Trump Izinkan CIA Jalankan Operasi Rahasia di Venezuela

Trump beri izin operasi rahasia kepada CIA di Venezuela
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Trump izinkan CIA jalankan operasi rahasia di Venezuela pada Rabu (15/10/25). Alasannya memberi otorisasi resmi kepada CIA dalam melakukan operasi rahasia adalah sebagai bagian dari upaya Amerika Serikat (AS) guna menekan rezim Presiden Nicolás Maduro. Keputusan tersebut disebut sebagai presidential finding, yang memungkinkan agen intelijen AS melancarkan tindakan rahasia, termasuk operasi mematikan dan upaya rahasia lainnya, baik secara otonom maupun sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas. Trump menyebut dua alasan kunci di balik keputusan tersebut diantaranya yang pertama karena tuduhan bahwa Venezuela telah “mengosongkan penjaranya” dan melepaskan tahanan ke AS, kedua karena aliran narkoba besar dari Venezuela ke AS melalui jalur laut.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyiratkan bahwa setelah operasi laut dianggap relatif terkendali, pihaknya kini mempertimbangkan untuk memperluas tindakan ke wilayah darat. Ia menolak menyebut secara spesifik apakah otorisasi itu mencakup aksi terhadap Presiden Maduro sendiri, menyebut pertanyaan tersebut “absurd”. Langkah ini dianggap sebagai eskalasi signifikan dari pendekatan AS terhadap Venezuela, mengkombinasikan tindakan rahasia intelijen dengan dukungan militer di kawasan.

BACA JUGA: Anggota DPR Ini Usul Bulog Naik Status Jadi Kementerian Pangan

Kontroversi atas Eskalasi Militer AS di Venezuela

Operasi militer AS sebelumnya telah menargetkan kapal-kapal yang dicurigai sebagai sarana penyelundupan narkotika dari Venezuela, terutama di wilayah perairan Karibia. Dalam serangkaian serangan udara yang dilakukan antara Juli hingga awal Oktober 2025, sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas, termasuk warga sipil yang tidak terkait langsung dengan kartel narkoba. Keputusan Presiden Trump untuk memperluas otorisasi dinilai sebagai bentuk eskalasi militer yang tidak transparan dan memicu kecaman keras dari sejumlah anggota Kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun sebagian Republik.

Mereka mengkritik bahwa kebijakan tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada legislatif, serta mengabaikan prosedur konstitusional terkait persetujuan penggunaan kekuatan militer di luar negeri. Beberapa anggota kongres menyebut langkah ini setara dengan tindakan perang, sementara kelompok HAM internasional mendesak penyelidikan independen terhadap kemungkinan pelanggaran hukum internasional.

Respons Venezuela terkait Trump yang Izinkan CIA Hingga Kekhawatiran Global

Pemerintah Venezuela dan Presiden Nicolás Maduro secara tegas mengecam otorisasi operasi CIA oleh mantan Presiden Donald Trump sebagai bentuk intervensi ilegal dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional. Media pemerintah Venezuela menggambarkan tindakan tersebut sebagai upaya terang-terangan untuk menggulingkan pemerintahan sah melalui jalur kekerasan dan operasi intelijen tersembunyi. Maduro memperingatkan bahwa setiap tindakan militer atau operasi rahasia di wilayah Venezuela akan mendapat respons setimpal dari aparat keamanan negara. Ia juga menyebut langkah AS sebagai bentuk kolonialisme modern yang mencoreng prinsip hubungan internasional yang setara.

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum internasional menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan pelanggaran hukum internasional yang terjadi dalam pelaksanaan operasi rahasia ini. Mereka menyoroti risiko besar terhadap hak-hak sipil, termasuk potensi terjadinya eksekusi di luar hukum dan dampak terhadap warga sipil. Ketegangan diplomatik juga meningkat di kawasan Amerika Latin, dengan beberapa negara menyatakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya agresi militer AS. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mendesak agar Amerika Serikat mematuhi prinsip non-intervensi serta memastikan adanya mekanisme akuntabilitas atas setiap tindakan militer atau intelijen yang dijalankan.

PBB Kccam Tindakan AS

Di sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada (9/10/25), Venezuela meminta agar Dewan mengutuk serangan-serangan kapal yang dilakukan AS dan menyebut bahwa tindakan tersebut mengancam perdamaian dan keamanan kawasan. Dikutip dari Reuters Wakil tetap Venezuela di PBB mendesak agar anggota Dewan menetapkan langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan negara serta menegakkan norma hukum internasional. AS sebagai tahanan permanen Dewan menolak kehadiran diplomat seniornya, mengirimkan penasihat untuk menyampaikan legitimasi serangan sebagai bagian dari operasi pemberantasan narkotika.

PBB juga mengeluarkan peringatan bahwa operasi militer AS di Karibia telah meningkatkan risiko eskalasi konflik regional. Sekretaris Jenderal PBB mengingatkan bahwa segala tindakan militer lintas negara harus mematuhi Piagam PBB, termasuk prinsip non-intervensi dan penggunaan kekuatan hanya dalam rangka pertahanan sah. Delegasi dari banyak negara Amerika Latin mendukung usulan Venezuela untuk memulai penyelidikan independen terhadap serangan udara, serta menyerukan agar AS dan negara-negara lain menghormati integritas wilayah Venezuela.

Situasi antara Amerika Serikat dan Venezuela pasca pengesahan operasi rahasia CIA oleh Donald Trump mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks dan berpotensi berbahaya. Di tengah meningkatnya ketegangan, berbagai pihak menyerukan transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional agar tidak memicu instabilitas lebih luas di kawasan Amerika Latin. Seiring dengan respons keras dari Venezuela dan kekhawatiran komunitas internasional, masa depan hubungan bilateral kedua negara kini berada di persimpangan yang sensitif.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like