Transportasi Tiga Provinsi Terhambat, Akses Bandara & Jalan Terputus

750 x 100 AD PLACEMENT
NarayaPost – Musim hujan 2025 kembali menunjukkan wajah kelamnya: di beberapa provinsi di Indonesia, curah hujan ekstrem memicu banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur sehingga transportasi darat dan akses ke bandara menjadi terhambat. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi gangguan serius pada jalur transportasi di setidaknya tiga provinsi jalan utama putus, jembatan rusak, dan akses ke bandara diblokir menyebabkan ribuan penumpang dan warga terjebak. Situasi ini menjadi peringatan keras bahwa kondisi cuaca ekstrem dan kerentanan infrastruktur di banyak daerah kita benar-benar memerlukan perhatian serius.
Bencana alam besar menerpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir bandang dan beberapa kejadian tanah longsor terjadi di beberapa wilayah usai cuaca ekstrem menerpa tiga provinsi tersebut.
BACA JUGA : 34 Korban Tewas Bencana Sumut, Tapanuli Selatan Terbanyak

Kejadian bencana yang terjadi membuat beberapa moda transportasi juga ikut terdampak, bahkan ada beberapa yang terputus dan tidak bisa beroperasi.

Dari laporan Kementerian Perhubungan di akun Instagram resmi @kemenhub151, berikut ini kondisi terkini transportasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Longsor di lintas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, pemulihan sedang dilakukan.

Aceh

1. Terminal Bus Tipe A Lhokseumawe dan Terminal Bus Tipe A Langsa lumpuh, komunikasi terputus total.
2. Bandara Rembele Takengon dan Bandara Malikussaleh masih beroperasi hanya saja akses menuju bandara terhambat banjir dan longsor di beberapa titik.
3. Pelabuhan Lhokseumawe masih bisa beroperasi hanya saja akses menuju pelabuhan masih dalam tahap pemulihan.
4. KA Cut Meutia Aceh perjalanannya dibatalkan.

Sumatera Utara

1. Semua Terminal Tipe A tak bisa beroperasi, Terminal Amplas mengalami kerusakan, Terminal Sibolga terputus komunikasi, Terminal Taruntung jalan akses terputus, Terminal Pinang Baris jadi tempat pengungsian.
2. Bandara Kualanamu, Bandara DR. F.L. Tobing, Bandara Aek Godang Sidempuan, dan Bandara Silangit beroperasi normal tidak terdampak banjir, sedangkan Bandara Gunung Sitoli Nias sempat terganggu dan telah beroperasi normal.
3. Pelabuhan Sibolga ditutup sementara, tidak ada kapal beroperasi.
4. Perjalanan KA Srilelawangsa beroperasi hanya untuk rute Kualanamu-Medan, Stasiun Medan masih beroperasi meskipun area lapangan terendam banjir. Di jalur kereta sempat ada longsor di lintas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, pemulihan sedang dilakukan.

Sumatera Barat

1. Seluruh Terminal Bus Tipe A beroperasi normal, namun beberapa titik lintas kota dan provinsi terdampak banjir.
2. Bandara Mentawai dan Bandara Minangkabau beroperasi normal, khusus di Bandara Minangkabau jalan akses terhambat banjir.
3. Pelabuhan Teluk Bayur beroperasi normal tak terdampak banjir atau longsor.
4. Layanan Kereta Api beroperasi normal, hanya saja ada genangan air di Jalur KA Kurai Taji Pariaman.

Banyak jalur kritis dibangun longgar, bahkan ada yang melewati zona rawan longsor tanpa analisis geologi memadai. Dampaknya, saat hujan besar yang kini makin sering terjadi risiko kerusakan jadi lebih besar. Para warga mendesak pemerintah daerah dan pusat melakukan audit menyeluruh terhadap jalur transportasi, prioritas pembangunan infrastruktur, serta sistem peringatan dini bencana yang efektif.

Kebutuhan mitigasi dan adaptasi menjadi semakin mendesak. Beberapa rekomendasi dari komunitas kebencanaan dan akademisi antara lain: rehabilitasi drainase di kawasan rawan, penanaman pohon penahan erosi di pegunungan dan lereng, perbaikan konstruksi jalan dan jembatan agar tahan air dan longsor, serta edukasi masyarakat tentang risiko dan cara bertahan saat bencana. Selain itu, sistem transportasi alternatif perlu dikembangkan misalnya moda transportasi laut atau udara untuk daerah terpencil agar ketika jalan darat terputus, akses tetap terjaga.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like