Warga Bakal Bisa Naik Monorel ke Taman Margasatwa Ragunan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat membangun monorel hingga ke Kawasan Taman Marga Satwa Ragunan (TMR). Foto: Facebook@Taman Margasatwa Ragunan
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat membangun monorel hingga ke Kawasan Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, rencana pembangunan monorel itu sebagai opsi pembenahan aspek transportasi publik angkutan umum.

Kata Rano, pembangunan akses transportasi publik berupa monorel itu sebagai upaya memfasilitasi warga yang ingin berkunjung ke TMR.

“Ada rencana Ragunan itu kita akan bikin semacam kereta monorel,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).

Selain mengatasi persoalan kemacetan, menurut Rano, kehadiran monorel juga akan berdampak mengurangi polusi.

Selain pembangunan monorel, Rano juga mengungkap rencana pemanfaatan Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan sebagai area parkir.

BACA JUGA: Jalan Takkan Ditutup Saat Tiang Monorel Dibongkar

Sehingga, masyarakat yang akan berkunjung menggunakan kendaraan pribadi bisa memanfaatkan area parkir itu, dan selanjutnya menggunakan monorel menuju Taman Margasatwa Ragunan.

Rano menambahkan, monorel yang nanti dibangun itu akan diteruskan hingga ke kawasan Setu Babakan.

Menurut Rano, pembangunan monorel itu juga tidak akan berdampak negatif terhadap satwa di TMR.

“Nanti orang-orang kalau mau ke Ragunan naik monorel.”

“Karena selain tidak ada emisi, juga tidak mengganggu hewan-hewan yang ada,” terangnya.

Pembongkaran Malam Hari

Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dilakukan pada malam hari, agar tak mengganggu arus lalu lintas.

“Ya otomatis pembongkarannya malam hari.”

Window times-nya itu.”

“Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang eksekusi,” jelas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota, Rabu (7/1/2026).

Syafrin mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas saat pembongkaran dilakukan.

Syafrin menjelaskan, nantinya para pengguna jalan akan dialihkan ke jalur cepat, saat pengerjaan pembongkaran tiang monorel dilakukan.

“Lalu lintasnya kita akan lakukan pengalihan arus.”

“Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat,” tuturnya.

Sehingga, pada saat alat berat masuk, kata dia, alat itu akan berada di sisi jalur lambat.

“Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” imbuh Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang-tiang monorel terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, dilaksanakan bulan ini.

Rencananya, eksekusi pembongkaran dimulai pada Selasa atau Rabu pekan depan.

BACA JUGA: Tahun Depan Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel

“Untuk pembongkaran (tiang) monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah Hari Selasa atau Rabu depan,” ujar Pramono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).

Menurut Pramono, seluruh proses pembongkaran akan dilakukan langsung oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta, bukan pihak PT Adhi Karya.

Langkah ini diambil setelah surat yang dikirimkan Pemprov DKI ke pihak Adhi Karya telah melewati batas waktu yang telah ditentukan.

“(Pembongkaran) Tiang monorel yang melakukan adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga.”

“Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.

Meski melibatkan alat berat dan pengerjaan konstruksi berada di jalur utama, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak akan menutup jalan selama proses pembongkaran.

Terkait lokasi pembuangan material pembongkaran, ia juga menyampaikan hal itu menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta.

“Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan.”

“Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan,” papar Pramono.

Pembongkaran tiang monorel terbengkalai ini dilakukan untuk meningkatkan estetika kota serta menjaga keselamatan pengguna jalan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like