NarayaPost – Iran bakal menjadikan kawasan Timur Tengah menjadi neraka, jika Amerika Serikat (AS) menyerang infrastruktur negara itu.
“Kawasan itu akan menjadi neraka bagi musuh jika serangan terhadap infrastruktur Iran meluas,” ujar juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Ebrahim Zolfaghari, dikutip Middle East Monitor.
Ia menambahkan, harapan untuk mengalahkan Republik Islam itu, telah berubah menjadi kubangan lumpur bagi AS.
Zolfaghari juga menyebut ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap infrastruktur negaranya, menunjukkan kebingungan dan frustrasi.
Menurutnya, angkatan bersenjata Negera Para Mullah itu tidak akan ragu membela sumber daya nasional dan menanggapi setiap agresi.
Zolfaghari memperingatkan, setiap eskalasi akan dibalas secara tegas, termasuk serangan berkelanjutan yang menargetkan infrastruktur yang digunakan AS dan Israel.
Peringatan itu muncul di tengah laporan yang mengutip sumber-sumber Israel mengenai persiapan untuk menargetkan fasilitas energi negara kaya minyak itu.
Media Iran, termasuk Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang menyebut dua pembangkit listrik utama pemasok listrik ke Israel telah dimasukkan ke dalam daftar target potensial.
Menurut sumber itu, langkah tersebut bagian dari strategi respons untuk membalas setiap serangan terhadap infrastruktur Iran.
Balas Setiap Serangan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, Korps Garda Revolusi Islam sudah jelas membahas ancaman Trump.
“Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apa pun.”
“Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas, serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya,” tegas Baghaei saat wawancara dengan Al Jazeera, dirilis pada Senin (6/4/2026).
IRGC, kata dia, akan menargetkan serangan balasan serupa ke aset milik AS, atau mereka yang berkontribusi mendukung operasi Washington.
Ia menegaskan, ancaman terbaru Trump adalah indikasi pola pikir kriminal.
“Ini sama saja dengan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
BACA JUGA: Amerika Tak Butuh Minyak Iran Kata Donald Trump
“Dan saya akan bilang genosida, karena mengancam bakal menyerang infrastruktur kritis suatu negara, sektor energi.”
“Itu berarti Anda ingin membahayakan seluruh penduduk,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak global.
Trump mengancam bakal menggempur fasilitas publik seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan, jika Teheran tak kunjung membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang lewat.
Ia bahkan sampai mengucap ‘Alhamdulillah’ saat mengutuk Iran dalam unggahan di media sosial buatannya, Truth Social, Minggu (5/4/2026).
“Selasa akan menjadi ‘Hari Pembangkit Listrik’ dan ‘Hari Jembatan’, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah (Alhamdulillah),” tulis Trump.
BACA JUGA: Donald Trump: Kami Bakal Bawa Iran Kembali ke Zaman Batu!
Di unggahan lain, Trump menulis Selasa pukul 20.00 waktu bagian Timur, yang sepertinya merujuk jam AS menggempur Iran.
Presiden AS ini berkali-kali mengancam Iran untuk membuka akses Selat tersebut. Pada 26 Maret, Trump juga melontarkan desakan serupa.
Trump juga terus sesumbar sedang mengupayakan negosiasi untuk gencatan senjata.
Trump lalu menunda rencana menggempur fasilitas energi negara tersebut.
Namun, Iran tak gentar.
Mereka tetap menolak membuka akses itu bagi AS, negara sekutu serta afiliasinya. (*)