Survei Poltracking: 78,3 % Publik Puas Kinerja Prabowo-Gibran

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil penelitian terbarunya tentang tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka setelah satu tahun menjabat. Hasilnya menunjukkan 78,1 persen masyarakat merasa puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menyebut bahwa angka tersebut terdiri atas 9,2 persen responden yang menyatakan sangat puas, dan 68,9 persen menyatakan cukup puas. Sementara itu, 20,1 persen mengaku tidak puas dan 1,8 persen tidak menjawab.

BACA JUGA : Pakistan dan Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata 48 Jam

“Secara umum, publik memberikan penilaian positif terhadap arah dan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di tahun pertamanya,” ujar Hanta Yuda dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurutnya, tingkat kepuasan publik yang tinggi ini juga memperlihatkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan nasional yang dijalankan oleh pemerintah. Poltracking mencatat bahwa publik menilai sejumlah kebijakan strategis telah berjalan sesuai harapan, terutama dalam aspek kesejahteraan sosial, pembangunan infrastruktur, dan stabilitas keamanan nasional.

Dalam survei yang sama, Poltracking juga mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden. Hasilnya menunjukkan 81,5 persen masyarakat menyatakan percaya terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran, sedangkan 15,6 persen tidak percaya, dan sisanya 2,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Kepercayaan publik yang tinggi menjadi modal penting bagi pemerintahan untuk memperkuat legitimasi dan konsolidasi politik,” kata Hanta.

Survei Poltracking ini dilakukan pada periode 25 September hingga 2 Oktober 2025, menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan 1.200 responden yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Margin of error survei sekitar ±2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil temuan, kepuasan publik paling tinggi tercatat di bidang pembangunan infrastruktur dan penanganan stabilitas harga bahan pokok, sedangkan bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi masih dianggap perlu diperbaiki.

“Publik mengapresiasi kerja pemerintah dalam menjaga harga kebutuhan pokok dan upaya memperluas akses pembangunan daerah. Namun, isu hukum dan transparansi kebijakan masih menjadi catatan publik,” ungkap Hanta.

Sementara itu, Poltracking juga mencatat bahwa kelompok usia muda (17-30 tahun) dan responden dari kawasan luar Jawa menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi dibandingkan kelompok lainnya. Hal ini mencerminkan persepsi positif terhadap upaya pemerataan pembangunan di luar wilayah utama ekonomi nasional.

Selain itu, survei ini juga menanyakan penilaian terhadap komunikasi publik dan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo. Sebanyak 74 persen responden menilai gaya komunikasi Prabowo tergolong tegas dan lugas, meski ada sebagian yang menilai pendekatannya masih perlu lebih merangkul kelompok masyarakat kritis.

Poltracking menilai tren kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sejalan dengan hasil survei beberapa lembaga lain yang menunjukkan kecenderungan positif. Namun, Hanta mengingatkan bahwa tingginya tingkat kepuasan bukan berarti tanpa catatan kritis.

“Dalam konteks demokrasi, apresiasi publik harus diimbangi dengan evaluasi. Pemerintah masih perlu memperkuat aspek transparansi, efektivitas program sosial, dan tata kelola birokrasi agar kepercayaan publik tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, hasil ini bisa menjadi “momentum konsolidasi politik nasional” menjelang tahun kedua pemerintahan. Menurut Poltracking, pemerintah perlu menjaga stabilitas politik dan mendorong efektivitas kebijakan agar kepuasan publik tetap konsisten.

Bagi sebagian kalangan analis, hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan dampak langsung dari sejumlah program pemerintah yang berorientasi pada percepatan pembangunan dan peningkatan daya beli rakyat. Kinerja ekonomi yang relatif stabil dan pengendalian inflasi di bawah empat persen turut menjadi faktor yang memengaruhi persepsi positif publik.

Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Beberapa isu seperti ketimpangan daerah, pengawasan sumber daya alam, serta pemerataan pendidikan dan kesehatan masih menjadi sorotan masyarakat. Poltracking menilai, tantangan inilah yang akan menentukan apakah tren kepuasan tinggi bisa bertahan hingga pertengahan masa jabatan.

BACA JUGA : Demo ‘No Kings’ di AS: Bendera One Piece Jadi Simbol Protes

Survei ini sekaligus menjadi gambaran awal arah politik pemerintahan Prabowo-Gibran di mata publik. Dengan tingkat kepercayaan dan kepuasan yang tinggi, pemerintah dinilai memiliki modal sosial kuat untuk melanjutkan program jangka panjang seperti ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta transformasi digital nasional.

Hanta menegaskan, keberhasilan mempertahankan kepercayaan publik akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan kecepatan pemerintah dalam menanggapi isu-isu strategis. “Survei ini tidak hanya cermin keberhasilan, tetapi juga alarm agar pemerintah tetap dekat dengan aspirasi masyarakat,” tutupnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like