Wisata Malam Ragunan Bisa Jadi Agenda Rutin Tiap Akhir Pekan Jika Peminatnya Tinggi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat membangun monorel hingga ke Kawasan Taman Marga Satwa Ragunan (TMR). Foto: Facebook@Taman Margasatwa Ragunan
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost, Jakarta – Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UPTMR) kembali menggelar uji coba wisata malam bertajuk ‘Night at The Ragunan Zoo’ pada Sabtu (18/10/2025) malam ini mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Akses masuk dibuka melalui Pintu Utama dan Pintu Utara dengan harga tiket Rp4.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak, menggunakan JakCard sebagai alat pembayaran.

Pengunjung bisa memilih dua metode kunjungan.

Pertama, berkeliling menggunakan Buggy Car dengan tarif Rp250.000 per trip (maksimal lima orang), untuk melihat dan pemberian pakan satwa nokturnal seperti harimau sumatera, kudanil kerdil, binturong, linsang, hingga landak jawa.

Kedua, pengunjung dapat berjalan santai di jalur khusus sepanjang 1,8 kilometer sambil menikmati suasana malam di Ragunan.

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk inovasi wisata ibu kota yang memberikan pengalaman berbeda bagi warga Jakarta, untuk menikmati suasana kebun binatang di malam hari.

BACA JUGA: Healing Singkat Tanpa Cuti? Bisa Banget! Begini Caranya

“Uji coba kedua ini digelar untuk melihat animo pengunjung sekaligus menguji kesiapan fasilitas malam hari.”

“Kami ingin memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif bagi masyarakat, sekaligus memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh pengunjung selama kegiatan berlangsung,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Ia mengimbau pengunjung untuk datang lebih awal, karena loket hanya dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

“Jika antusiasmenya tinggi, kami akan mempertimbangkan untuk menjadikannya agenda rutin setiap akhir pekan,” ungkapnya.

Destinasi Edukatif dan Rekreatif di Malam Hari

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta M Fajar Sauri mengatakan, Program Night at the Ragunan Zoo digelar untuk memperluas akses edukasi satwa bagi masyarakat, terutama pelajar dan komunitas, serta memberikan alternatif hiburan keluarga di malam hari.

Ia menilai, pembukaan Ragunan hingga malam hari menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif.

“Masyarakat kini dapat menikmati suasana hutan kota di malam hari sambil belajar mengenal perilaku hewan, khususnya satwa nokturnal,” ungkap Fajar.

Pemprov DKI Jakarta ingin menjadikan Ragunan bukan hanya tempat wisata siang hari, tetapi juga destinasi edukatif dan rekreatif malam hari bagi warga Jakarta.

Uji coba Night at the Ragunan Zoo akan dievaluasi secara berkala, untuk memastikan kesiapan fasilitas serta respons masyarakat.

Bila berjalan baik, program ini berpeluang menjadi agenda rutin wisata malam kota Jakarta.

“Kalau antusiasme masyarakat tinggi dan semua berjalan tertib, tentu akan kami kembangkan lebih luas.”

“Jakarta perlu lebih banyak ruang publik yang hidup, aman, dan mendidik,” paparnya.

Satwa Tetap Nyaman

Kepala UPTMR Endah Rumiyati mengatakan, pihaknya menyiapkan fasilitas penerangan tambahan di area yang dibuka malam hari, untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Peta digital Map Night Ragunan juga disediakan, agar pengunjung mengetahui rute-rute yang aktif.

Bagi yang ingin pengalaman lebih dekat, disediakan tur malam bersama pemandu dan penjaga satwa (zookeeper), yang menjelaskan perilaku satwa nokturnal, serta menggelar sesi pemberian makan hewan pada waktu tertentu.

Pengunjung juga dapat melakukan aktivitas ringan seperti night workout dengan jarak tempuh 1,8 kilometer di area yang telah ditentukan.

Kegiatan ini cocok bagi keluarga, komunitas, maupun individu yang ingin merasakan sensasi berolahraga dalam suasana yang lebih tenang di luar jam kunjungan reguler.

“Semua kegiatan kami rancang agar tetap aman bagi satwa dan nyaman bagi pengunjung.”

“Kami telah melakukan kajian ekologi, tata cahaya, hingga simulasi kunjungan sebelum uji coba dimulai.”

“Kami memastikan satwa yang ditampilkan tetap merasa nyaman dan tidak terganggu oleh aktivitas pengunjung,” terangnya.

Tambah CCTV

Sementara, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, selain menambah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik, personel Satpol PP juga dikerahkan untuk berjaga dan berpatroli di area Ragunan.

“Kami ingin memastikan kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan menyenangkan.”

“Petugas akan melakukan pengawasan dengan pendekatan yang humanis dan terukur,” ungkapnya.

Beberapa posko Satpol PP dibangun untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun tindakan asusila.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi tindakan yang melanggar norma.

“Kalau ada yang berbuat tidak pantas, tentu kami akan tindak tegas.”

“Ragunan ini ruang publik untuk semua warga, bukan tempat yang disalahgunakan,” tegasnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like