Utang KUR Petani Terdampak Banjir dan Longsor Bakal Dihapus

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: BPMI Setpres
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto bakal menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh tetap terpenuhi, dan suplai bahan pangan bakal dikirim dari berbagai daerah lain.

“Pangan akan kita kirim dari tempat lain.”

“Cadangan-cadangan masih cukup banyak.”

“Kemudian utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, kita akan hapus dan petani tidak usah khawatir.”

“Karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa, force majeure,” ujar Prabowo usai meninjau pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane di ruas Bireuen–Takengon di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025).

BACA JUGA: Mulai Januari 2026 Prabowo Bakal Datangkan 200 Helikopter Baru

Prabowo mengapresiasi kecepatan, dedikasi, dan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dalam menanggapi kerusakan infrastruktur vital tersebut.

Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan warga yang terdampak.

“Jadi setelah saya lihat kondisi, kerja semua instansi baik, bahu-membahu sama rakyat sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja,” imbuhnya.

Sebagai langkah percepatan, Prabowo menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, sebagai komandan percepatan perbaikan infrastruktur.

“Saya tunjuk nanti Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) sebagai Satgas (Satuan Tugas) percepatan perbaikan jembatan untuk membantu PU (Pekerjaan Umum) dan pemerintah daerah, karena punya banyak pasukan Zeni, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan, pasukan teritorial. Jadi bisa segera membantu,” ungkap Prabowo.

Pulihkan Akses Darat

Dengan bentang 30 meter, Jembatan Bailey Teupin Mane menjadi urat nadi penting untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus, akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.

Prabowo meninjau titik konstruksi yang berada tepat di tepi aliran sungai.

Ia menyaksikan dari dekat operasi alat berat, mulai dari ekskavator hingga loader yang bekerja tanpa henti memperkuat fondasi dan timbunan batu gajah sebagai oprit jembatan.

“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan.”

“Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka, dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” jelasnya.

Pemerintah, kata Prabowo, mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.

“Semua usaha kita kerahkan.”

“Nanti semua jembatan kita akan perbaiki.”

“Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu.”

“Karena masalahnya adalah tembus ini baru kita bisa kerja yang lain,” paparnya.

Prabowo juga menerima laporan rinci mengenai kerusakan infrastruktur lain, termasuk kerusakan bendungan dan area persawahan petani.

“Jadi tadi dilaporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol.”

BACA JUGA: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Hasil Buka Kebun Sawit

“Nanti PU ya segera akan memperbaiki.”

“Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya.”

“Petani-petani tidak usah khawatir.”

“Kalau sawahnya rusak, mereka akan balik memperbaiki,” tegas Prabowo.

Tinjau Tenda Pengungsian

Prabowo juga meninjau langsung tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Prabowo ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi, serta mendengar secara langsung suara dan harapan warga yang sedang mengalami masa sulit.

Di tenda utama, terdapat sekitar 532 pengungsi dari Dusun Kayee Jato, yang kini menempati dua tenda besar yang dilengkapi posko kesehatan, fasilitas air bersih, dan dapur umum yang beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makan pengungsi.

Prabowo langsung menghampiri masyarakat satu per satu, menjabat tangan mereka, dan mendengarkan keluhan serta cerita pilu mengenai kondisi keluarga dan rumah yang rusak akibat bencana.

Suasana haru sempat menyelimuti lokasi ketika beberapa warga menangis saat menyampaikan keadaan mereka kepada Kepala Negara.

Pemerintah menegaskan bantuan tambahan akan terus dikirim dan berbagai langkah pemulihan akan dipercepat, hingga seluruh pengungsi dapat kembali ke rumah dengan aman dan layak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah total korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera hingga Minggu pukul 17.00 mencapai 940 jiwa, 276 orang hilang, serta 5 ribu orang terluka.

Jumlah orang yang terdampak mencapai 3,1 juta jiwa, dari 52 kabupaten/kota, serta lebih dari 592 ribu orang masih mengungsi. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like