Trump Bakal Tambah Kapal Induk Jika Negosiasi Iran Gagal

Donald Trump mempertimbangkan menambah kapal induk ke Timur Tengah, jika negosiasi dengan Iran gagal. Foto: wionews.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan menambah kapal induk ke Timur Tengah, jika negosiasi dengan Iran gagal.

“Entah kita akan mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat sulit seperti sebelumnya.”

“Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana (Timur Tengah), dan satu lagi mungkin akan menyusul,” kata Trump kepada Axios, Rabu (11/2/2026).

Trump juga berharap putaran kedua negosiasi dengan Iran akan berlangsung minggu depan.

Ia optimis kesepakatan tercapai melalui keterlibatan diplomatik, dengan mengeklaim Iran sangat ingin mencapai kesepakatan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada Rabu untuk membahas pembicaraan dengan Iran, kata Trump, tidak merasa gugup tentang negosiasi tersebut, karena ia juga menginginkan hasil positif.

BACA JUGA: Israel Mau Serang Iran Tanpa Bantuan Amerika

“Dia juga menginginkan kesepakatan.”

“Dia menginginkan kesepakatan yang baik,” imbuh Trump.

Jumat lalu, pembicaraan antara delegasi AS dan Iran mengenai program nuklir Iran diadakan di ibu kota Oman, Muscat.

Trump mengatakan pembicaraan berjalan lancar dan akan berlanjut pada minggu ini.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika ini menyebabkan perang.

Rudal Patriot Siaga

AS menempatkan rudal Patriot ke dalam peluncur berbasis truk di pangkalan udara Al Udeid di Qatar, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Reuters pada Selasa (10/2/2026) melaporkan, lewat tinjauan citra satelit, penempatan rudal dalam truk bergerak dibandingkan peluncur semi-statis, akan memungkinkan Washington mengerahkan sistem tersebut dengan cepat, baik untuk serangan maupun penggunaan pertahanan jika terjadi serangan Iran.

Citra satelit bertanggal 1 Februari menunjukkan, AS juga telah memindahkan empat pesawat pengisi bahan bakar KC 135 Stratotanker ke pangkalan itu, sehingga total menjadi 18 pesawat sejenis, serta menambahkan 7 pesawat angkut C-17.

Gambar citra satelit juga menunjukkan keberadaan pesawat intai RC-135, tiga pesawat C-130 Hercules, serta hingga 10 sistem pertahanan udara Patriot MIM-104 yang terpasang di truk di pangkalan Al Udeid.

Antara 25 Januari dan 2 Februari, AS mengerahkan satu pesawat C-17, satu C-130, dan empat pesawat perang elektronik EA-18G Growler ke Muwaffaq di Yordania.

Per 2 Februari, pangkalan lain di Muwaffaq juga menampung 17 pesawat tempur F15-E, delapan pesawat A-10 Thunderbolt, empat C-130, serta empat helikopter yang belum teridentifikasi.

Di pangkalan Prince Sultan di Arab Saudi, citra satelit pada 2 Februari memperlihatkan keberadaan pesawat C-5 Galaxy dan sebuah pesawat C-17.

Gambar lebih lanjut juga mengungkap tujuh pesawat tambahan di Diego Garcia di Samudra Hindia, dan peningkatan jumlah pesawat di pangkalan Dukhan di Oman.

Makin Cepat Main Baik

Iran berupaya mencapai kesepakatan mengenai isu nuklir sesegera mungkin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei pada Selasa (10/2/2026) mengatakan, faktor waktu menjadi pertimbangan penting bagi Iran.

“Semakin cepat kesepakatan tercapai, semakin baik.”

BACA JUGA: Iran Incar Pangkalan Militer AS di Teluk Persia Jika Diserang

“Kami memulai negosiasi ini dengan tujuan mencapai hasil.”

“Waktu sangat penting bagi kami.”

“Saya telah berkali-kali mengatakan, pencabutan sanksi sesegera mungkin adalah kemenangan bagi Iran,” ucap Baghaei, seperti dikutip stasiun televisi Iran SNN.

Ia menambahkan, pembicaraan Iran-AS pada Jumat lalu di Muscat berfokus pada pembahasan isu-isu umum, dan dimaksudkan untuk menilai keseriusan niat pihak AS, serta menentukan langkah selanjutnya.

Sebelumnya pada Januari, Trump mengatakan armada besar sedang menuju Iran, namun berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang adil dan setara.

Trump memperingatkan jika kesepakatan program nuklir Iran tidak tercapai, serangan AS akan jauh lebih buruk daripada serangan sebelumnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like