. Dari H3N2 tersebut, sekitar 62 persen merupakan subclade K. Sisanya adalah Influenza B,” sambungnya.

Meski demikian, Aji menegaskan bahwa temuan tersebut tidak perlu menimbulkan kepanikan. Seluruh pasien yang tercatat dalam laporan tersebut dilaporkan telah pulih sepenuhnya tanpa komplikasi berat.

“Itu sebenarnya sudah sehat semua, karena datanya—yang 62 tadi—kita dapat pada minggu ke-36 tahun 2025 atau minggu pertama September. Jadi tidak ada yang sakit berat dan tidak ada yang meninggal,” jelasnya.

BACA JUGA: Minum Air Putih Sebelum Makan Bisa Jaga Berat Badan

Belum Ada Kebijakan Pasti untuk Cegah Super Flu

Terkait penerapan protokol kesehatan, Kemenkes memastikan belum ada kebijakan pembatasan atau kewajiban ketat seperti pada masa pandemi Covid-19. Namun, prinsip kehati-hatian tetap dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang merasa kurang sehat.

“Kalau kita merasa sakit atau kurang sehat, dan terpaksa harus bekerja, gunakan masker. Kemudian jaga jarak dan cuci tangan,” imbuh Aji.
“Kewaspadaan tetap kita lakukan. Kami juga memantau laporan dari WHO, CDC, dan sumber lainnya, lalu mengompilasikannya dengan laporan dari daerah,” tandasnya.

Kemenkes berharap masyarakat tetap tenang, rasional, dan proaktif menjaga kesehatan, seraya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga kesehatan tepercaya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like