NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada jagung sebagai kelanjutan dari keberhasilan swasembada beras yang diklaim telah tercapai pada akhir 2025. Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada beras tidak terlepas dari pembenahan mendasar di sektor pertanian, terutama pada aspek distribusi sarana produksi. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani secara merata dan tepat waktu, sehingga proses produksi tidak lagi terganggu oleh kelangkaan input pertanian. Langkah tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi dan cadangan pangan nasional.
“Sejak 31 Desember 2025, Indonesia swasembada beras. Insyaallah sebentar lagi swasembada jagung, dan tiga tahun lagi swasembada pangan. Kita bertekad turunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2).
BACA JUGA: Survei Indikator Ungkap Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo
Menurut Prabowo, capaian swasembada beras menjadi pijakan penting bagi pemerintah untuk melangkah ke target swasembada komoditas pangan lainnya. Jagung menjadi prioritas berikutnya karena perannya yang strategis, baik sebagai bahan pangan maupun sebagai pakan ternak. Dengan tercapainya swasembada jagung, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dan pakan dapat lebih terjaga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ia juga menegaskan bahwa agenda swasembada pangan tidak semata-mata berorientasi pada angka produksi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat. Pemerintah, kata Prabowo, ingin memastikan bahwa petani memperoleh kepastian usaha, sementara konsumen mendapatkan harga pangan yang lebih stabil dan terjangkau.
Sebelumnya, data sektor pertanian menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34 juta ton. Angka tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras. Peningkatan produksi ini didorong oleh berbagai kebijakan, mulai dari perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, intensifikasi lahan pertanian, hingga pendampingan kepada petani di berbagai daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa keberhasilan upaya untuk bahan pokok beras membuka ruang bagi pemerintah untuk memperluas target kemandirian pangan pada komoditas strategis lainnya. Selain jagung, pemerintah juga menargetkan penguatan produksi gula guna mengurangi ketergantungan impor.
BACA JUGA: Tingkat Hunian Hotel Jakarta Anjlok 2025, Ini Penyebabnya
“Izin Bapak Presiden, ada beberapa poin kami sampaikan. Produksi kita 34 juta ton beras. Rencana tahun ini ada PTPN, 50 persen tebu di Jawa Timur. Kita tidak impor gula putih tahun ini,” ujar Amran saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1).
Amran menjelaskan bahwa penguatan peran BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pad abidang perkebunan, khususnya PTPN, perusahaan itu menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan produksi tebu nasional. Jawa Timur diproyeksikan menjadi sentra penting dalam upaya tersebut, mengingat kontribusinya yang besar terhadap produksi gula nasional.
Pemerintah menilai, keberhasilan beras dan target jagung akan menjadi fondasi menuju pangan secara menyeluruh dalam beberapa tahun ke depan. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan infrastruktur pertanian, serta keterlibatan aktif petani dan pelaku usaha, pemerintah optimistis agenda besar ketahanan pangan nasional dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.