Vietnam Evakuasi 30.000 Warga Waspada Topan Bualoi

Vietnam waspada Topan Bualoi
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Vietnam evakuasi warga 30,000 warga waspadaiTopan Bualoi yang terjadi pada (28/09). Pemerintah telah bersiap menghadapi dampak hebat saat Topan Bualoi ( Typhoon Opong) memasuki perairan Laut Cina Selatan dan mendekat ke pesisir tengah negara itu. Cuaca ekstrem diperkirakan membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor di wilayah pesisir dan dataran rendah.

Pusat Prakiraan Hidrometeorologi Vietnam menyebut bahwa Bualoi bisa melemah setelah mencapai daratan, tetapi efek hujan dan angin tetap akan terasa luas dan berkepanjangan, terutama di provinsi seperti Ha Tinh, Nghe An, dan Quang Tri. Pemerintah Vietnam telah menutup beberapa bandara pesisir, termasuk Da Nang, dan melakukan evakuasi massal ribuan warga dari zona berisiko tinggi untuk mencegah korban jiwa.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, beberapa bandara utama di Vietnam tengah, termasuk Bandara Internasional Da Nang, Phu Bai (Hue), Dong Hoi, dan Tho Xuan ditutup sementara untuk menjamin keselamatan penerbangan. Aktivitas pelayaran juga dihentikan di sejumlah pelabuhan dan jalur laut komersial. Pihak berwenang juga mengerahkan ribuan personel militer dan relawan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan darurat. Menurut Badan Meteorologi Vietnam, hujan ekstrem diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan akumulasi curah hujan yang bisa mencapai lebih dari 400 mm sehingga berisiko tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di daerah perbukitan dan lereng curam.

BACA JUGA : Uang Dugaan Korupsi Kuota Haji Tertuju pada Satu Orang!

Pemerintah Vietnam meningkatkan status siaga nasional saat Topan Bualoi bergerak semakin dekat ke daratan. Evakuasi besar-besaran dilakukan untuk melindungi warga di wilayah pesisir dan dataran rendah yang rentan terhadap banjir, gelombang tinggi, dan longsor. Di kota Da Nang, lebih dari 210.000 warga telah dipindahkan ke lokasi pengungsian yang aman. Sementara itu, di kota Hue, otoritas setempat telah mengevakuasi sedikitnya 32.000 orang dari daerah rawan. Evakuasi juga dilakukan di provinsi Nghe An, Ha Tinh, dan Quang Binh yang diprediksi akan terkena dampak langsung dari badai.

Ulas Balik Topan Bualoi di Vietnam

Tahun lalu, Topan Yagi menghantam Vietnam dengan kekuatan dahsyat, menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$ 3,3 miliar dan menewaskan ratusan orang. Pemerintah dan lembaga bantuan menyebut kerusakan meliputi infrastruktur, sektor pertanian, serta pemukiman warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Topan Bualoi terbentuk di Samudra Pasifik Barat pada September 2025, dan telah memasuki wilayah timur Filipina. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa badai ini memiliki kecepatan angin antara 118–133 km/jam, dengan potensi meningkat saat berada di Laut Cina Selatan. Al Jazeera melaporkan bahwa di Filipina, Bualoi sudah memicu banjir dan tanah longsor yang merenggut sedikitnya 10 nyawa sebelum melanjutkan jalurnya ke Vietnam. Laporan dari Vietnamnet menyebut Bualoi sebagai topan ke-10 yang menghantam wilayah Vietnam tahun ini, dengan ancaman utama berupa hujan ekstrem, angin kuat, dan potensi tanah longsor serta banjir bandang.

Menurut prakiraan cuaca yang dilansir dari ViamNamNet, Bualoi diperkirakan membawa curah hujan hingga 600 mm di beberapa wilayah tengah dan utara Vietnam. Sungai-sungai besar di provinsi-provinsi seperti Thanh Hoa, Quang Tri, Ha Tinh diprediksi akan melonjak ke level waspada, memicu banjir dan meluapnya aliran air ke pemukiman. Banyak daerah pesisir juga diwarnai gelombang tinggi dan rob, yang dapat menimpa jalan dan permukiman tepi laut.

Himbauan Pemerintah Vietnam

Sebagai bagian dari upaya mitigasi darurat menghadapi dampak Topan Bualoi, otoritas Vietnam telah mengeluarkan larangan sementara bagi seluruh kapal penangkap ikan dan kapal logistik untuk berlayar di wilayah yang diprediksi akan terdampak langsung badai. Nelayan lokal diminta segera kembali ke daratan dan mencari tempat perlindungan aman, terutama di pelabuhan atau tempat evakuasi yang telah disiapkan pemerintah.

Pemerintah daerah di provinsi-provinsi pesisir, seperti Quang Nam, Da Nang, dan Thua Thien Hue, bekerja sama dengan unit militer untuk mendirikan pos siaga dan memobilisasi alat berat serta personel penyelamat. Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan juga dilakukan untuk memastikan tim medis, ambulans, dan pasokan logistik kesehatan tersedia di titik-titik pengungsian. Seluruh langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan memastikan respons cepat saat badai mencapai daratan.

Topan ini diproyeksikan memperlambat lajunya ketika mencapai daratan, namun dampak dari hujan lebat dan kondisi pasca-topan tetap menjadi ancaman besar bagi ribuan warga. Beberapa analis memperingatkan bahwa kombinasi antara degradasi tanah dan infrastruktur yang rapuh dapat meningkatkan risiko bencana berkepanjangan setelah badai berlalu.

Vietnam evakuasi 30.000 warga waspadai Topan Bualoi merupakan langkah preventif meminimalkan korban jiwa. Dengan latar belakang kekeringan musim hingga fenomena badai yang makin intens, kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan Asia Tenggara terhadap perubahan iklim. Vietnam, khususnya bagian tengah dan utara, menjadi sorotan dalam kesiapsiagaan menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa depan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like