NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadikan kebijakan perdagangan dan tarif, sebagai alat untuk menghentikan perang di dunia.
“Saya mengakhiri delapan perang, sebagian besarnya karena perdagangan dan karena tarif,” kata Trump di pusat pertunjukan Kennedy Center di Washington DC, Minggu (7/12/2025) waktu setempat.
Pendekatan tarif, katanya, memberi manfaat lebih besar bagi tujuan keamanan nasional.
“Kalau kita melalui jalur tarif yang lain, dan tentu saja ada pilihan ke sana, hal tersebut tak dapat memberi keamanan nasional sejati sebaik yang kita miliki saat ini.”
“Langkah kali ini cepat dan sangat kuat,” tuturnya.
Merespons pertanyaan terkait apakah pemasukan dari tarif sebaiknya digunakan untuk membayar utang negara dan bukan untuk membayar dividen kepada warga, Trump mengaku bakal melakukannya.
BACA JUGA: Israel Terus Serang Gaza, Trump Bilang Timur Tengah Damai
“Tetapi, saya pikir kita telah mendapat keuntungan begitu besar melalui tarif, sehingga kita juga bisa memberi dividen kepada masyarakat berpenghasilan menengah, dan juga masyarakat berpenghasilan rendah,” imbuhnya.
Trump sempat mengusulkan pemasukan negara dari tarif perdagangan dijadikan dividen sebesar 2,000 dolar AS untuk masyarakat, dalam bentuk transfer langsung.
Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan, dividen tersebut bisa disampaikan dalam berbagai bentuk selain cek tunai.
Trump juga berkata melalui Truth Social, sistem tarif yang berlaku saat ini jauh lebih langsung, tidak merepotkan, dan lebih cepat daripada kebijakan lainnya.
“Kecepatan, kekuatan, dan kepastian tentu saja merupakan faktor penting untuk memastikan keberhasilan pekerjaan secara berkelanjutan dan berjaya,” ucapnya.
Rusia Versus Ukraina Segera Usai
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia versus Ukraina hampir tercapai.
Ia menyebut pembicaraan terbaru menunjukkan kemajuan signifikan.
“Saya telah mengakhiri delapan perang dalam sembilan bulan, dan kami sedang mengupayakan perang terakhir itu.
“Tidak mudah, tapi saya rasa kita akan sampai,” kata Trump dalam acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Selasa (25/11/2025).
Dalam satu bulan terakhir, klaim Trump, 25.000 tentara tewas dalam perang Rusai kontra Ukraina.
“Saya pikir kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan.”
BACA JUGA: Donald Trump Bilang Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang
“Saya kira perang itu akan selesai lebih cepat, tapi saya rasa kita membuat kemajuan dalam waktu kurang dari setahun,” tuturnya.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan AS telah membuat kemajuan besar dalam upaya mengamankan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia, tetapi beberapa poin sensitif masih membutuhkan pembahasan lanjutan.
“Ada beberapa rincian penting, namun tidak tak teratasi, yang harus diselesaikan dan membutuhkan pembicaraan lebih lanjut antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat,” tulis juru bicara Karoline Leavitt di platform X.
Akhir pekan lalu, pejabat AS dan Ukraina bertemu di Jenewa, untuk membahas proposal awal 28 poin dari AS, guna mendorong upaya perdamaian.
Setelah itu, kedua pihak menyatakan tengah menyusun kerangka perdamaian yang diperbarui dan diperhalus.
Proposal tersebut menimbulkan kekhawatiran di Kyiv dan di antara sekutu Ukraina, meski Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Senin malam, setelah negosiasi, rancangan rencana AS kini memiliki “lebih sedikit poin” dan “banyak elemen yang tepat.”
Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov pada Selasa mengatakan, Kyiv dan Washington mencapai “kesepahaman bersama” dalam pembicaraan Jenewa mengenai inti rencana AS itu.
Ia menambahkan, Kyiv berharap dapat mengatur kunjungan Zelenskyy ke AS “pada tanggal paling awal yang memungkinkan pada November,” untuk menyelesaikan langkah final dan mencapai kesepakatan dengan Trump.