Tolak Keras Ancaman Trump, Presiden Meksiko Lakukan Ini

Presiden Meksiko. Dok. Anadolu Ajansi.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dengan tolak keras ancaman yang sebelumnya disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait upaya menghentikan peredaran narkotika oleh kartel di negaranya. Sheinbaum menegaskan bahwa tidak akan ada serangan dari AS terhadap wilayah kedaulatan Meksiko.

Tolak Keras, Presiden Meksiko Ungkap Ancaman Trump Tak Akan Terjadi

“Itu tidak akan terjadi,” tegas Sheinbaum saat konferensi pers terbaru, sebagaimana diberitakan AFP, Rabu (19/11/2025).

Pernyataan tegas tersebut muncul sebagai respons atas ancaman terbaru Trump yang menyatakan dirinya siap melakukan “apa pun yang harus kami lakukan” termasuk melancarkan serangan militer ke Meksiko, yang selama ini menjadi mitra ekonomi sekaligus sekutu strategis Washington.

BACA JUGA: Komisi III DPR Klarifikasi Pasal Bermasalah di KUHAP

Sheinbaum menuturkan bahwa, “Kami tidak menginginkan intervensi oleh pemerintah asing mana pun. Ada kerja sama dan ada koordinasi, tetapi bukan subordinasi,” menegaskan bahwa Meksiko menolak segala bentuk campur tangan eksternal.

Presiden Meksiko Sebut Amerika Pernah Lakukan Intervensi

Mengacu pada sejarah konflik di abad ke-19, Sheinbaum mengingatkan bahwa “terakhir kali Amerika Serikat datang untuk melakukan intervensi di Meksiko, mereka telah merebut separuh wilayahnya”, dan kembali menegaskan, “Kami tidak dapat mengizinkan intervensi.”

Sementara itu, ancaman Trump sebelumnya disampaikan kepada para wartawan pada Senin (17/11/2025) waktu setempat, dengan menyatakan bahwa ia akan mengizinkan tindakan militer terhadap Meksiko jika dianggap perlu.

Ia mengatakan, “Apakah saya akan melancarkan serangan di Meksiko untuk menghentikan narkoba? Tidak masalah bagi saya. Apa pun yang harus kita lakukan untuk menghentikan narkoba,” sekaligus menambahkan, “Saya tidak mengatakan saya akan melakukannya, tetapi saya akan bangga untuk melakukannya. Karena kita akan menyelamatkan jutaan nyawa dengan melakukannya,” ujarnya.

Pernyataan Trump Jadi Upaya Tekanan Usai AS Dituduh

Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Trump di tengah pengerahan kapal induk dan aset militer strategis AS ke sekitar Venezuela, sebagai upaya menekan Presiden Nicolas Maduro yang oleh pemerintah AS dituduh memimpin kartel narkoba klaim yang dibantah keras oleh Maduro.

Dalam operasi militer yang tengah berlangsung, pasukan AS dilaporkan telah mengebom lebih dari 20 kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba, dengan total sedikitnya 83 orang tewas. Hingga kini, tidak ada bukti yang disampaikan untuk mendukung klaim Pentagon bahwa kapal-kapal yang dihancurkan di wilayah Karibia dan perairan Pasifik tersebut benar-benar terlibat dalam penyelundupan narkotika dan mengancam keamanan AS.

BACA JUGA: Prabowo Targetkan Kabupaten/Kota Punya RS Teknologi Tinggi

Meksiko Tak Akan Biarkan Ancaman Trump

Situasi memanas antara Meksiko dan Amerika Serikat kembali memperlihatkan betapa rentannya hubungan dua negara bertetangga ini ketika isu keamanan lintas batas menjadi tarik-menarik kepentingan politik. Di satu sisi, Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko tolak keras bentuk intervensi apa pun dari negara asing, termasuk dari AS yang selama ini menjadi mitra strategis dalam berbagai kerja sama ekonomi dan keamanan. Pernyataan tegas tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan kemungkinan tindakan militer terhadap Meksiko dengan alasan pemberantasan narkoba.

Sementara Trump menyatakan kesiapannya melakukan “apa pun yang harus kami lakukan”, termasuk serangan terhadap wilayah Meksiko, Sheinbaum menekankan perlunya kerja sama yang didasarkan pada koordinasi setara, bukan subordinasi. Peringatan sejarah abad ke-19 yang disebut Sheinbaum juga menjadi penekanan bahwa Meksiko tidak ingin mengulangi pengalaman kehilangan wilayah akibat intervensi asing.

Ketegangan ini terjadi di tengah operasi militer AS di sekitar Venezuela, yang memunculkan pertanyaan lanjutan mengenai dasar-dasar tindakan yang diambil, mengingat belum adanya bukti kuat terkait klaim penyelundupan narkoba. Hingga kini, respons kedua negara menunjukkan bahwa perdebatan mengenai batas kerja sama dan kedaulatan masih menjadi isu utama yang menuntut kehati-hatian dalam langkah diplomatik selanjutnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like