Waspadai Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang Saat Lebaran

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Selama periode awal mudik Lebaran 2026, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif.

Namun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada, dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik.

Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca, menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui, untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal, Sabtu (14/3/2026).

BACA JUGA: Dua Puncak Arus Mudik-Balik Lebaran Diprediksi Terjadi Tahun Ini

Plt Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani menjelaskan, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.

Kondisi tersebut, yang juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.

Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi, serta kondisi atmosfer yang cukup labil.

Andri menuturkan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatra, serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur.

Pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Pada sektor penerbangan, BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua.

Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering, sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua, yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut.

“Masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan, juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani merekomendasikan pemudik dan masyarakat memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi http://www.bmkg.go.id.

Sebelum memulai perjalanan, masyarakat juga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, serta hanya mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari kanal resmi pemerintah, guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar alias hoaks.

Penguatan Layanan Informasi Cuaca

BMKG mendukung kelancaran penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H, melalui penguatan layanan informasi cuaca bagi sektor transportasi.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/3/2026), yang dibuka oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026  beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, dan berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional, untuk memantau kondisi operasional transportasi selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Posko ini juga menjadi sarana untuk mempercepat koordinasi antar-instansi, serta memastikan setiap dinamika di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Dudy menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

“Posko ini menjadi pusat koordinasi nasional, untuk memantau kondisi operasional transportasi selama masa Lebaran, mempercepat koordinasi antar-instansi, serta memastikan setiap dinamika di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ucap Dudy Purwagandhi.

BACA JUGA: Waspada Banjir Hingga Gempa Bumi Saat Libur Lebaran

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, BMKG siap mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu bagi seluruh sektor transportasi.

“Pada minggu ketiga dan keempat Maret, secara umum kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia relatif kondusif.”

“Namun terdapat beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan yang masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi, sehingga perlu menjadi perhatian dalam operasional transportasi,” ungkap Faisal.

BMKG, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan sektor transportasi, khususnya di bidang penerbangan, guna memastikan layanan meteorologi dapat mendukung keselamatan operasional selama periode Lebaran.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik, layanan terintegrasi tersedia melalui System of Interactive Aviation Meteorology (Ina-SIAM) di sektor penerbangan.

Untuk jalur darat, tersedia Digital Weather for Traffic (DWT), sementara sektor pelayaran didukung melalui Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS).

Informasi cuaca juga disebarluaskan melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, media sosial, hingga display cuaca di sejumlah ruas tol.

Dengan dukungan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal serta koordinasi lintas sektor melalui Posko Angkutan Lebaran Terpadu, BMKG berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like