Trump Bilang Iran Tak Pantas Ikut Piala Dunia 2026

TVRI bakal menyiarkan Piala Dunia 2026. Foto: fifa.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai tak pantas tim nasional sepak bola Iran tetap ikut Piala Dunia 2026.

“Tim Nasional Sepak Bola Iran tetap disambut untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya tak yakin kehadiran mereka pantas, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri,” tulis Trump di Truth Social, Kamis (12/3/2026).

Piala Dunia 2026 bakal digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, oleh tuan rumah bersama AS, Meksiko, dan Kanada.

Sebanyak 48 tim nasional bakal berkompetisi di turnamen empat tahunan ini.

Merespons Trump, Timnas Iran menegaskan tidak ada yang berwenang mengeluarkan Iran dari keikutsertaan di Piala Dunia.

Lewat Instagram, Timnas Iran menegaskan mereka berhak lolos ke Piala Dunia 2026 lewat perjuangan berat di babak kualifikasi.

BACA JUGA: Iran Bersedia Kembali ke Meja Perundingan dengan Tiga Syarat

Iran juga menyoroti sosok-sosok yang dinilai melakukan pelanggaran saat memegang kekuasaan.

“Piala Dunia adalah ajang internasional yang sangat bersejarah, dan badan yang berhak mengatur adalah FIFA, bukan diatur oleh perorangan atau (sebuah) negara.”

“Tim nasional Iran, dengan kekuatan dan serangkaian kemenangan menentukan yang diraih oleh putra-putra Iran yang pemberani, termasuk sebagai rangkaian tim yang pertama kali memastikan diri lolos ke turnamen besar ini,” tulis timnas Iran.

Timnas Iran juga menegaskan, hak keikutsertaan mereka di Piala Dunia tidak bisa dicabut begitu saja.

“Yang jelas, tidak ada seorang pun yang bisa mengeluarkan timnas Iran dari Piala Dunia.”

“Satu-satunya negara yang bisa dikeluarkan adalah negara yang berlabel status sebagai ‘tuan rumah,’ yang kekurangan kemampuan menghadirkan rasa aman bagi tim-tim yang berpartisipasi di ajang global ini,” tulis pihak Timnas Iran.

Absen

Sebelumnya, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menegaskan, negaranya tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026.

Keputusan itu diambil usai Iran diserang AS dan Israel mulai 28 Februari lalu.

Serangan yang dilakukan AS dan Israel, kata Donyamali, membuat Iran tidak mungkin ambil bagian dalam kompetisi sepak bola bergengsi dunia itu.

“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” ucap Donyamali kepada televisi pemerintah, dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2026).

Iran masuk Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Iran dijadwalkan menjalani babak penyisihan di California dan Seattle, AS.

Tidak Aman

Tim Melli, julukan Timnas Iran, lolos Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi.

Iran memastikan satu tempat dalam pesta sepak bola sejagad ini pada 10 Juni 2025.

Setelah menang 3-0 atas Korea Utara pada fase ketiga kualifikasi zona Asia, Iran memuncaki klasemen Grup A. Mehdi Taremi dan kawan-kawan mengoleksi 23 poin dari 10 laga.

Tiga hari kemudian, pada 13 Juni 2025, AS menyerang wilayah Iran menggunakan rudal.

AS bersama Israel menyerang kediaman pribadi petinggi militer, instalasi militer, dan ilmuwan nuklir Iran. Serangan ini membuat Iran membalas, dan perang berlangsung selama 12 hari.

Sejak 9 Juni 2025, AS tidak menerima paspor Iran selama Piala Dunia 2026.

Pada awal Desember 2025, sepekan sebelum undian babak grup Piala Dunia 2026, AS tak menerima semua perwakilan Iran yang akan ambil bagian dalam undian di Washington.

Federasi Sepak bola Republik Islam Iran (FFIRI) sempat menyatakan memboikot undian ini.

Namun, setelah dirayu FIFA, beberapa perwakilan Iran tetap hadir di Washington.

Sehari setelah AS-Israel membombardir Iran pada 28 Februari 2026, Ketua FFIRI Mehdi Taj menyebut ada potensi Iran mundur dari Piala Dunia 2026.

Namun, kepastian sikap FFIRI tergantung Pemerintah Iran.

“Setelah serangan ini, kami tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Taj dalam wawancara dengan media Iran pada 1 Maret.

BACA JUGA: Iran Siapkan Banyak ‘Kejutan’ untuk Amerika dan Israel

FIFA lantas merespons Iran akan tetap menjadi bagian dalam Piala Dunia 2026.

Posisi Iran di AS juga diupayakan aman dari gangguan.

FIFA menyebut Trump akan menerima Iran di AS.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut persiapan Piala Dunia 2026 juga tetap menjadikan Iran sebagai bagian penting.

“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali Tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di AS,” ucap Infantino dalam rilis FIFA.

Status AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama Meksiko dan Kanada, menjadi salah satu alasan Iran mundur.

Diskriminasi AS atas warga Iran juga menjadi penyebabnya.

“Anak-anak kami tidak aman, dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada, mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran.”

“Mereka memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan, dan membunuh serta memartir ribuan rakyat kami.”

“Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu,” tutur Donyamali.

Meski sudah diucapkan otoritas resmi, belum ada surat yang disampaikan ke FIFA.

Organisasi sepak bola dunia ini juga belum membuat pernyataan sikap (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like