Tiang Monorel Bakal Dibongkar Tiap Malam, September Rampung

Pemprov DKI Jakarta membongkar proyek tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Foto: beritajakarta.id
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dengan membongkar tiang monorel yang terbengkalai sejak 2004.

Groundbreaking penataan kawasan ini disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Wakil Gubernur Rano Karno; Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso, perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta; serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebanyak 109 tiang monorel yang terbengkalai akan dibongkar, mulai dari sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga depan Hotel Grand Melia.

Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September mendatang.

“Saya hari ini bersama dengan Bapak Sutiyoso, dengan Kajati, Bapak Wagub, dan juga dari KPK, Bapak Bahtiar, melakukan penataan Jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel,” ujar Pramono, Rabu (14/1/2026).

Proses pembongkaran tiang monorel ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp254 juta.

Sedangkan keseluruhan biaya penataan kawasan di Jl HR Rasuna Said diperkirakan mencapai Rp102 miliar.

Penataan kawasan di Jalan HR Rasuna Said meliputi perbaikan jalan, selokan, taman, penerangan jalan, hingga jalur pedestrian.

Penataan ini diharapkan akan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan ini.

“Saya meyakini ini akan membuat Jalan HR Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik, dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” harap Pram.

Pembongkaran tiang monorel terbengkalai ini mendapatkan dukungan penuh secara hukum dari Kajati DKI Jakarta dan KPK.

Untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan di jalur tersebut, seluruh proses pengerjaan pembongkaran akan dilakukan pada malam hari.

BACA JUGA: Anggaran Rp100 Miliar Bukan Cuma untuk Bongkar Tiang Monorel

Pramono juga menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan memastikan tidak ada penutupan jalur agar arus lalu lintas tetap lancar.

Terkait status aset, Pemprov DKI telah berkomunikasi dengan PT Adhi Karya.

Sebelumnya, melalui surat yang dikirimkan Pemprov DKI, pihak Adhi Karya diminta membongkar sendiri tiang-tiang tersebut pada November lalu, namun hingga batas waktu yang ditentukan tak kunjung terlaksana.

Meski diambil alih oleh Pemprov DKI, Pramono menegaskan besi hasil bongkaran akan diserahkan kembali kepada Adhi Karya.

Penataan tiang monorel juga akan dilakukan di kawasan Senayan.

Namun, beberapa tiang akan dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai sarana komersial, seperti reklame atau videotron.

“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, karena yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso mengapresiasi langkah Pramono menata kawasan Jalan HR Rasuna Said.

Menurutnya, keputusan Pramono tersebut merupakan langkah tepat.

“Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono, dan itu adalah keputusan yang paling tepat.”

“Seenggak seenak apa pun mengeluarkan biaya, harus kita lakukan,” cetus pria yang akrab disapa Bang Yos itu.

Bang Yos pun meminta masyarakat mendukung upaya Pemprov DKI menata kawasan Rasuna Said menjadi lebih nyaman dan tertata.

“Terima kasih Pak Gubernur Pramono, Pak Wagub, dan Pak Kajati, Pak KPK juga yang ikut mendukung penertiban ini.”

“Semoga nanti bisa dilihat dinikmati seperti yang sudah dijelaskan tadi,” imbuhnya.

Tidak Tutup Jalan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan mobilitas masyarakat di kawasan Jalan HR Rasuna Said akan tetap berjalan normal, selama berlangsungnya proses pembongkaran tiang monorel.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, pihaknya tidak akan menutup jalur utama di area tersebut.

“Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama, tidak ada penutupan jalan,” kata Syafrin di lokasi yang sama.

Untuk meminimalisir kepadatan arus lalu lintas, jelasnya, pembongkaran tiang hanya dilakukan pada malam hari saat volume kendaraan mulai menurun, yakni dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Rencananya dalam satu malam akan dibongkar satu tiang.

Total terdapat 109 tiang monorel terbengkalai yang akan dibongkar untuk penataan kawasan ini.

BACA JUGA: Tahun Depan Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel

Sedangkan untuk jalur lambat, penutupan jalan di jalur tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai pengerjaan pembongkaran.

“Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan.”

“Kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya.”

“Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya,” jelasnya.

Syafrin mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan tersebut tetap menjaga kendaraannya bergerak, sehingga tidak menghambat arus lalu lintas.

“Kami imbau ke pengendara, jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan.”

“Tetap bergerak agar lalu lintas di belakangnya tetap bergerak smooth,” imbaunya.

Menurut Syafrin, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, penghilangan median pemisah dan penambahan satu lajur cepat setelah tiang monorel dibongkar, akan meningkatkan efektivitas jalan secara signifikan.

“Dengan ada penambahan satu lajur cepat nantinya dan kemudian dihilangkan pemisah, median pemisah, ini akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini,” beber Syafrin.

Dinas Perhubungan dan Satpol PP masing-masing akan menyiagakan sekitar 15 personel, untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses pembongkaran dilakukan.

“Setiap mulai pekerjaan malam, itu otomatis anggota akan ada melakukan pengaturan,” tambah Syafrin. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like