“Ini adalah hal luar biasa yang dilakukan oleh Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial, yakni mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan gagasan presiden sesuai Asta Cita. Semoga program-program ini bisa berjalan dengan baik dan kita bisa berkolaborasi,” ujar Arcandra. Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Tengah bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Kamis (15/1/2026).
BACA JUGA: Film Tunggu Aku Sukses Nanti Segera Tayang, Cerita Soal Tekanan Anak Muda
Audiensi tersebut awalnya membahas penguatan kolaborasi data tunggal serta rencana pendirian Sekolah Rakyat, baik yang bersifat rintisan maupun permanen, di masing-masing kabupaten di Sulawesi Tengah. Pertemuan ini digelar tidak lama setelah peluncuran Sekolah Rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru.
Dalam kesempatan itu, para kepala daerah menyampaikan komitmen dan kesiapan daerahnya untuk bersinergi mendukung program prioritas Presiden. Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, menyatakan bahwa daerahnya siap mendirikan Sekolah Rakyat permanen, mengikuti langkah daerah lain di Sulawesi Tengah. Ia berharap rencana tersebut dapat segera terwujud karena besarnya harapan masyarakat terhadap program prioritas pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat Sebagai Solusi Terbaik
Sementara itu, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menilai Sekolah Rakyat sebagai solusi luar biasa yang belum pernah terpikirkan pada pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, program ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banggai Kepulauan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menurunkan angka kemiskinan.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menyambut baik antusiasme para kepala daerah. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan miniatur dari upaya pengentasan kemiskinan, yang dilakukan melalui pemeliharaan dan pendidikan anak-anak dari keluarga paling rentan.
Dalam audiensi tersebut, Gus Ipul juga menayangkan video kisah inspiratif siswa Sekolah Rakyat, seperti Sofia dari Kupang dan Nazriel, serta penampilan teatrikal dan pidato empat bahasa yang dipersembahkan siswa saat peresmian di Banjarbaru. Penampilan itu sebelumnya mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo serta para tamu undangan.
Pengentasan Kemiskinan Bertumpu pada Fondasi Data Kuat
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh upaya pengentasan kemiskinan harus bertumpu pada fondasi data yang kuat dan akurat. Sesuai arahan langsung Presiden Prabowo, Kemensos melakukan pembenahan serius dari sisi pendataan. “Mulailah bekerja dengan data, data dulu dibenarkan baru yang lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran data menjadi tugas strategis Kemensos sebagai bagian dari DTSEN. Data tersebut nantinya digunakan sebagai acuan utama penyaluran bansos, sekaligus menjadi referensi dalam menentukan anak-anak dari keluarga termiskin yang berhak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
BACA JUGA: Kadin Beri Suntikan Dana 2 Triliun untuk Bangun Dapur MBG
“Sekolah Rakyat ini adalah persembahan Presiden Prabowo untuk rakyat yang paling miskin. Anak disekolahkan hingga lulus, dan orang tuanya pun diharapkan naik kelas serta tidak lagi menerima bansos,” jelas Gus Ipul.
Wakil Ketua MPR Harap Sekolah Rakyat Bisa Benar-Benar Dirasakan
Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar kembali menegaskan harapannya agar program Sekolah Rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Senada, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan bahwa selain Sekolah Rakyat dan DTSEN, Kemensos juga akan melakukan intervensi melalui program bantuan sosial dan pemberdayaan sosial, dengan perhatian khusus pada wilayah di luar Pulau Jawa.
Agus Jabo mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam pemutakhiran data agar bantuan sosial dapat tepat sasaran. Menjelang penutupan audiensi, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa data bersifat dinamis dan membutuhkan transparansi serta keterbukaan. Ia menutup pertemuan dengan ajakan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo, agar seluruh program berjalan selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri.








