Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II di Istana Negara menegaskan kembali kedekatan Indonesia dan Yordania yang telah terbangun selama puluhan tahun. Lewat suasana santap malam yang berlangsung akrab, kedua pemimpin memperlihatkan kesinambungan hubungan persahabatan yang tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga tercermin dalam kedekatan personal di antara mereka.
BACA JUGA: ACMI Tuntut Gelar Pahlawan Soeharto-Sarwo Edhie Dicabut
Ucapan Presiden Prabowo yang menyebut Yordania sebagai mitra lebih dari sekadar rekan strategis, serta pernyataan Raja Abdullah II yang menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dalam komunitas Muslim internasional, menunjukkan betapa kuatnya posisi kedua negara dalam kerja sama kawasan dan global.
Kunjungan sang Raja yang disertai apresiasi atas penyambutan Indonesia juga menggambarkan upaya berkelanjutan untuk mempererat komunikasi politik dan hubungan bilateral. Kehadiran delegasi kedua negara pada acara tersebut memperlihatkan komitmen bersama untuk mempertahankan jalinan kemitraan yang telah bertahan selama lebih dari tujuh dekade.
Selain itu, rangkaian hiburan budaya yang disuguhkan dalam jamuan kenegaraan menambah dimensi kedekatan antarkedua bangsa. Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Yordania kembali menunjukkan konsistensi dalam menjaga persahabatan sekaligus membuka ruang bagi langkah kolaboratif di masa mendatang sesuai kerangka hubungan yang sudah terbangun kuat.








