Presiden Singgung Pihak yang Besarkan MBG-Minta Setop

Indonesia’s Defence Minister and President-elect Prabowo Subianto is standing before a working dinner with France’s President at the Elysee Presidential Palace in Paris, France, on July 24, 2024. (Photo by Daniel Pier/NurPhoto via Getty Images)
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pihak-pihak yang dinilainya “nyinyir” dan berlebihan dalam menyoroti kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan sampai meminta agar program tersebut dihentikan. Menurutnya, secara statistik jumlah kasus keracunan masih tergolong sangat kecil, yakni hanya 0,0007 persen dari total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Senat Terbuka di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025). Ia menuturkan bahwa program MBG kini telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Ada 36 Juta Lebih Penerima Manfaat MBG

“Tiap hari 36,2 juta penerima manfaat, 12.205 dapur masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang, masing-masing dapur menimbulkan 15 supplier makanan di desa itu, masing-masing supplier mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja petani dan sebagainya. Saudara-saudara ini prestasi yang tidak sedikit dan ini kita dibicarakan di dunia internasional,” ujar Prabowo.

BACA JUGA: Wamenkes Baru Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Presiden juga menyampaikan bahwa program MBG membuat Indonesia menjadi sorotan dunia. “Seminggu yang lalu saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute… dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia. Waktu kita mulai program MBG ini baru 77 negara yang melaksanakan, sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita,” jelasnya.

Singgung Pihak yang Berlebihan Soal Isu MBG

Prabowo kemudian menyinggung pihak-pihak yang mengejek program tersebut dengan menyoroti kasus keracunan. “Ada beberapa orang pintar atau yang menganggap dirinya pintar selalu nyinyir, selalu mengejek program ini dan selalu mengangkat-angkat kesulitan atau kesalahan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa meski tercatat sekitar 8.000 kasus keracunan, angka itu hanya 0,0007 persen dari total distribusi. “Program ini 99,99% berhasil,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki pelaksanaan agar mencapai “zero error” dengan memperketat standar kebersihan dapur dan mengedukasi anak-anak untuk menjaga higienitas sebelum makan.

Prabowo Akan Terus Kembangkan Program Prioritas MBG

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski menghadapi kritik. Dengan capaian 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan dan 36,2 juta penerima manfaat, program ini menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia bahkan mendapat perhatian dunia internasional.

Prabowo menilai, kasus keracunan yang terjadi hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan, yakni sekitar 0,0007 persen, dan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan program yang telah membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Melalui data dan pernyataannya, Prabowo ingin menegaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memberdayakan petani dan pelaku usaha lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Indonesia Terseok, Ini Ranking FIFA Zona ASEAN Terbaru!

Ia menyadari bahwa pelaksanaan di lapangan masih memiliki kekurangan, namun menegaskan tekad untuk terus menyempurnakan mekanisme pengawasan dan kebersihan agar tercapai “zero error” atau nol kesalahan.

Langkah perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas peralatan dapur serta edukasi kebersihan kepada anak-anak sekolah, seperti mencuci tangan dan menjaga higienitas makanan. Bagi Prabowo, tanggung jawab terhadap kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama.

Dengan semangat tersebut, program MBG tidak hanya menjadi proyek sosial, tetapi simbol tekad Indonesia untuk membangun generasi sehat dan kuat. Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan semata pada angka statistik, melainkan pada keberlanjutan upaya menciptakan kesejahteraan dan kemandirian bangsa melalui gizi yang layak bagi seluruh rakyat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like