Venezuela Harus Izin Amerika Jika Pakai Uang Hasil Jual Minyak

Pemerintah Venezuela harus meminta izin kepada Amerika Serikat (AS), jika ingin menggunakan uang hasil penjualan minyak mereka sendiri. Foto: lowyinstitute.org
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Pemerintah Venezuela harus meminta izin kepada Amerika Serikat (AS), jika ingin menggunakan uang hasil penjualan minyak mereka sendiri.

Hasil penjualan minyak Venezuela saat ini disetorkan ke dalam sebuah rekening, yang bakal menjadi rekening Departemen Keuangan AS di negara AS.

“Minyak yang dikenai sanksi adalah minyak yang pergerakannya memerlukan izin Amerika Serikat.”

“Minyak tersebut, termasuk hasil penjualannya yang dijual dengan harga pasar dan bukan dengan harga diskon seperti yang sebelumnya harus dilakukan Venezuela, disetorkan ke dalam sebuah rekening yang pada akhirnya akan menjadi rekening yang diblokir oleh Departemen Keuangan AS di Amerika Serikat,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang membahas Venezuela, Rabu (28/1/2026).

Agar otoritas Venezuela dapat mengakses dana tersebut, mereka harus mengajukan permohonan yang merinci penggunaan dana tersebut.

Ia menambahkan, sebagian dari hasil penjualan minyak juga akan dialokasikan untuk proses audit guna memastikan dana tersebut digunakan secara tepat.

Tak Ada Operasi Militer Lagi

Rubio mengatakan AS tidak berencana mengambil tindakan militer lebih lanjut di Venezuela, meskipun ia membela operasi terbaru pemerintahan Trump yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

“Saya dapat menyampaikan dengan kepastian penuh saat ini, kami tidak berada dalam posisi, tidak berniat, atau tidak mengharapkan untuk mengambil tindakan militer apa pun di Venezuela kapan pun,” ujar Rubio.

Rubio mengatakan, satu-satunya kehadiran militer AS yang direncanakan berada di negara tersebut adalah pasukan marinir penjaga di Kedutaan Besar AS di Caracas.

“Presiden tidak pernah mengesampingkan pilihannya sebagai panglima tertinggi untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat,” tambah Rubio.

Ia menegaskan, penggunaan kekuatan hanya akan menjadi opsi jika terdapat ancaman langsung, seperti munculnya fasilitas drone Iran yang mengancam pasukan AS.

Rubio mengatakan, Presiden Donald Trump bertindak pada 3 Januari untuk menyingkirkan apa yang ia sebut sebagai ancaman besar terhadap keamanan nasional AS di Belahan Barat, merujuk pada operasi militer yang menyebabkan penangkapan Maduro.

BACA JUGA: Lelah Didikte Amerika, Presiden Venezuela: Kami Tidak Takut!

Menteri itu juga menolak anggapan penangkapan Maduro merupakan tindakan perang dan mengatakan Washington selalu memiliki hak untuk bertindak demi kepentingan nasionalnya dan untuk melindungi diri.

“Kami tidak akan membalikkan keadaan ini dalam semalam, tetapi saya pikir kami membuat kemajuan yang baik dan layak,” cetus Rubio.

Ia menekankan, AS berada dalam kondisi yang lebih baik di Venezuela hari ini dibandingkan empat minggu lalu.

Ia menegaskan, tujuan Washington adalah transisi demokratis dan menginginkan agar Venezuela memiliki pemilu demokratis yang sah, serta masa depan yang bebas, adil, sejahtera, dan bersahabat.

“Pada suatu waktu, Venezuela sebelum (Hugo) Chavez merupakan sekutu kuat AS, dan kami berharap bisa kembali ke titik itu.”

“Kami belum sampai ke sana.”

“Proses ini masih berada pada tahap awal,” paparnya.

Bangun Kantor Cabang

Badan Intelijen Pusat (CIA) AS diam-diam sedang berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela, guna memengaruhi masa depan negara tersebut.

Mengutip sejumlah sumber, CNN melaporkan pada Selasa (27/1/2026), CIA dan Departemen Luar Negeri AS tengah berkoordinasi terkait bentuk aktivitas AS di Venezuela, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Departemen Luar Negeri diperkirakan akan menjadi representasi diplomatik jangka panjang AS di negara itu.

BACA JUGA: Amerika Tuntut Venezuela Jauhi Rusia, Cina, Iran, dan Kuba

Sebelum pembukaan resmi kedutaan, pemerintahan Presiden Donald Trump kemungkinan akan mengandalkan sebuah kantor cabang CIA untuk memulai proses masuk kembali, dan menjalin kontak informal dengan anggota dari berbagai faksi politik Venezuela.

Sumber tersebut juga menyebutkan, CIA dapat memberikan pengarahan kepada para pejabat Venezuela terkait intelijen AS, mengenai pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan, seperti Cina, Rusia, dan Iran.

“Mendirikan kantor cabang adalah prioritas utama.”

“Sebelum jalur diplomatik dibuka, kantor cabang dapat membantu membangun saluran penghubung, yang akan dilakukan dengan intelijen Venezuela, dan itu memungkinkan terjadinya percakapan yang tidak bisa dilakukan oleh para diplomat,” ungkap mantan pejabat Pemerintah AS yang mengetahui rencana tersebut. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like