NarayaPost – Ketua Umum The Jakmania atau perwakilan Suporter Persija, Diky Soemarno, menilai bahwa aturan mengenai larangan suporter bertandang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Ia menyebut banyak suporter yang melakukan perjalanan away tanpa menimbulkan persoalan, sehingga The Jakmania meminta I.League untuk segera meninjau kembali kebijakan tersebut.
Musim ini tercatat banyak pendukung tim yang tetap hadir ke markas lawan meski aturan resmi masih melarang kehadiran suporter tandang. Salah satu contohnya terjadi pada laga Persija melawan PSIM di Stadion GBK, Jumat (28/11), ketika ribuan anggota Brajamusti terlihat hadir langsung dan menyaksikan pertandingan tanpa insiden.
Diky menegaskan bahwa larangan away saat ini sudah tak lagi relevan, sebab sejumlah kelompok suporter berhasil melakukan kunjungan tandang tanpa menimbulkan masalah. Ia mencontohkan sambutan positif Jakmania terhadap Brajamusti ketika keduanya bertemu di GBK.
BACA JUGA: Presiden AS Donald Trump Ungkap Perdamaian Rusia-Ukraina Tak Mudah
“Memang regulasi larangan suporter away sudah tidak lagi relevan. Karena yang harus dilakukan bagaimana kita mengatur untuk suporter untuk away. Bukan justru melarangnya, harusnya kita mengatur caranya. Kita memfasilitasi suporter untuk away dan itu juga ada syarat-syaratnya,” ujar Diky, dikutip Rabu, (3/11/2025).
The Jakmania pun berharap agar aturan pelarangan suporter tandang dapat ditinjau ulang berdasarkan fakta di lapangan, data pendukung, serta analisis risiko potensi kericuhan pada setiap pertandingan. Mereka mengusulkan agar larangan hanya diterapkan untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi.
“Mungkin saya masih setuju dengan usulan I.League. Bahwa kalau [laga] seperti Persija vs Persib ya jangan dulu [suporter away]. Kayak Persebaya lawan Arema kalau tak bisa juga jangan dulu. Tapi, kalau Persija lawan PSIM atau bertemu Persis Solo dan klub lainnya masa suporter tak boleh away. Kita kan gak punya masalah apa pun,” tambahnya.
Menurut Diky, kebijakan pelarangan sebenarnya bisa saja diberlakukan, namun harus didasarkan pada pertimbangan objektif. “Sebenarnya larangan away itu tidak apa-apa. Tapi, larangan itu harus berdasarkan fakta, data, serta potensi risiko-risiko yang terjadi,” tutupnya.
BACA JUGA: Menteri ESDM Yakini Produk Minyak Mentah Naik Setiap Tahunnya
Pernyataan Diky Soemarno menegaskan kembali dorongan The Jakmania agar I.League meninjau ulang aturan larangan suporter bertandang yang hingga kini masih diberlakukan. Melalui berbagai contoh yang terjadi sepanjang musim, terutama kehadiran ribuan Brajamusti di GBK tanpa insiden, The Jakmania menilai bahwa realitas di lapangan menunjukkan perubahan perilaku suporter yang lebih tertib dan dapat diatur dengan mekanisme yang jelas.
Usulan agar kebijakan tersebut disesuaikan berdasarkan tingkat rivalitas pertandingan juga menjadi salah satu poin penting yang disampaikan. Menurut Diky, laga-laga dengan potensi risiko tinggi seperti Persija versus Persib atau pertemuan Persebaya dan Arema masih dapat diberlakukan larangan, namun pertandingan dengan tensi rendah seharusnya memberi ruang bagi suporter untuk hadir mendukung timnya.
Dengan penekanan pada pentingnya penggunaan data, fakta, dan analisis risiko sebelum menetapkan larangan, Jakmania berharap federasi kompetisi dapat menyesuaikan aturan agar lebih selaras dengan situasi aktual. Sikap ini menunjukkan keinginan kelompok suporter untuk terlibat dalam pembentukan ekosistem pertandingan yang aman, terukur, dan tetap memberi ruang bagi budaya tandang yang selama ini menjadi bagian dari dinamika sepak bola nasional.